Risiko di balik mudik menggunakan mobil pribadi

SPONSOR: Asuransi Astra
Risiko mudik dengan mobil pribadi
Risiko mudik dengan mobil pribadi | /Shutterstock

Mudik menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat Indonesia dalam menyambut Idulfitri. Selain menjadi ajang silaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman, mudik bisa menjadi pelepas penat bagi masyarakat yang menjalani padatnya rutinitas sehari-hari.

Dalam implementasinya, sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan mobil pribadi untuk perjalanan mudik. Pasalnya, menggunakan mobil pribadi untuk perjalanan mudik bisa menampung bawaan lebih banyak dan leluasa untuk menepikan kendaraan kapan dan di mana pun.

Namun, di balik kemudahan-kemudahan tersebut, ada risiko mengintai pengguna mobil pribadi kala mudik. Apa saja risikonya? Simak penelusurannya sebagai berikut.

Kecenderungan muatan berlebih

Mayoritas para pemudik saat musim lebaran tiba adalah lupa memperhitungkan barang bawaan hingga kerap memasukkan barang sebanyak-banyaknya tanpa memedulikan bobot maksimal dari kendaraan tersebut.

Kondisi ini berakibat fatal terhadap ambang batas muatan mobil (overload). Bila overload, bisa menimbulkan risiko saat mobil dikendarai, seperti handling yang berkurang dan jarak pengereman yang mengalami degradasi.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya pemilik mobil membaca buku panduan mengenai bobot maksimal yang bisa ditampung mobilnya, sehingga bisa memprediksi muatan barang yang hendak dibawa dalam perjalanan. Selain itu, Anda juga harus memprediksi bobot penumpang yang ikut.

Penghuni mobil cenderung cepat lelah

Perjalanan mudik yang menempuh jarak ratusan kilometer bisa membuat penghuni mobil merasa cepat lelah dibanding menggunakan transportasi umum. Tak hanya pengemudi, penumpang juga akan merasakan kelelahan yang sama dengan seluruh anggota keluarga dalam satu mobil.

Hal itu disebabkan terkurasnya konsentrasi dan fisik selama perjalanan jauh menuju kampung halaman, sehingga saat tiba di lokasi kondisi badan seisi mobil cenderung kurang fit dan tak bisa menikmati waktu berkualitas bersama saudara. Bahkan, tidak jarang orang jatuh sakit setelah sampai tujuan akibat kelelahan.

Risiko mudik menggunakan mobil pribadi
Risiko mudik menggunakan mobil pribadi | Fatah A. /Beritagar.id

Banyak biaya tak terduga

Mudik menggunakan mobil pribadi memang lebih irit dari segi akomodasi dibanding transportasi umum terutama saat bepergian khususnya bersama seluruh anggota keluarga. Namun, di balik biaya yang lebih rendah, Anda justru dihadapkan pada biaya tak terduga di sepanjang perjalanan mudik, misalnya biaya untuk parkir, makan di jalan, atau menginap dadakan akibat lelah terkena macet yang sangat parah.

Oleh sebab itu, Anda perlu mempertimbangkan biaya-biaya yang tak terduga dan menjumlahkannya dengan biaya wajib seperti kebutuhan bensin, tol, dan lain sebagainya.

Lebih lama sampai ke tujuan

Ada faktor yang membuat perjalanan menjadi jauh lebih lama. Contohnya kemacetan yang lebih parah mengingat hampir setiap pemudik sekarang lebih banyak yang menggunakan mobil pribadi dan memanfaatkan titik-titik peristirahatan, sehingga lalu lintas akan semakin padat.

Risiko kecelakaan lalu lintas tinggi

Selama musim mudik lebaran empat tahun terakhir periode 2014-2017, rata-rata terjadi 3.525 kasus kecelakaan lalu lintas per tahun. Angka kecelakaan di jalan raya saat mudik pada periode tahun tersebut memang mengalami penurunan.

Akan tetapi, risiko kecelakaan itu tetap ada ketika musim mudik tiba. Pasalnya, makin banyak jumlah mobil di jalan, maka risiko kecelakaan semakin tinggi. Belum lagi faktor lain penyebab kecelakaan seperti kondisi badan pengendara yang kurang fit dan lain sebagainya.

Tersebab hal itu, pastikan Anda mempersiapkan segala kebutuhan mudik sesuai dengan kemampuan, seperti batas maksimal muatan kendaraan dan durasi kemampuan Anda saat berkendara.

Resiko Mudik Menggunakan Mobil Pribadi /Beritagar ID

Bila Anda tetap menjadikan mobil pribadi sebagai moda transportasi untuk mudik lebaran, pastikan membatasi beban angkut mobil sesuai spesifikasi, mengajak keluarga yang bisa bergantian berkendara, serta memberikan perlindungan asuransi kendaraan untuk memberikan rasa tenang sepanjang perjalanan andai terjadi hal tak terduga seperti Garda Oto Digital.

Saat ini, Anda dimudahkan untuk melakukan klaim saat menggunakan perlindungan kendaraan pada Garda Oto Digital. Anda bisa memilih lokasi klaim mobil Anda di mana pun berada, semisal di kantor, rumah, atau di tempat keluarga saat mudik, dengan layanan Home Survey di lokasi pilihan Anda.

Tak hanya itu, Anda juga dengan mudah dapat memantau status klaim dengan Garda Mobile Otocare serta dilengkapi fasilitas layanan Pickup Delivery Service, sehingga antar jemput kendaraan menuju dan dari bengkel bikin klaim. #TauGitu tentu tidak akan ada lagi banyak alasan untuk tidak melindungi kendaraan kesayangan dengan menggunakan Garda Oto. Setuju?

SPONSOR: Asuransi Astra
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR