MOTOR BARU

Sei Giorni, Vespa edisi terbatas yang curi perhatian di Indonesia

Vespa Sei Giorni.
Vespa Sei Giorni. | Piaggio Indonesia

Produk premium berharga tinggi memang tidak bisa dijual sembarangan. Perlu strategi pemasaran yang jitu agar orang-orang berkantong tebal mau melirik barang yang disajikan. Tak terkecuali kendaraan bermotor.

PT Piaggio Indonesia--yang menaungi produk bermerek Piaggio, Vespa, Moto Guzzi, dan Aprilia--misalnya, sejak tahun 2015 memilih untuk berkelana dari mal ke mal (Mall to Mall Exhibition) guna memamerkan produk mereka.

Dengan banderol produk termurah mencapai Rp31,5 juta untuk Vespa S 125 i-get, mal yang biasa dikunjungi para warga berkantong tebal menjadi sasaran Piaggio Indonesia (PI) untuk memamerkan dan menjual kendaraan roda dua mereka.

Tahun ini, program tersebut diawali di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, pada 30 April-6 Mei. Kemudian mereka akan hadir di beberapa kota lain di Indonesia walau lokasi pastinya belum diumumkan.

Selain deretan varian motor yang sudah lama dijajakan di Indonesia, untuk menarik perhatian, PI membawa satu motor istimewa, yakni Sei Giorni. Motor ini adalah edisi terbatas yang diimpor langsung dari pabrik mereka di negara asal, Italia.

Terinspirasi dari kompetisi Sei Giorni Internazionale pada 1951, desain skuter berbasis mesin varian GTS ini kental dengan nuansa klasik khas Vespa, seperti lampu utama yang berada di sepatbor depan. Mereka menyebutnya dengan istilah "faro basso".

Selain bernuansa klasik, seperti dikabarkan Otorider, Piaggio juga menghadirkan nuansa sporty yang digambarkan dengan ornamen penggunaan warna merah dan hitam pada dominasi bodi berwarna hijau muda doff (verde matte), serta penyertaan livery angka 6 pada bagian depan dan samping motor.

Angka 6 tersebut, seperti dijelaskan Car and Bike, merupakan simbol dari "enam hari" untuk menghormati Sei Giorni Vespa Sport seri pertama yang menjuarai "International Six Days of Varese" pada tahun 1951. Motor itu medali emas dalam sembilan kategori lomba.

Menukil MCN, hanya 300 unit versi awal Sei Giorni yang diproduksi dan dipasarkan ke seluruh dunia. Oleh karena itu versi 1951 tersebut amat diincar oleh para kolektor.

Versi terbaru Sei Giorni diluncurkan Piaggio di Italia pada Juli tahun lalu. Pada awalnya skuter edisi spesial itu hanya untuk pasar Italia, tetapi Vespa kemudian memutuskan untuk menyebarkannya ke berbagai negara lain.

Jumlah yang diproduksi tetap terbatas, tetapi Vespa tak mengumumkan berapa tepatnya unit yang tersedia.

Secara teknis, Sei Giorni rakitan 2018 ini ditopang oleh tenaga mesin 300 cc, satu silinder, yang menghasilkan tenaga 21 hp pada 7.750 rpm serta torsi 16 Nm pada 5.000 rpm. Mesin tersebut telah memenuhi standar Euro-4.

Versi anyar Sei Giorni ini pun diklaim sebagai skuter klasik dengan dukungan fitur paling modern, bahwa melebihi versi GTS 300 sebagai basis rakitannya.

Sebut saja kelengkapan pengisian daya gawai model USB pada kompartemen bagasi depan, lampu dengan teknologi LED dengan fitur automatic headlamp on (AHO), serta sistem pengereman ABS.

Selain itu juga tersedia aksesori khusus varian ini yang dijual secara terpisah, seperti tas punggung (backpack), topi, pembelah angin (windshield), dan boks jok belakang (top box).

Pada ekshibisi di PIM 2 tersebut, Sei Giorni dibanderol Rp190 juta OTR Jakarta.

Walau berharga lebih mahal dari sebuah mobil kelas bawah, Piaggio Indonesia mengklaim semua Sei Giorni yang mereka bawa ke Indonesia langsung laris terjual dalam acara tersebut.

"Kalau untuk penjualan Sei Giorni, sudah habis. Bahkan dari jumlah yang disediakan untuk pasar Indonesia semuanya sudah terjual semua. Dan belum ada rencana untuk mendatangkannya lagi," kata Robby Gozal, Public Relation and Communication Manager PI, kepada Beritagar.id, Rabu (2/5).

Robby hanya menyatakan Sei Giori yang terjual mencapai "dua digit angka" tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

Piaggio Indonesia, yang bukan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), memang tidak pernah merilis angka penjualan produk-produk mereka kepada publik.

Saat ditanya angka penjualan tahun lalu, misalnya, mereka hanya menjawab ada peningkatan pada penjualan ritel walau pasar sedang flat (datar).

Pasar Jabodetabek mendominasi dengan menyerap 40 persen dagangan mereka. Model terlaris adalah Vespa 150 Sprint i-get. Penjualan motor berharga Rp40 juta tersebut mencapai hampir 50 persen dari total produk Piaggio yang laris di Indonesia.

Kembali ke Mall to Mall Exhibition, selain Sei Giori, Piaggio Indonesia juga ingin lebih memopulerkan produk motor gede (moge) Moto Guzzi. Para pengunjung yang tertarik juga diberi kesempatan untuk menjajal salah satu jenama roda dua tertua di dunia itu--Moto Guzzi berdiri pada 1921.

"Kami sangat bangga akan Moto Guzzi, brand maskulin asal Italia yang telah ada sejak tahun 1921. Kami ingin membagikan semangat ini bagi lebih pecinta sepeda motor dan memperluas komunitas Moto Guzzi di Indonesia," jelas Marco Noto La Diega, Presiden Direktur Piaggio Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR