MOTOR LISTRIK

Skutik listrik bermunculan dan siap dipasarkan

Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis (31/1/2019). Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik.
Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis (31/1/2019). Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik. | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Pasar motor listrik di Indonesia mulai ramai. Setelah Viar melenggang sendirian selama hampir dua tahun dengan Q1, pada akhir Januari 2019 hadir Lincah, disusul Honda dengan PCX Electric. Kemudian pada awal Februari, Gesits mengumumkan akan masuk pasar mulai Maret tahun ini.

Mereka hadir seiring tekad pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang, sekaligus menurunkan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang bisa membuat negara menghemat hingga Rp798 triliun per tahun.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa peraturan presiden (perpres) yang menjadi payung hukum untuk kendaraan listrik akan dirampungkan tahun ini. Rencananya paling lambat pada tiga bulan mendatang (April 2019).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Minggu (10/2), menyatakan pemerintah telah memasang target pada tahun 2025 produksi kendaraan listrik di Indonesia akan mencapai 2.200 unit mobil dan 2,1 juta unit motor.

Oleh karena itu, tak salah jika pabrikan bersiap-siap untuk menyambut datangnya era tersebut, jika tak ingin tertinggal dalam merebut hati calon konsumen.

Seperti telah disebutkan pada paragraf pembuka, Lincah dan Honda PCX Electric hadir nyaris berbarengan. PCX Electric sebenarnya sudah datang lebih dulu ke Indonesia ketika purwarupanya dipamerkan pada ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS), Oktober tahun lalu di Jakarta.

Versi produksi PCX Electric diperkenalkan Honda dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (31/1/2019). Motor ini dirakit di Pabrik Honda di Sunter, Jakarta Utara.

Sebagai awal, PT Astra Honda Motor (AHM) tidak akan menjual langsung skuter matik (skutik) elektrik itu kepada konsumen. Motor ini bakal dipasarkan menggunakan skema penyewaan kepada perusahaan-perusahaan yang butuh armada roda dua dalam kegiatan bisnis mereka.

AHM, dalam situs resminya menyatakan akan menggandeng pihak ketiga yang bertugas mengatur penyewaan motor tersebut kepada perusahaan di beberapa kota besar di Indonesia. Kota-kota yang akan disambangi itu belum diumumkan.

Mereka kemudian akan mengevaluasi skema tersebut dan melihat penerimaan masyarakat, sebelum menentukan apakah akan menjualnya langsung kepada konsumen perorangan atau tidak.

"Kami bukan hanya menawarkan produk motor listrik, melainkan juga menyiapkan secara bertahap mulai infrastruktur, layanan, sumber daya manusia dan skema bisnis tersendiri untuk mengantarkan kelahiran Honda PCX Electric ini," kata Executive Vice President Director AHM Johannes Loman.

"Kami akan terus mempelajari dan menyesuaikan secara bertahap perkembangan motor listrik ini ke depan."

Nyaris tak ada perbedaan desain antara PCX Electric dengan varian reguler skutik tersebut. Bedanya hanya pada mesin dan sumbu roda yang lebih panjang agar bodi bisa menampung dua baterai.

PCX Electric dilengkapi dua unit baterai Honda Mobile Power Pack yang diklaim bisa menjalankan motor sejauh 69 km pada kecepatan konstan 40 km/jam.

Proses pengisian baterai hingga penuh bisa memakan waktu 4 jam jika baterai dicopot dari bodi (off-board) dan 6 jam jika baterai tak dilepas (on-board).

Motor yang hanya tersedia dalam warna putih mutiara itu memiliki tenaga 4,2 kW dan torsi 18 Nm pada 500 rpm. Demi keamanan, roda depan dilengkapi ABS.

Sama seperti PCX Electric, motor listrik Lincah dari PT Fresindo Utama (Lincah Group) juga berbasis skuter. Ia diperkenalkan dalam acara Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di BSD, Tangerang (30/1).

Kepala Engineering Lincah Group, Kristian Sutikno, dikutip Liputan6.com, menyatakan kandungan lokal motor tersebut sudah mencapai 60 persen dan dirakit di pabrik mereka di Pusat Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Jakarta Timur.

Juga sama seperti PCX, skuter matik (skutik) ini menggunakan dua baterai. Bedanya, baterai kedua baru berfungsi jika baterai pertama kepanasan (overheat). Kapasitas baterai masing-masing 1 kW dan diperkirakan bisa menjalankan motor antara 100-120 km.

Kristian menyatakan Lincah akan siap dijual pada April 2019 dengan harga kemungkinan mencapai Rp18 juta tiap unitnya.

Presiden Joko Widodo saat mencoba motor listrik Gesits di Istana Merdeka, Jakarta (7/11/2018).
Presiden Joko Widodo saat mencoba motor listrik Gesits di Istana Merdeka, Jakarta (7/11/2018). | Kemenristekdikti

Bagaimana dengan Gesits? Setelah proses pengembangan yang panjang dan jadwal grand launching yang terus berubah, motor listrik hasil kerja sama ITS, PT Gesits Technologies Indo (GTI), dan PT Wika Industri dan Konstruksi tersebut kabarnya akan dijual mulai Maret 2019.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir kepada IDN Times (5/2).

Menurut Nasir, ada beberapa hal yang mesti lebih dulu dibereskan, tetapi Gesits siap melepas 300 unit pertama pada Maret 2019. Rencananya motor ini akan diproduksi sebanyak 60.000 unit setiap tahunnya di pabrik PT Wika Industri Manufacture di Kawasan Industri Wijaya Karya, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Sama seperti Lincah, harga motor yang pernah dicoba Presiden Joko Widodo ini juga belum ditentukan, tetapi Menristekdikti memperkirakan bakal di bawah Rp20 juta.

Kehadiran motor-motor listrik tersebut tentu akan memberikan pilihan sarana transportasi baru bagi masyarakat yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR