Skutik premium lebih diminati ketimbang motor sport

Yamaha XMax 250.
Yamaha XMax 250. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Skuter matik (skutik) sebagai salah satu moda transportasi, saat ini memang merupakan tipe yang paling diminati kalangan pemotor. Selain mudah dikendarai, motor jenis ini pun dinilai cukup praktis serta memiliki kapasitas bagasi yang lapang.

Seiring berjalannya waktu, model skutik yang awalnya sebagai moda transportasi komuter berubah menjadi bagian dari gaya hidup dan simbol status pengendaranya.

Oleh karena itulah, saat ini para manufaktur berlomba menghadirkan inovasi skutik terbaru.

Sekarang, sudah banyak skutik premium yang beredar di pasaran, sebut saja Yamaha NMax, Yamaha Aerox 155VVA, Yamaha XMax 250, serta yang paling anyar adalah Honda PCX 150 dan Honda Forza 250.

Kehadiran motor-motor tadi tentunya berimbas pada ceruk penjualan model lain, salah satunya model sport yang penjualan terus tergerus.

Kepada Motoris.id Mei lalu, Sigit Kumala, Ketua Bidang Niaga Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), tak menapik adanya kondisi tersebut.

Ia mengatakan bahwa salah satu segmen yang terpangkas penjualannya akibat hadirnya skutik premium dengan basis mesin 150 cc hingga 250 cc adalah segmen sport.

"Ini menandakan segmen skutik maxi membengkak," kata Sigit.

Padahal, sebelumnya segmen sport menjadi salah satu model motor yang populer di Tanah Air.

Demam olahraga balap motor (MotoGP dan Superbike/WSBK) dinilai turut andil untuk mendongkrak penjualan motor jenis sport kala itu.

Jenis motor sport yang telah marak beredar di Indonesia saat ini adalah 150 cc, 250 cc, dan seterusnya, seperti Ninja dari Kawasaki, CBR buatan Honda, dan R-series racikan Yamaha.

Tren motor sport yang mengalami penurunan didukung dengan analisis yang dilansir AISI periode 2017 dan semestar I 2018.

Hasil laporan memperlihatkan terjadinya peningkatan penjualan skutik.

Dua motor jenis skutik masuk dalam daftar 10 motor yang paling diminati hingga akhir tahun 2017, yakni skutik premium Yamaha, NMax, pada peringkat keenam dengan catatan penjualan 282.097 unit.

Kemudian, Yamaha Aerox 155VVA masuk peringkat ke delapan dengan tingkat penjualan mencapai 150.582 unit.

Sementara itu, segmen motor sport, sama sekali tidak masuk dalam daftar 10 besar tersebut.

Bahkan, pada Juni 2017, bulan pertama pendistribusian Yamaha XMax 250 kepada konsumen, angkanya mampu melintasi penjualan Kawasaki Ninja 250.

Melihat potensi itu, dalam perbincangan dengan Kompas.com akhir tahun lalu, Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma, mengatakan bahwa pihaknya akan menjual skutik premium PCX 150 rakitan lokal.

Skutik tipe tersebut, sebelumnya dijual dengan status impor utuh (CBU) dari Vietnam dengan banderol cukup mahal (Rp39 jutaan), sehingga alasan melokalkan PCX 150 menjadi masuk akal untuk menekan harga (Rp27 jutaan) guna bersaing dengan kompetitor.

Kemudian, masuk ke semester I tahun 2018. Ada tiga nama skutik premium yang juga masuk jajaran 10 motor paling diminati . Lagi-lagi, motor sport tak masuk daftar.

Yamaha NMax berada pada posisi kelima dengan membukukan 199.862 unit, pendatang baru Honda PCX 150 berada pada posisi delapan dengan pencapaian 72.411 unit. Sementara Yamaha Aerox 155VVA masuk pada peringkat sembilan dengan torehan 69.825 unit.

Melihat pasar skutik premium yang menjanjikan, Suzuki Indomobil Sales (SIS), seperti dikabarkan Bisnis.com tengah mempersiapkan model untuk berkompetisi di segmen itu.

Peminat dari berbagai segmen

Geliat skutik menjadi primadona baru didukung pula oleh komunitas skutik premium yang solid.

Salah satunya adalah Indonesia Max Owners (IMO), komunitas pemotor berjenis Yamaha NMax dan XMax 250.

Lalu, ada pula Aeroxnation, sebagai sarana guyup pengguna model Yamaha Aerox 155VVA.

Saat berbincang dengan Beritagar.id beberapa waktu lalu, Steven Lay, pemilik gerai Lay'z Motorsport, mengatakan, tren saat ini memang mengarah kepada skutik, tak terkecuali segmen premium.

Steven merupakan salah satu pemilik dari 10 penerima kunci perdana Yamaha XMax 250 yang dilakukan Yamaha Indonesia (YIMM) di ajang IIMS Mei tahun lalu.

Sementara seperti yang diungkapkan oleh Acho Patauri, pentolan Jakarta Max Owners (JMO), Kamis (23/8), berkembangnya pasar skutik premium tak terlepas dari minat semua kelas pemotor, baik itu pemotor yang ingin naik kelas, pemotor sport, pemotor penyuka touring, dan kalangan 'anak' mobil.

"Jadi, jelas segmen ini kelihatan berkembang karena kontribusi teman-teman dari berbagai segmen," pungkas sosok yang akrab disapa Acho Bule.

BACA JUGA