KENDARAAN LISTRIK

Tahun depan, Tesla Model 3 bisa dibeli di Jakarta

Tesla Model 3 saat dipamerkan pada Auto China 2018 di Beijing, Tiongkok (25/4/2018).
Tesla Model 3 saat dipamerkan pada Auto China 2018 di Beijing, Tiongkok (25/4/2018). | Roman Pilipey /EPA-EFE

Mobil bertenaga listrik yang paling banyak dibicarakan di dunia otomotif, Tesla Model 3, akan dijual di Indonesia mulai tahun depan. Importir umum Prestige Image Motorcars bakal mengimpor langsung mobil tersebut dari Amerika Serikat.

Model 3 adalah yang termurah dari empat jenis mobil listrik yang diproduksi oleh perusahaan milik miliuner AS, Elon Musk, tersebut. Namun, jangan berpikiran harga "murah" itu setara dengan banderol LCGC di Indonesia.

Di AS, Tesla membanderol varian termurah sedan empat pintu itu, yang disebut Model 3 Mid Range, dengan harga 34.200 dolar AS, atau sekitar Rp490,4 juta. Harga tersebut sudah termasuk insentif penggunaan kendaraan listrik ramah lingkungan dari pemerintah setempat.

Sementara, versi Long Range dihargai 41.200 dolar, dan versi termahal yang bernama Performance dibanderol 52.200 dolar.

Angka itu adalah harga perkiraan rata-rata karena bisa jadi lebih rendah atau tinggi, tergantung berapa besar insentif yang diberikan oleh pemerintah negara bagian di mana mobil itu dijual di AS.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, dikutip CNN Indonesia menyatakan varian termurah itu di Indonesia akan dijual dengan harga Rp1,475 miliar off the road, alias belum termasuk pajak dan bea lainnya.

Harga tersebut sudah termasuk alat pengecas yang bisa dipasang di rumah. Menurut Rudy dalam Viva.co.id, baterai Model 3 bisa dicas dari kosong hingga penuh dalam waktu dua jam saja.

Model 3 yang bakal didatangkan mulai 3 Juni 2019 itu, lanjut Rudy, akan tersedia dalam enam warna, dua jenis pelek, dan dua desain interior berbeda. Namun tidak ada penjelasan apakah yang akan datang itu hanya jenis Mid Range atau ketiga varian yang ada.

Saat ini belum banyak yang mengendarai Tesla di Indonesia. Ada dua politikus ternama yang diketahui memiliki Tesla Model S, yaitu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Bambang malah punya Tesla Model X juga.

Total di seluruh dunia, mengutip Business Insider, ada 200.000 unit Tesla yang sudah mengarungi jalanan. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah menjadi 3 juta unit pada 2023 setelah Tesla mengirim Model 3 kepada para pemesannya.

Model 3 diperkenalkan pada 2016 dan ketika masa prapemesanan dibuka pada 1 April tahun itu, sebanyak 150.000 pesanan langsung masuk. Hingga saat ini diperkirakan angka pemesanan sedan listrik itu sudah lebih dari 350.000 unit.

Sebanyak 30 unit perdana diserahkan kepada pembeli pada 28 Juli 2017. Beberapa kendala sempat membuat produksinya terhambat, tetapi, menurut Bloomberg, saat ini Tesla sudah menyelesaikan produksi 131.616 unit dan setiap bulannya ada 4.311 Model 3 yang keluar dari pabrik di Fremont, California, AS.

Pada Agustus 2018, Clean Technica mengabarkan Model 3 masuk dalam lima besar mobil terlaris di Negeri Paman Sam. Bahkan, jika menghitung total keuntungan yang dihasilkan, peringkat Model 3 naik menjadi nomor satu.

Mengapa Model 3 begitu populer? Harganya murah jika dibandingkan mobil listrik lainnya. Apalagi, seperti telah disebutkan di atas, masyarakat AS yang membeli mobil listrik ramah lingkungan akan mendapat insentif dari pemerintah sehingga uang yang dikeluarkan juga semakin berkurang.

"Harga murah" itu juga yang mendorong Prestige Image Motorcars mendatangkannya ke Indonesia.

"Kita harap model 3 bisa penjualan tinggi soalnya Model X kan di atas 2 miliar sedangkan pilihan mobil 2 miliar banyak sekali," kata Rudy kepada detikOto.

Masih mahalnya harga Model 3 di Indonesia disebabkan total pajak dan bea impor yang harus dibayarkan bisa mencapai 116 persen dari harga mobil. Belum lagi biaya pengapalan dan lainnya.

Pemerintah Indonesia memang tengah menggodok soal insentif pada kendaraan ramah lingkungan, tetapi peraturan yang awalnya direncanakan bakal selesai pada Agustus 2018 itu belum terdengar lagi kabarnya.

Teknologi terkini Model 3

Ketiga varian Model 3 dilengkapi berbagai teknologi terkini. Walau masih dikendarai manusia, pada mobil itu sudah disematkan teknologi auto-pilot yang membantu pengemudi dan Tesla tengah mengembangkannya untuk menjadi kendaraan swakemudi penuh pada masa depan.

Model 3 dipasangi beragam fitur untuk menjaga keselamatan orang-orang di dalamnya, termasuk Autosteer, yang akan membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas.

Desain interiornya sederhana tetapi tampak elegan. Pada dasbor mobil hanya terlihat setir dan layar sentuh 15 inci yang mengatur semua fitur pada mobil tersebut. Desain seperti itu digunakan pada tiga varian yang ada.

Versi Mid Range menggunakan baterai 50kW yang bisa membawa mobil hingga jarak maksimal sekitar 418 km sebelum kehabisan daya. Sementara versi Long Range dan Performance menggunakan baterai 75kW yang bisa menggerakkannya hingga sekitar 500 km.

Model 3 Mid Range berpenggerak roda belakang (RWD), sementara dua saudaranya menggunakan motor ganda yang bisa menggerakkan seluruh roda, atau all-wheel drive.

Kecepatan maksimal yang dicapai sama-sama 200 km/jam, tetapi ada perbedaan dalam akselerasi. Mid Range butuh 5,6 detik dari diam untuk mencapai kecepatan 100 km/jam, sementara Long Range perlu 4,5 detik, dan Performance, sesuai namanya, hanya butuh waktu 3,3 detik.

BACA JUGA