Teknologi baru dan gejala malfungsi pengereman pada mobil

Ilustrasi malfungsi pengereman pada mobil
Ilustrasi malfungsi pengereman pada mobil
© Shutterstock

Penyematan teknologi canggih pada mobil baru kian marak. Jika sebelumnya teknologi pada mobil premium terasa mahal diterapkan pada mobil konvensional, kini para merek otomotif tak sungkan memasangkan teknologi tersebut pada hampir seluruh jajaran produknya.

Terjangkaunya teknologi canggih tak lepas dari pengembangan suku cadang yang ringkas, ringan, dan efisien. Maka wajar jika mobil baru yang dijual massal, kini memiliki harga yang relatif murah dan memiliki banyak fitur keamanan.

Dari sekian banyak fitur keamanan, merek otomotif terlihat fokus pada sistem pengendalian kendaraan seperti teknologi yang menghubungkan setir ke seluruh roda dan sistem pengereman.

Merek seperti Toyota Avanza bisa menjadi contoh mobil yang melengkapi kendaraan mereka dengan teknologi canggih yang membantu pengendara untuk mendapatkan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan dan segala tingkat percepatan.

Sistem pengereman

Seluruh mobil terlaris di Indonesia, sudah menyematkan fitur pengereman canggih. Anti-lock braking system (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD) adalah sistem pengereman yang dikembangkan untuk meningkatkan sistem keselamatan mobil saat melaju pada kecepatan tinggi dan melintasi medan basah.

Dua fitur pendukung keselamatan aktif ini sudah disematkan pada hampir seluruh mobil terlaris di Indonesia.

Fitur penstabil kendaraan

Vehicle Stability Assist (VSA) dan Hill Start Assist (HSA) memiliki sistem kerja yang membantu mobil melaju stabil. VSA bekerja untuk mengontrol laju laju mobil saat bermanuver di jalan licin sehingga mobil tidak kehilangan traksi ban dengan aspal.

Sementara HSA berfungsi mengaktifkan rem secara otomatis selama beberapa detik saat hendak melaju di jalan menanjak, sehingga mobil tidak mundur.

Mobil baru juga bisa terkendala malfungsi pengereman

Gejala yang memungkinkan mobil baru bermasalah adalah lampu indikator di bagian penunjuk kecepatan salah satunya ABS yang terus menyala.

Kondisi normal lampu indikator menyala 1 hingga 3 detik kemudian padam saat menghidupkan mesin. Namun jika indikator ABS terus menyala, sebaiknya dibawa ke bengkel untuk melakukan pengecekan. Masalah ini bisa saja timbul akibat minyak rem, sistem hidraulis, unit ABS yang macet, atau masalah pada sensor kecepatan akibat kabel putus.

Kejadian terparah malfungsi pada rem di mobil baru adalah masuknya air pada kaliper yang berpotensi menyebabkan karat pada poros aktuator. Bila kondisi tersebut terjadi, rem parkir tidak bisa mengunci secara optimal sehingga mobil bisa meluncur ketika parkir di permukaan yang miring.

Meski mobil baru dilengkapi dengan ragam fitur canggih yang mumpuni, sudah semestinya sebagai pengguna memperhatikan aspek keselamatan lain dengan memberikan tambahan perlindungan melalui asuransi yang aman dan terpercaya, seperti Garda Oto.

Produk resmi dari Asuransi Astra ini memiliki layanan darurat Garda Siaga jika mobil mengalami malfungsi dengan menyediakan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) berupa unit derek dan gendong.

Selain itu, asuransi Garda Oto juga dilengkapi dengan Otocare yang memudahkan Anda melakukan klaim kendaraan dari ponsel pintar. Dengan layanan 24 jam melalui Garda Akses, Otocare bisa membantu Anda memantau kondisi pengeluaran bensin dan servis untuk mengetahui total biaya operasional kendaraan.

Tak sampai situ, Otocare juga membantu Anda mengingatkan saat harus memperbarui SIM, STNK, polis asuransi kendaraan, dan servis berkala. Fitur lain seperti parking reminder membantu Anda untuk mengetahui durasi dan lokasi parkir di tengah keramaian.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.