TIP OTOMOTIF

Tip agar mobil kembali prima usai liburan

Ilustrasi mobil di bengkel.
Ilustrasi mobil di bengkel. | The Num Phanu Studio /Shutterstock

Usai berkendara jauh selama liburan panjang bukan cuma kesehatan Anda yang perlu diperhatikan, tapi juga performa mobil agar kembali prima. Berikut tip dari para ahli.

Menurut Sapta agung nugraha, kepala bengkel Auto2000 Bekasi Barat, hal utama yang perlu dilakukan untuk menjaga performa mobil tetap maksimal adalah dengan segera membawanya ke bengkel.

Ini diperlukan untuk memastikan apakah mobil masih dalam kondisi normal atau tidak sehingga tetap aman dan nyaman dibawa beraktivitas.

Sapta menyarankan Anda minimal melakukan pengecekan ringan. "Apalagi jika waktunya servis bisa sekaligus, tetapi jika belum minta cek kaki-kaki saja," kata Sapta kepada Kompas.com.

Iwan Abdurrahman, Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM), menerangkan bahwa pengecekan kaki-kaki mobil diperlukan karena bagian ini kerap mengalami penurunan performa setelah dibawa menempuh perjalanan jauh dalam waktu yang lama.

Kata dia, kondisi jalan yang tidak selalu mulus membuat peredam kejut harus bekerja keras menjaga kenyamanan penumpang.

Sering melibas jalan berlubang dan banyaknya guncangan juga bisa membuat beberapa baut longgar, sehingga perlu diperiksa dan dikencangkan sesuai standar pabrik.

Selain itu, karakter mengemudi dan beban di dalam mobil juga berpengaruh.

Kevinski Himawan, Vice President dari PT Himawan Putra di Pluit, Jakarta Utara, menambahkan bahwa kaki-kaki mobil berpotensi mengalami perubahan keseimbangan akibat sejumlah hal tadi.

Dia bilang, gejala perubahan kaki-kaki salah satunya yaitu setir terasa bergetar. Getaran ini juga bisa dipicu pelek roda bengkok, ban rusak, bagian suspensi aus, dan bantalan roda aus.

Ia menyarankan agar segera membawa mobil ke bengkel ketika getaran semakin keras saat mobil dipacu kencang, atau jika terasa bergetar saat melaju pada kecepatan 90 -100 km per jam.

Gejala lainnya , saat melintas di jalan lurus posisi setir tidak lurus. Terasa seperti berputar ke kiri atau ke kanan.

“Itu semua yang bisa memengaruhi kapan harus melakukan balancing,” ujar Kevinski.

Selain itu, Anda juga wajib ke bengkel ketika mobil sudah menempuh perjalanan sejauh 8.000-12.000 km, atau menurut rekomendasi yang tertera pada buku manual.

Jika Anda enggan ke bengkel, pengecekan ringan juga sah-sah saja dilakukan sendiri di rumah. Syaratnya, “Bila sebelum perjalanan sudah melakukan servis reguler, tidak perlu ke bengkel bila memang tidak urgent,” kata Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Salemba.

Apa saja yang perlu dicek?

Arifin Ali, mekanik Green Autocar Surabaya, menganjurkan empat langkah pengecekan sendiri.

Pertama, cek air radiator. Kondisi cairan radiator yang berkurang tidak boleh disepelekan dan harus segera diisi dengan air bersih seperti air kemasan atau cairan khusus radiator.

Selain dikhawatirkan menjadi tanda kebocoran pada sistem pendingin, kurang air radiator bisa menimbulkan kerusakan mesin akibat overheat sehingga membahayakan penumpang.

Kedua, periksa seluruh oli. Oli berperan penting bagi kinerja mesin. Begitu pula oli rem, power steering, dan transmisi. Seluruhnya wajib diganti berkala sesuai aturan standar tipe kendaraan.

Suparna mengatakan, oli yang terlihat kotor dan terlalu encer, juga volumenya berkurang cukup signifikan, maka segera tambah oli mesin dan bawa ke bengkel. Hal tersebut mungkin disebabkan bocornya oli ke area pembakaran mesin.

Ketiga, perhatikan saringan atau filter karburasi. Saringan yang kotor usai perjalanan jauh mengakibatkan mobil susah dihidupkan. Cukup gunakan sikat gigi bekas untuk melepas kerak dan kotoran yang menempel pada saringan. Namun, hindari pakai hairdryer atau compressor karena berisiko menimbulkan kerusakan pada lapisan filter.

Keempat, jangan remehkan tekanan angin pada ban mobil jika tak mau umur ban singkat dan malah boros BBM. Bagi mobil keluarga yang memiliki banyak penumpang, tekanan idealnya adalah 35 psi untuk ban depan dan 40 psi untuk ban belakang.

Selain itu, Suparna menganjurkan memeriksa kondisi fisik ban secara visual dan membersihkan kabin menggunakan vacuum cleaner.

Lalu, Anda yang berlibur pakai mobil matic wajib lebih teliti soal mengecek rem.

Rocky Yonathan, Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama menjelaskan, usia kampas rem mobil matic pasti lebih pendek dibandingkan mobil manual karena pedal remnya bakal lebih sering diinjak, apalagi jika menghadapi kondisi macet parah

"Pada mobil transmisi manual, orang bisa lebih sering (berhenti) dengan menggunakan engine brake. Di mobil matic ada juga engine brake, tapi tidak bisa dikontrol seperti di (mobil) manual sehingga orang-orang akan lebih sering injak pedal rem," paparnya.

Menurut Rocky, kampas rem harus dipastikan masih tebal karena yang tipis dan tak layak pakai, jika lambat diganti bakal 'memakan' disc rotor. Selain biaya perbaikannya lebih mahal, kampas tipis akibat liburan jauh dan menempuh medan kasar bisa membuat baut-baut rem menjadi longgar sehingga membahayakan keselamatan.

“Ketika melihat atau mengecek kondisi ditemui ada hal yang tidak wajar, jangan langsung panik. Lebih baik datang ke bengkel untuk benar-benar memastikan kondisi mobil,” tegas Suparna.

“Ingat, lebih baik melakukan pencegahan, karena bila dibiarkan bisa saja membuat kerusakan pada sektor lain yang dapat merugikan,” pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR