TIP OTOMOTIF

Tip agar tak jadi korban pencurian di area parkir

Ilustrasi pembobolan mobil
Ilustrasi pembobolan mobil | LeventeGyori /Shutterstock

Area parkir kendaraan dalam pusat perbelanjaan yang dijaga ketat dan menggunakan sistem parkir canggih ternyata tidak jaminan bebas dari kejahatan.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari aksi pencurian di area tersebut?

Berbagai modus kejahatan tercatat dilakukan di lokasi parkir mal, mulai dari modus pecah kaca menggunakan keramik busi hingga merusak lubang kunci pada pintu kendaraan.

Oleh karena itu, sebagai pemilik kendaraan, Anda jangan sampai lengah.

Hal utama yang harus selalu diingat untuk menyimpan surat identitas kendaraan di saku atau dompet Anda, dan jangan meninggalkan barang berharga di dalam mobil.

Jika tidak memungkinkan untuk di bawa, Anda dapat menyimpan barang berharga di dalam laci penyimpanan, di bawah jok mobil atau menaruh di dalam bagasi kendaraan.

Selain itu, untuk menghindari pembobolan kaca mobil, menurut Kepala Unit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Agung Wibowo‎ menyarankan agar masyarakat tidak menutup kaca secara penuh saat sedang parkir.

“Tip kalau parkir pada siang hari kaca mobil harus dibuka paling tidak 1 sentimeter, agar ada sirkulasi udara. Kalau ada sirkulasi udara, para pelaku tidak bisa memecahkan kaca dengan pecahan busi,” ujar dia dinukil Poskotanews.

Biasakan juga untuk memotret kendaraan saat telah terparkir dari sisi depan.

Menurut Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, David Tobing, hal itu berguna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sedapat mungkin setelah parkir itu foto mobil dan mobil di sebelahnya gunanya biar tahu dan kadang suka lupa letaknya, biar tahu kalau mobil kita misalnya terserempet dari mana bisa dilacak dari mobil kanan atau sebelah kiri," ujar dia.

Lalu, Anda pemilik kendaraan roda empat, ada baiknya menggunakan kaca film dengan tingkat tembus cahaya yang lebih gelap. Hal ini untuk menghindari barang-barang berharga yang ada di dalam mobil Anda mudah terlihat dari luar dan memancing niat jahat pelaku.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDD) menerangkan, bahwa biasanya pembobolan mobil terjadi akibat kelalaian dari pemilik mobilnya sendiri.

"Tanpa disadari pemilik mobil yang mengundang kejahatan itu terjadi. Contoh menaruh barang berharga yang mudah terpantau oleh orang dari luar, apalagi handphone dan barang berharga lain," ujar Jusri.

Namun, harap perhatikan ketentuan tentang penggunaan kaca film pada kendaran Anda. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 439/U/Phb-76 tentang Penggunaan Kaca Pada Kendaraan Bermotor penggunaan kaca film atau pelapis pada kaca bagian depan dan belakang tidak kurang dari 40 persen untuk sepertiga bagian kaca atas.

Lalu, untuk kaca keseluruhan dapat menggunakan kaca film dengan tingkat tembus cahaya tidak kurang dari 70 persen.

Untuk lebih meningkatkan rasa aman, Anda bisa memasang kaca film anti pecah. Namun, karena harga yang mahal, kaca film jenis ini cenderung kurang diminati kecuali oleh pemilik mobil-mobil mewah.

"Kaca film anti pecah itu ada. Tapi tidak diminati. Orang-orang tertentu saja yang mau. Akhirnya, kaca film anti kapak ini dipasang kebanyakan di gedung, tidak di mobil karena harganya cukup mahal," ujar April, seorang pedagang aksesori mobil dari V-Two Film di MGK, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bagi pemilik kendaraan roda dua, tip aman yang dapat dicoba, khsusunya pemilik Honda Beat dan Vario, adalah dengan mengunci setang ke arah kanan.

Gunanya supaya setang atau tangkai kemudi motor dapat menutupi lubang kunci kontak sehingga kunci T yang sering digunakan para maling untuk membobol lubang kunci menjadi terhalang setang.

Kepala Bengkel Resmi AHASS PT. Murni Motor Bogor, Haryanto, mempraktikkan sulitnya memasukkan kunci T ke lubang kunci jika setang dikunci ke kanan.

"Jadi, posisi kunci setang ke kanan sebenarnya lebih bertujuan menghambat kerja maling," pungkas Haryanto dinukil Kompas.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR