TIP OTOMOTIF

Tip atasi rem blong

Ilustrasi rem mobil
Ilustrasi rem mobil | Nor Gal /Shutterstock

Kegagalan fungsi rem alias rem blong, yakni pengereman gagal total atau sekadar kehilangan efisiensi sesaat sering kali menjadi penyebab kecelakan.

Meski lebih banyak terjadi pada kendaraan komersial seperti truk atau bus yang dipaksa kerja terus-menerus, kondisi serupa bisa saja kita alami dan tentu membahayakan keselamatan berkendara.

Oleh karena itu, mengetahui pencegahan dan cara mengatasinya, pun memahami bagaimana cara kerja rem dan berbagai penyebab rem blong sangat penting.

Sebagian besar kendaraan modern memiliki rem depan cakram dan rem belakang tromol yang seluruhnya dikendalikan oleh pengguna melalui pedal atau tuas rem.

Berkebalikan dengan sistem mesin yang harus selalu dilumasi agar berjalan lancar, sistem rem bekerja menggunakan prinsip perubahan energi dari energi gerak ke energi panas melalui gesekan.

Gesekan diperoleh dari dua material, yaitu piringan yang terhubung dengan roda dan kampas rem yang terhubung dengan sasis kendaraan.

Beberapa faktor bisa mengganggu gesekan ini sehingga menyebabkan rem blong.

Penyebab paling umum adalah permasalahan pada minyak rem. Minyak rem yang habis, masuknya udara pada sirkulasi minyak rem atau terkontaminasi akibat sering membuka tutup tabung minyak, kualitas minyak rem yang buruk karena terpengaruh suhu atau kedaluwarsa dan selang minyak rem yang tersumbat kotoran, seluruhnya bisa menyebabkan rem blong.

Lalu, kanvas rem aus, kaliper membeku, piston rem atau seal piston master silinder rusak akibat pemakaian yang terlalu lama juga bisa memicu rem blong.

Tak kalah penting, rem terlalu panas seperti terlalu lama atau kebanyakan menekan rem juga bisa menghilangkan gesekan dan daya cengkeram akibat penyerapan panas beralih ke kaliper. Alhasil, rem blong sementara.

Hal seperti ini umum terjadi ketika Anda terus memaksa mengerem penuh di jalan menurun yang terjal.

“Saat turunan, kecepatan tidak bisa mengimbangi dengan pengereman. Nah, sealnya itu memuai, sehingga si pistonnya jadi macet. Jadi ketika piston macet tidak bisa menekan ke kampas rem agar berhenti,” jelas Asep Suherman, Kepala Bengkel AHASS Daya Motor Cibinong.

Bahkan, muatan melebihi kapasitasbisa membuat beban kerja yang diterima oleh komponen rem lebih berat sehingga terjadi rem blong.

Mengatasi dan mencegah rem blong

Menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, dikutip Kompas.com, kunci utama mengatasi mobil yang mengalami rem blong adalah jangan panik. Meski gampang-gampang susah, usahakan bersikap santai dan kendalikan mobil menuju ke arah yang sekiranya aman atau dapat menghentikan laju kendaraan.

Agar tak panik, rekomendasi laman Autoblog dan detikOtopatut diingat.

Pertama, segera turunkan gigi secara bertahap dari tinggi ke yang paling rendah. Teknik yang disebut pengereman mesin ini bisa membantu memperlambat mobil.

Sebaliknya, jangan menurunkan gigi terlalu banyak atau langsung menarik rem tangan karena kendaraan berisiko selip sehingga mobil terbalik dan motor terjatuh. Hindari pula mematikan mesin tiba-tiba agar setir tetap terkendali, dan jangan memosisikan netral pada mobil matik karena efek pengereman mesin bisa hilang.

Kedua, selagi menurunkan gigi barulah imbangi dengan menarik rem tangan. Ini lebih efektif menurunkan kecepatan karena fungsinya menghentikan ban.

Ketiga, jauhkan kaki dari pedal gas untuk menghindari tidak sengaja menginjak dan pindahkan kendaraan ke bahu kiri jalan jika memungkinkan. Jangan lupa, nyalakan lampu hazard dan bunyikan klakson agar pengendara lain tahu.

Kelima, jika kondisi di depan kendaraan Anda aman, coba cek apakah ada sesuatu yang menghalangi atau mengganjal belakang pedal rem macam alas kaki mobil, kaleng minuman, atau bahkan tisu gulung.

Keenam, jika mobil Anda pakai rem standar manual, memompa rem atau menekan sedikit-sedikit bisa membantu menambah tekanan hidrolik agar rem blong sesaat kembali normal lagi.

Terakhir, "Jika mobil masih jalan juga, coba untuk menggesekan mobil ke pembatas jalan atau apabila ada jalur penyelamat bisa digunakan," ucap Marcell

Lalu, jika terpaksa menabrak demi menghindari kepadatan, sesuatu yang lunak seperti pagar kayu lebih baik ketimbang pohon. Memperlambat laju ke area berlumpur atau berpasir juga dianjurkan.

Sebagai pencegahan, para ahli sepakat bahwa pemilik kendaraan wajib melakukan perawatan dan inspeksi rutin. Disarankan untuk memeriksa kondisi rem setelah dipakai menempuh perjalanan sejauh 10.000 kilometer dan mengganti minyak rem dalam jangka 6-12 bulan sekali.

Eddie Carrara, pengamat otomotif yang juga teknisi Master bersertifikat ASE, menganjurkan pengemudi juga harus lebih peka memperhatikan masalah rem dengan memanfaatkan kaki dan telinga.

Misalnya, jika Anda mendengar bunyi decitan atau suara aneh saat mengerem itu menandakan kampas rem menipis atau habis. Segera lakukan pengecekan.

Tanda serupa juga berlaku jika Anda perlu menginjak atau menekan sangat dalam agar rem bekerja atau jika roda bergetar saat mengerem dalam kecepatan tinggi. Kondisi rem parah biasanya terasa bergetar sampai ke setir.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR