KESELAMATAN BERKENDARA

Tip berkendara di musim hujan untuk pemotor berkacamata

Ilustrasi pengendara motor kesulitan melihat saat hujan
Ilustrasi pengendara motor kesulitan melihat saat hujan | Bubbers BB /Shutterstock

Musim hujan datang. Saat hujan datang, pemotor berkacamata bisa mengalami gangguan pandangan. Namun, ada cara-cara untuk memastikan keselamatan berkendara.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting menjelaskan ada baiknya pemotor yang menggunakan kacamata, menepi sementara ketika hujan.

"Kalau ada orang-orang yang memiliki gangguan mata atau menggunakan kacamata tidak mumpuni, sebaiknya pada musim hujan, ketika hujan lebat, berhenti dan turun dari motor untuk sementara," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com.

Pilihan lain, jika tetap ingin melaju tanpa gangguan saat hujan maka pemotor dapat menggunakan tambahan perangkat goggle (kacamata berukuran besar) untuk melapisi kacamata mereka.

"Pemotor menggunakan kacamata bingkai untuk alasan kesehatan, saat hujan ia akan tetap kesulitan. Selain terpaan angin, dia juga akan kena terpaan hujan. Karena itu goggle mutlak harus dikenakan," kata Jusri.

Lensa kontak juga menurut dia lebih baik digunakan daripada kacamata bagi pemotor di saat hujan.

Kaca helm, kacamata atau pelindung mata lain kata Jusri membantu menghindari mata terkena debu, kerikil kecil atau serangga-serangga kecil. Dengan terlindungi seperti itu, maka konsentrasi saat berkendara tidak terganggu.

Gangguan lain yang juga kerap muncul dan merepotkan pemotor dengan kacamata adalah kabut atau uap pada kaca helm dan uap pada kacamata. Guna mengantisipasi pemotor dapat membersihkan kaca helm dengan cairan pembersih anti kabut yang banyak dijual di toko perlengkapan kendaraan.

Untuk menghindari kabut pada kacamata, pengendara juga dapat memanfaatkan sabun batang. Caranya, gosokkan sabun batang secara perlahan ke permukaan lensa.

Kemudian bersihkan dengan lap kacamata sampai bersih. Anda pun siap menembus hujan dengan kacamata tanpa takut terganggu penglihatan.

Menurut Salcomo Eato dari komunitas Belajar Helm, pengendara disarankan memilih helm yang menutup seluruh permukaan wajah (full face) untuk berkendara di saat hujan. “Kalau bicara musim apapun sebaiknya pilih yang full face. Bicara aman jelas full face,” ujarnya kepada Kompas.com.

Selain faktor keamanan, helm tipe ini membantu pemotor mengurangi gangguan pada penglihatan. Misal penggunaan helm semi tertutup seperti pada motorcross saat hujan, tentu ada kekurangan karena tidak memiliki visor untuk melindungi mata dari terpaan air hujan.

Helm tipe ini biasanya dilengkapi kacamata goggle untuk membantu kurangi gangguan penglihatan.

Hal senada diucapkan oleh Citra Ayu Lestari selaku Defensive Riding Instructor dari Rifat Drive Labs (RDL). Pengguna kaca mata memiliki keterbatasan penglihatan saat hujan dan malam hari.

“Memang ada keterbatasan ketika berkendara saat hujan atau malam hari. Karena pada malam hari, bias cahaya dari pengendara lawan akan membuat silau. Sementara saat hujan, udara yang keluar dari lubang masker melalui hidung kita, akan menimbulkan embun pada kacamata,” kata Citra dinukil Okezone.com.

“Tidak ada solusi pasti, namun untuk masalah embun saat hujan, lebih baik tidak usah pakai masker atau balaclava (penutup mulut). Selain itu, untuk riding malam hari atau saat hujan, tingkatkan kewaspadaan dua kali lipat. Jarak aman berkendara itu adalah tiga detik, nah, kalau riding malam plus hujan, panjangkan lagi jarak amannya, misalnya menjadi delapan detik.”

Untuk pemotor dengan kacamata, ikuti beberapa tip aman saat berkendara di tengah hujan lebat seperti terlampir dalam tautan ini.

Pertama, hindari genangan air. Anda tidak bisa menebak dalam atau tidak lubang yang tergenang air.

Langkah paling aman adalah menghindari genangan. Namun jika Anda tidak sempat menghindar, jaga keseimbangan dengan baik dan jangan menginjak rem mendadak.

Kedua, tetap tenang saat berkendara. Anda dilarang melakukan gerakan tiba-tiba. Misal akselerasi mendadak, pengereman, atau kegiatan menghindar secara tajam dan cepat.

Bila kondisi membuat Anda harus mengerem tiba-tiba, praktikkan cara sebagai berikut. Secara perlahan-lahan tarik tuas rem depan terlebih dahulu, untuk menekan suspensi. Kemudian secara bertahap injak rem belakang sampai Anda melambat atau berhenti.

Ketiga, melihat warna pelangi di permukaan jalan? Anda harus menghindarinya. Sebab, genangan penuh warna itu bisa jadi mengandung minyak yang licin. Keadaan ini bisa Anda temui di persimpangan jalan, saat lampu lalu lintas menyala dan kendaraan berhenti.

Saat itu oli kendaraan atau selang minyak rem yang bocor menetes bercampur air hujan hingga menimbulkan genangan berwarna pelangi. Jadi ekstra hati-hati ketika Anda berhenti atau melintasi persimpangan di saat hujan.

BACA JUGA