Tip mengikuti lelang kendaraan

Sedan Audi A5 2.0 TFSI AT tahun 2013, salah satu kendaraan hasil sitaan yang akan dilelang oleh Komisi Pemberantasa Korupsi pada 22 September 2017.
Sedan Audi A5 2.0 TFSI AT tahun 2013, salah satu kendaraan hasil sitaan yang akan dilelang oleh Komisi Pemberantasa Korupsi pada 22 September 2017. | Wahyu Putro A /Antara Foto

Pekan ini, tepatnya Jumat (22/9/2017), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang 19 mobil dan sebuah motor hasil sitaan dari para terhukum tindak pidana korupsi. Pelaksanaan lelang kendaraan ini akan dilakukan di Ruang Cenderawasih, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, yang dimulai pukul 13.00-14.15 WIB.

Pelelangan kendaraan ini dilakukan sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Nomor 41/Pdt.Sus/TPK/2016/PN.JKT.

Melihat daftar yang dirilis KPK, Senin (18/9), kendaraan yang dilelang datang dari berbagai jenis, mulai dari sedan, MPV, hingga SUV. Sementara satu motor yang ikut dilelang bermerek Kawasaki.

Harga awal yang ditawarkan cukup menarik. Mobil termurah adalah sebuah Isuzu Panther dengan banderol Rp28.875.000 hingga Jaguar XJL dengan harga awal Rp1,14 miliar.

Untuk mengikuti lelang tersebut, KPK menetapkan uang jaminan mulai Rp2,5 juta (untuk motor Kawasaki) hingga Rp260 juta (untuk mobil Jaguar). Syarat lainnya adalah memiliki akun yang telah terverifikasi pada situs web www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Karena harga pembukaan pada sebuah acara lelang biasanya selalu di bawah harga pasaran, membeli barang dalam sebuah ajang lelang bisa jadi sangat menguntungkan--terutama untuk pedagang yang memang ingin menjualnya kembali.

Walau demikian, harga akhir hingga barang itu terjual akan sangat tergantung dari berapa banyak orang yang berhasrat untuk memiliki barang tersebut. Bisa saja harga finalnya justru lebih mahal dari nilai pasar.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli barang dalam pelelangan, banyak hal yang mesti dipertimbangkan.

Hal paling utama, menurut Gunawan, seorang pedagang mobil bekas, pembeli mesti memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan tersebut.

"Mau itu barang sitaan dari mana saja, dan kalau mau dijual lagi tidak masalah. Pedagang paling penting mobilnya masih bagus dan surat-suratnya lengkap semua," kata Gunawan pada Otomania.com.

Senada dengan Gunawan, Sutrisno pedagang mobil bekas di Mal MGK Kemayoran menjelaskan bahwa yang paling penting dalam membeli mobil bekas adalah kelengkapan surat.

"Kita juga tidak akan tanya ini mobil dari mana, yang paling penting STNK, BPKB, sama faktur pembelian ada itu sudah aman. Kalau tidak ada faktur juga bisa, asal STNK dan BPKB-nya lengkap" kata Sutrisno.

Akan tetapi, kendaraan-kendaraan yang dilelang KPK ini tak semuanya memiliki surat-surat lengkap. Beberapa di antaranya tak dilengkapi dokumen seperti STNK dan BPKB.

Namun jika Anda ngotot untuk tetap ikut lelang, berarti harus mau menyediakan dana dan waktu tambahan untuk mengurus surat-surat tersebut.

Soal kepengurusan BPKB kendaraan yang hilang, Anda dapat mengikuti tahapan ini, begitu pun untuk kepengurusan STNK yang raib.

Atau, Anda dapat membawa serta perwakilan biro jasa kepengurusan dokumen jika nanti salah satu barang lelang tanpa dokumen itu jatuh ke tangan Anda.

Selain kelengkapan surat, Asura.co.id merangkum beberapa hal yang harus Anda cermati saat mengikuti lelang kendaraan.

Pertama, Anda harus jeli saat memilih. Pada umumnya, kendaraan yang dilelang, apalagi barang sitaan, kondisinya tentunya beragam. Ada yang masih bagus, ada yang tidak. Jadi, Anda harus teliti sebelum memutuskan ikut menawarnya.

Pastikan juga Anda paham cara cek kendaraan masih bagus atau tidak, terutama sektor mesin.

Yang kedua, cek dan bandingkan harga mobil bekas di pasaran. Tentunya ini penting, agar Anda tidak terjebak oleh harga yang terlalu mahal. Cari nilai keuntungan dan alasan kenapa Anda lebih memilih membeli mobil lelang dibanding mobil bekas lainnya.

Selanjutnya, jangan terburu nafsu, coba perhatikan penawar lainnya. Catat dan analisis para penawar yang terkesan mencurigakan, misalnya mereka yang sangat aktif menawar.

Jika Anda berhasil membawa pulang mobil yang diinginkan, jangan lupa langsung dilakukan pengecekan di bengkel kepercayaan Anda, atau bengkel resmi merek kendaraan tersebut.

Membeli kendaraan melalui jalur lelang memang bisa menjadi alternatif yang sangat menguntungkan. Syaratnya, anda paham kendaraan, harga pasaran, dan tidak mudah terburu nafsu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR