Toyota Sienta siap ramaikan jalanan Indonesia

Simbolis penyerahan kunci yang dilakukan Wakil Direktur TAM, Henry Tanoto (tengah), memberikan simbolis junci kepada konsumen yang merupakan pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan
Simbolis penyerahan kunci yang dilakukan Wakil Direktur TAM, Henry Tanoto (tengah), memberikan simbolis junci kepada konsumen yang merupakan pasangan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan | Mustafa Iman /Beritagar.id

Gosip kehadirannya telah berhembus sejak tahun lalu. Diperkenalkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 pada 8 April. Kini Toyota Sienta siap meramaikan jalanan di Indonesia.

Dalam sebuah acara di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (26/7/2018), Toyota Astra Motor (TAM) mengabarkan sudah siap untuk mendistribusikan 2.000 unit pertama dari mini MPV ini kepada para pemesan. Sejak diluncurkan pada IIMS 2016, Toyota telah menerima 2.800 lembar Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Sienta.

"Kami berharap penjualannya bisa capai 3.500 unit per bulan,dan mampu memberikan kontribusi 5 sampai 8 persen untuk kelas MPV secara keseluruhan,'' kata Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM.

Untuk mencapai target penjualan tersebut, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menginvestasikan Rp2,5 triliun untuk mendirikan pabrik khusus Sienta di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut diresmikan pada Senin (25/7) dan menjadi pabrik mobil kompak pertama Toyota di luar Jepang.

Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami menyatakan pabrik baru itu bisa memproduksi 4.000 unit Sienta per bulan dengan tingkat kandungan lokal mencapai 80 persen.

"Mobil merupakan buatan Indonesia dengan hasil upaya sumber daya manusia Indonesia. Kami akan mengekspor Sienta ke nagara-negara di kawasan Asia Tenggara mulai akhir 2016 ini," ujar Nonami seperti dikutip CNN Indonesia.

Mulai Juli, Sienta dipasarkan dalam 7 jenis. Masing-masing E-M/T (transmisi manual) dibanderol dengan harga Rp230 juta, E-CVT (transmisi otomatis) Rp248 juta, G manual Rp242 juta dan G-CVT Rp260 juta, V manual Rp257 juta dan V-CVT Rp275 juta, serta jenis tertinggi, Q-CVT, yang dapat diboyong dengan merogoh kocek Rp295 juta.

Anda dapat melihatnya sebelum melakukan pembelian di laman resmi Toyota.

Dengan teknologi pintu geser, diharapkan Sienta dapat memikat konsumen.
Dengan teknologi pintu geser, diharapkan Sienta dapat memikat konsumen. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Penuh kandungan lokal

Pekerja melakukan pemeriksaan untuk pekerjaan akhir pembuatan mobil Toyota All New Sienta, di pabrik Karawang 2, Jawa Barat, Senin (25/7).
Pekerja melakukan pemeriksaan untuk pekerjaan akhir pembuatan mobil Toyota All New Sienta, di pabrik Karawang 2, Jawa Barat, Senin (25/7). | Audy Alwi/Antara

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, mengatakan bahwa proses produksi Sienta dilakukan bersama pemasok lokal sehingga mobil itu menjadi sebuah produk berkualitas global dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi.

Dilansir Otomotifnet, Ada 139 perusahaan lokal yang menjadi pemasok lapis pertama sehingga kandungan lokal Sienta produksi awal ini sudah mencapai 80 persen.

"Padahal waktu generasi pertama Kijang diproduksi pada 1977 hanya 19 persen (kandungan lokalnya)," jelas Masahiro Nonami.

Secara keseluruhan, tambahnya, kandungan lokal pada produk-produk TMMIN sudah mencapai 60 hingga 85 persen.

Namun untuk beberapa komponen seperti transmisi, front axle, dan beberapa suku cadang elektronik, TMMIN masih mengimpornya dari Jepang.

Dalam proses produksi, TMMIN hanya membutuhkan waktu 2,8 menit untuk menuntaskan satu unit Sienta dari hasil sebuah perakitan. Demikian dipaparkan Nandi Juliyanto, Executive General Manager Karawang Plant TMMIN, kepada detikOto.

Sedangkan, lanjut Nandi, bila dihitung dari proses awal sampai menjadi satu unit kendaraan utuh, TMMIN membutuhkan waktu total 27 jam. Waktu tersebut dimulai dari pemasangan lembaran baja hingga menjadi sebuah unit mobil utuh.

Akan tetapi, dikatakan waktu tersebut dikatakan Nandi dapat berubah. "Nah untuk take time ini ini nantinya tergantung permintaan. Biasanya kita tiap bulan ada rapat dengan pihak marketing," katanya.

Sejarah singkat Sienta

TOYOTA SIENTA EXPLORATION /Djokonoto Raharjo

Dalam keterangan resmi kepada OtomotifKompas, Senin (25/7), TMMIN menjelaskan bahwa ide untuk memproduksi Sienta sudah mulai dipelajari sejak lima tahun lalu.

Ketika itu Toyota menginginkan model kendaraan yang serba bisa. Ia bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penggunanya, seperti belanja, berkomunitas, dan piknik dengan keluarga, sekaligus mampu digunakan pada jalan yang rusak dan banjir.

Pilihan jatuh pada generasi kedua Sienta yang rencananya meluncur pada 2015 di Jepang. Sebagai catatan, generasi pertama Sienta yang diproduksi Toyota Motor East Japan (TMEJ) hanya dijual di negara itu sejak 2003.

Pada 2011, TAM mulai mengirim ahli-ahlinya ke TMEJ untuk mempelajari dan mengembangkan mobil tersebut. Hingga 2015, sudah 170 ahli TAM yang dikirim ke pabrik TMEJ di Sendai, Jepang.

Pada 2012, akhirnya ditentukan spesifikasi generasi Sienta untuk Indonesia. Salah satunya letak tuas transmisi di lantai, berbeda dengan versi Jepang yang disematkan di dasbor. Desain dasbor pun berubah total untuk Sienta yang akan dipasarkan di Indonesia.

Kondisi iklim di Indonesia juga menjadikan pertimbangan khusus dalam mendesain Sienta versi Indonesia. Salah satunya, Sienta versi Indonesia menggunakan desain grill radiator yang lebih terbuka. Alasannya, akan lebih banyak udara yang bisa masuk mendinginkan mesin mengingat panasnya Indonesia.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah jarak antara tanah dan bodi terendah (ground clearance). Karena kerap terjadi banjir, Sienta versi Indonesia memiliki ground clearance lebih tinggi 25mm dibandingkan versi jepang. Selain itu, Toyota juga memodifikasi sekat pintu agar air tak mudah masuk saat menerjang banjir.

Tambahan lainnya adalah AC yang ditempatkan di baris kedua bangku penumpang, yang tidak digunakan pada versi Jepang.

Pada 2014, TMMIN mulai menyiapkan produksi Sienta di dalam negeri. Tahun lalu uji kelayakan mobil dilakukan di Indonesia dan proyek pengoperasian pabrik mesin RNR TMMIN diresmikan. Mesin itu akan digunakan pada Sienta dan beberapa model lain di Indonesia.

Pengujian purwarupa Sienta dilakukan pada awal 2016, sebelum mobil itu diperkenalkan dalam ajang IIMS 2016.

Produksi massal mobil ini dimulai pada Juni setelah pabrik mesin RNR mulai beroperasi pada Maret 2016.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR