GIIAS 2018

Truk laba-laba dan bus listrik di GIIAS

Wujud truk Mitsubishi Fuso Super Great V Spider, pada pameran GIIAS 2018, Rabu (8/8/2018).
Wujud truk Mitsubishi Fuso Super Great V Spider, pada pameran GIIAS 2018, Rabu (8/8/2018). | Mustafa Iman /Beritagar.id

Walau Gaikindo telah membuat pameran khusus untuk kendaraan niaga dan komersial pada Maret 2018, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVec) di Jakarta Convention Centre, para produsen kendaraan niaga tetap hadir di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung di ICE, BSD, yang berlangsung sejak Kamis (2/8) hingga Minggu (12/8).

Beberapa jenama kendaraan niaga dan komersial, seperti Tata Motors, Hino, dan Mitsubishi Fuso, menampilkan produk terbaru termasuk kendaraan listrik di gerai pamer Hall 3.

Di bawah bendera Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Mitsubishi Fuso meramaikan pameran ini melalui tema Absolute Professional.

Salah satu unit yang menarik perhatian pada gerai pamer KTB adalah adalah unit truk Fighter, yang merupakan varian truk modern pada segmen menengah (medium) yang siap dipasarkan.

Kehadiran Fighter pun melengkapi ragam tipe truk Fuso yang sudah tersedia saat ini. Atsushi Kurita, Presiden Direktur KTB, mengklaim bahwa unit Fighter layak menjadi pilihan tepat untuk mendukung profesionalisme para pebisnis masa kini.

Usai melakukan kegiatan CSR "Fuso Student Skill Competition", Rabu (8/8), Kurita menyatakan, KTB akan mulai memasarkan lima varian Fighter di Tanah Air untuk para pelaku bisnis di bidang logistik, pertambangan, dan infrastruktur.

Model lain yang juga memikat di gerai pamer Fuso adalah truk Super Great V Spider. Truk ini memiliki konsep banyak tangan, layaknya laba-laba.

Untuk menopang kinerjanya, V Spider dibekali mesin 6R10 (T8) diesel dengan tenaga 460 hp/1.800 rpm, 2.500 Nm/1,200 rpm.

Sementara transmisinya adalah 12-percepatan INOMAT-II dan mechanical automatic transmission.

Kurita mengatakan, kehadiran deretan truk Fuso itu merupakan upaya mencapai target pangsa pasar sebesar 50 persen dalam sektor kendaraan niaga.

Suasana gerai pamer Tama Motors yang menampilkan Tata Prima 3338.K, Rabu (8/8/2018).
Suasana gerai pamer Tama Motors yang menampilkan Tata Prima 3338.K, Rabu (8/8/2018). | Mustafa Iman /Beritagar.id

Sementara jenama India, Tata Motors, melalui Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) selaku agen pemegang merek (APM) di Indonesia, memperkenalkan truk 8x4 Tata Prima 3338.K, Kamis (2/8).

"Melalui model ini, tentunya akan meningkatkan kepercayaan kami untuk bersaing di pasar kendaraan niaga nasional," kata Presiden Direktur TMDI, Biswadev Sengupta, kepada Beritagar.id di gerai pamer Tata Motors, Rabu (8/8).

Kehadiran 3338.K, sambungnya, melengkapi kehadiran Tata Prima seri 2528 LX yang merupakan truk di segmen medium heavy duty untuk kebutuhan tambang, logistik, dan konstruksi.

Kendaraan berbobot 33 Ton dengan tenaga 375 hp hasil kinerja Cummins Engine 9-percepatan ini, diklaim sesuai untuk kebutuhan pengangkutan batubara, konstruksi berat, angkutan berat, serta relokasi mesin.

Secara umum, truk yang dipamerkan di GIIAS 2018, melalui keterangan Wilda Bachtiar, CV Marketing Manager TMDI, sudah bisa menggunakan bahan bakar Biodiesel 20 (B20).

Bus listrik konsep, Ponco EV, dipamerkan di gerai pamer Hino, Rabu (8/8/2018).
Bus listrik konsep, Ponco EV, dipamerkan di gerai pamer Hino, Rabu (8/8/2018). | Mustafa Iman /Beritagar.id

Jenama lain, Hino Motors, juga memamerkan lini andal mereka berupa delapan kendaraan niaga yang terdiri atas bus dan truk.

Hino Motors Sales Indonesia, APM Hino Motors di Indonesia, pun turut membawa bus listrik. Hal tersebut sejalan dengan tema yang mereka usung, yakni Trucks and Buses that do more, be connected to customer's future".

Bus tersebut bernama Poncho EV (electric vehicle), yang murni bertenaga listrik dengan sistem pengisian daya plug-in berbalut warna hijau-putih yang identik dengan kesan go-green.

Poncho EV yang memiliki panjang 6,9 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3,1 meter ini menggunakan motor listrik bertenaga 200 kW/300v, dengan baterai jenis lithium-ion 30 kWh.

Dengan bobot kosong 7,7 ton, bus ini mampu dipacu hingga kecepatan 60 km/jam. Namun pengemudi harus melakukan pengisian ulang baterai per 10 km.

Bus yang mampu menampung 36 penumpang berikut awak ini langsung dibawa Hino dari Jepang.

Menurut keterangan resmi Hino, "Hino Poncho EV memiliki suara yang halus saat dioperasikan tanpa mengeluarkan CO2. Sehingga membuat penumpang dan penduduk sekitar yang dilalui rute bus ini tetap nyaman."

Sebelumnya, bus ini juga dipamerkan di ajang Tokyo Motor Show 2017. Saat ini, Poncho EV sudah mulai beroperasi di beberapa wilayah di Jepang, seperti di Sumida dan Hamura di Tokyo, serta Komatsu di Prefectur Ishikawa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR