Wuling Motors masih andalkan Confero dan Cortez di Indonesia

Barisan Wuling Cortez saat sesi media test drive yang berlangsung pada 28 Februari - 2 Maret 2018 di Semarang, Jawa Tengah.
Barisan Wuling Cortez saat sesi media test drive yang berlangsung pada 28 Februari - 2 Maret 2018 di Semarang, Jawa Tengah. | Randi Aditya /Beritagar.id

Memulai debut di pasar Indonesia pada Agustus 2017 melalui model Wuling Confero, Wuling Motors berhasil mencatat penjualan yang relatif baik . Hingga Januari 2018, seluruh varian Confero sudah terjual 5.500 unit --baik segmen pribadi maupun komersial.

"Sejauh ini Confero juga dibeli oleh perusahaan taksi Express. Sekitar 150 unit Confero sudah menjadi taksi," papar Dian Asmahani, Brand Manager SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), kepada Beritagar.id di sela media test drive Wuling Cortez di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018).

Dengan kemampuan kapasitas produksi saat ini mencapai 30.000 unit per tahun, Dian menjelaskan bahwa kapasitas tersebut mampu menjawab kebutuhan pelanggan pada Confero. Wuling pun akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 120.000 unit pada akhir 2018.

Selain Confero, model anyar Cortez juga berkontribusi pada penjualan Wuling di Indonesia. Padahal Cortez baru diluncurkan pada Februari 2018.

"Total SPK (surat pemesanan kendaraan) untuk Cortez dari 8 Januari sampai 7 Februari sudah mencapai 600-an unit, dan update dari 8 sampai 28 Februari tambah 600 unit, jadi total sudah 1.200 unit," lanjut Dian.

Jajaran petinggi Wuling Motors bersama media yang terlibat pada sesi media test drive Wuling Cortez di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018).
Jajaran petinggi Wuling Motors bersama media yang terlibat pada sesi media test drive Wuling Cortez di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018). | Wuling Motors

Kejar balik modal

Wuling cukup serius masuk pasar Indonesia. Mereka melakukan investasi di Indonesia mencapai USD700 juta atau setara Rp9,6 triliun. Angka ini tergolong besar dan berani demi bersaing dengan pemain lawas otomotif yang lebih dulu beredar dan punya nama di Tanah Air.

Rincian biaya sebesar itu digunakan untuk membangun pabrik seluas 60 hektar di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut dibagi menjadi dua; 30 hektar untuk perakitan dan 30 hektar untuk supplier park dengan target kapasitas produksi maksimal 120.000 unit per tahun.

Dengan dua produk yang kini menjadi tulang punggung di Indonesia; Confero di kelas LMPV dan Cortez di segmen medium MPV, Wuling belum fokus pada penjualan yang terlampau tinggi.

Mereka sementara ini mengejar pengembalian dana investasi alias balik modal. Namun Dian pun enggan membahasnya.

"Terlalu dini untuk membahas balik modal. Kami juga belum lama di Indonesia, sekarang selain produk, kami fokus untuk mengembangkan jaringan penjualan," ungkap Dian.

Dijelaskan lebih lanjut, Wuling pun sudah menetapkan target untuk seluruh varian pada tahun 2018, yaitu penjualan 30.000 unit. Itu sebabnya Dian secara normatif mengatakan bahwa balik modal mungkin baru bisa terjadi pada tahun ketiga hingga kelima.

"Kami juga baru di Indonesia, baru punya dua model, jadi memang untuk itu tidak bisa kami informasikan. Tetapi, sejauh ini kami melihat kondisi pasarnya cukup positif."

Di Tiongkok, negara asal Wuling, mobil ini menggunakan jenama (merek) Baojun. Varian modelnya pun lengkap, termasuk SUV 510, 530, dan 560.

Melihat modelnya, tiga varian SUV ini cukup pantas untuk bersaing dengan Honda CRV, Mitsubishi Pajero, dan Nissan X-Trail. Dian mengakui pasar SUV di Indonesia cukup menggiurkan, tapi sejauh ini belum ada rencana untuk menjual SUV Wuling di sini.

Yang jelas, bila Wuling menjual varian SUV di Indonesia, para jenama yang sudah mapan di Indonesia patut waspada. Maklum, Wuling menjual produknya di bawah harga pasaran tapi dengan kualitas dan fitur setara mobil berharga relatif mahal.

Ambil contoh Confero 1.5 yang berharga Rp128 juta hingga Rp165 juta. Bandingkan dengan varian termurah Toyota Avanza Rp190 juta sampai Rp220 juta.

Sementara Cortez 1.8 dijual dengan rentang harga Rp218 juta dan Rp264 juta. Namun fiturnya sangat lengkap seperti halnya mobil Toyota Innova yang harganya Rp300 jutaan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR