MOBIL BARU

Wuling Motors menutup 2018 dengan peluncuran mobil niaga

Peluncuran Wuling Formo di Atrium Utama, ITC Cempaka Mas, Jakarta. Wuling Formo menjadi penutup produk baru Wuling Motors di 2018.
Peluncuran Wuling Formo di Atrium Utama, ITC Cempaka Mas, Jakarta. Wuling Formo menjadi penutup produk baru Wuling Motors di 2018. | Randi Aditya /Beritagar.id

Lima belas bulan sudah Wuling Motors meramaikan industri otomotif Indonesia. Model pertama hadir pada Agustus 2017 melalui Wuling Confero S di kelas Low Multi Purpose Vehicle (LMPV). Selang enam bulan kemudian, Wuling kembali melengkapi lini produk keduanya melalui Wuling Cortez di kelas medium MPV.

Dalam kurun waktu tersebut, sambutan pasar otomotif Indonesia terhadap dua produk Wuling Motors cukup baik. Dari target penjualan 30.000 unit yang dicanangkan pihak internal Wuling Indonesia, Confero S dan Cortez telah berhasil menjual secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) sebanyak 13.170 unit selama periode Agustus 2017 hingga Juni 2018.

Angka yang cukup jauh memang bila melihat pencapaian yang diraih Wuling Motors dengan target yang diharapkan. Namun, bila menilik kehadiran Wuling yang belum genap 2 tahun di pasar mobil Indonesia, angka ini bisa dibilang “lumayan” sebagai pemain baru sekaligus mengangkat pamor mobil Tiongkok di tengah gempuran mobil Jepang.

Jelang penutupan kuartal ketiga 2018, Wuling Motors menutup tahun anjing tanah ini dengan menambah satu produk lagi di kelas Light Commercial Vehicle (LCV), yakni Wuling Formo. Mobil ini menjadi produk pertama Wuling di segmen kendaraan niaga.

Diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers di Atrium Utama, ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Rabu (7/11), Wuling Formo menjadi mobil niaga yang menawarkan kenyamanan bagi pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi. Sejumlah fitur dibenamkan pada mobil ini, seperti electric power steering (EPS), meter cluster MID, dan pendingin udara (AC).

"Kami bergerak cepat (meluncurkan Wuling Formo) karena kami melihat segmen komersial memiliki prospek yang cukup potensial. Setelah 15 bulan hadir di Indonesia, akhirnya kami memutuskan meluncurkan produk komersial pertama dari Wuling dan menjadi bukti komitmen bahwa kami serius di pasar di Indonesia," pungkas Dian Asmahani, Brand Manager SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), kepada Beritagar.id di sela-sela peluncuran Wuling Formo.

Mengambil rancang desain dari Confero S

Meski pihak internal Wuling Motors tak secara gamblang memaparkan dari mana inspirasi desain Wuling Formo, namun ada beberapa kemiripan mobil niaga ini dengan Confero S. Bila menilik data spesifikasi dimensi kendaraan, baik Wuling Confero dengan Formo memiliki beberapa kesamaan.

Nuansa kabin dan lingkar kemudi Wuling Formo. Kata Formo diambil dari bahasa latin yang memiliki arti membentuk.
Nuansa kabin dan lingkar kemudi Wuling Formo. Kata Formo diambil dari bahasa latin yang memiliki arti membentuk. | Randi Aditya /Beritagar.id

Mobil yang dirakit di Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, memiliki panjang 4.493 milimeter (mm), lebar 1.691 mm, dan tinggi 1.715 mm.

Wajar bila Formo mengambil rancang desain dari Confero S. Pasalnya, Confero S telah mendapatkan dua penghargaan dari media otomotif nasional. Pada 2017, Wuling Confero S didaulat sebagai Indonesian Car of the Year 2017 kategori small MPV dari Majalah Mobilmotor. Sementara penghargaan kedua datang dari Tabloid Otomotif sebagai Rookie of the Year OTOMOTIF Award 2018.

Meski desain bodi serupa, ada perbedaan soal kapasitas mesin yang digunakan. Bila Confero S menggendong mesin berkapasitas 1.485 cc, Formo hanya dipersenjatai kapasitas mesin lebih kecil, yakni 1.206 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 77,5 PS pada putaran mesin 5.600 rpm dan torsi puncak 110 Nm pada 3.600-4.000 rpm.

Mesin 1.2 liter tersebut dipadukan oleh transmisi manual 5-percepatan berpenggerak roda belakang, sehingga Formo memiliki durabilitas lebih baik dibanding mobil niaga berpenggerak roda depan.

Meski kapasitas mesin lebih kecil, Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors menegaskan bahwa apa yang dimiliki Wuling Formo mampu membawa penumpang atau barang dengan optimal.

"Mobil ini memiliki daya angkut hingga 595 kilogram. Formo juga sudah diuji oleh pihak yang lebih kompeten dalam urusan ini (pengujian bobot barang),” terang Danang.

Yang menarik, meski berstatus mobil niaga Wuling Formo memiliki kenyamanan yang tak dimiliki oleh segmen mobil di kelasnya. Formo sudah dilengkapi lingkar kemudi berfitur EPS, penunjuk kecepatan dengan Multi Information Display (MID), pendingin udara, power window, dan sabuk keselamatan di setiap baris.

Di pasar mobil niaga, Wuling Formo akan bersaing dengan beberapa kompetitor dari Jepang, sebut saja Daihatsu Gran Max dan Suzuki APV yang lebih dulu mengisi segmen niaga di Indonesia. Suzuki APV Arena Blind Van tipe terendah dibanderol Rp147 juta, sementara Daihatsu Gran Max tipe terendah di angka Rp155.375.000,-.

Bila disandingkan dengan dua mobil tersebut, harga Wuling Formo paling rendah di segmennya. Untuk Wuling Formo tipe Blind Van dipasarkan seharga Rp135,8 juta, sedangkan model Minibus dibanderol dengan harga Rp136,8 juta. Keduanya hadir dengan dua pilihan warna; pristine white dan starry black.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR