6 Pemandangan indah sepanjang perjalanan kereta Semarang - Solo

Ilustrasi pemandangan perjalanan kereta Semarang-Solo
Ilustrasi pemandangan perjalanan kereta Semarang-Solo | Shutterstock

Meski terletak berdekatan, Semarang dan Solo menawarkan pesona wisata yang berbeda. Jika Semarang terkenal dengan suasana Kota Lama dan akulturasi budayanya, Solo banyak dikenal akan pesona kebudayaan Jawa dan suasana kota yang tenang.

Kedua kota ini terhubung oleh jalur darat, salah satunya melalui kereta Semarang - Solo. Beberapa nama kereta yang melayani rute ini adalah KA Brantas, KA Majapahit, KA Bangunkarta, KA Matarmaja, dan yang terbaru, KA Joglosemarkerto.

Berawal dari Stasiun Semarang Tawang atau Stasiun Semarang Poncol, perjalanan kereta Semarang – Solo akan berakhir di Stasiun Solojebres atau Stasiun Solo Balapan. Selama perjalanan berdurasi minimal 2 jam 13 menit tersebut, mata Anda akan dimanjakan oleh hamparan pemandangan indah. Cek deretan titik yang tidak boleh Anda lewatkan berikut ini.

1. Arsitektur klasik Stasiun Semarang Tawang

Manjakan mata Anda dengan kemegahan arsitektur bergaya kolonial di Semarang Tawang. Anda bisa mengisi waktu sebelum berangkat dengan menjelajah sudut-sudut artistik di sana. Pintu-pintu tinggi dengan jendela berbentuk setengah lingkaran di atasnya, atap tinggi berkubah, dan dinding bergambar cantik.

2. Kawasan tambak dekat Stasiun Poncol

Bagi Anda yang naik kereta menuju Solo dari Stasiun Poncol, ada pemandangan menarik yang siap menunggu seketika kereta berangkat, yakni kawasan tambak yang diawali dengan lahan berair dan dipenuhi pohon eceng gondok. Semakin menjauhi titik keberangkatan, pemandangan semakin mencuri perhatian dengan suasana rumah-rumah sederhana dari kayu dan seng mengelilingi kolam tambak. Sesekali, Anda dapat menyaksikan nelayan tengah memanen atau memberi makan ternak tambaknya.

Pemandangan di Rawa Pening, Semarang
Pemandangan di Rawa Pening, Semarang | Shutterstock

3. Pemandangan hijau sepanjang jalan

Semakin mendekati Kota Solo, Anda akan mendapatkan pemandangan yang menyegarkan mata. Pegunungan, hamparan sawah, hutan jati, hingga perkebunan jagung, pisang, dan tembakau membentang menyejukkan mata. Jika Anda melakukan perjalanan Semarang-Solo di musim hujan, pemandangan akan lebih cantik layaknya hamparan karpet hijau.

4. Stasiun bergaya kuno, Stasiun Tanggung

Setelah kereta Semarang - Solo melewati Demak, perjalanan akan mulai memasuki ruas jalur Semarang - Tanggungharjo. Ketika menyusuri jalur ini, jangan lupa tengokkan kepala ke sebelah kanan. Sekilas dilihat, bentuk tempat ini mirip dengan rumah tinggal. Nantinya, Anda akan melihat sebuah stasiun kecil yang tampak unik dengan bentuk konstruksi sederhana dari kayu jati berwarna kuning kecokelatan. Saat ini, tempat ini berperan sebagai stasiun pemantau sekaligus museum sejarah kereta api di Indonesia.

5. Stasiun Kedungjati di antara pohon jati

Semakin mendekati tujuan akhir, kereta menuju Solo terlebih dahulu akan melewati Stasiun Kedungjati. Pemandangan di tengah hutan jati ini sangat menarik karena menampilkan nuansa klasik yang kental. Resmi beroperasi sejak tahun 1869, stasiun ini sekarang masih kokoh dan terawat menonjolkan arsitektur gaya kolonial, lengkap dengan bingkai pintu dan jendela dari batu bata merah.

6. Kesegaran Jalur Pantura

Sejak awal Desember 2018, penumpang kereta Semarang - Solo mendapat pilihan kereta baru untuk perjalanannya, yakni KA Joglosemarkerto. Kereta satu ini menjanjikan pemandangan yang sangat menakjubkan, terutama saat memasuki jalur Pantai Utara dengan rel yang berada di tepian laut. Pastikan Anda menyiapkan kamera dan mengabadikan pemandangan yang cukup langka ini.

Agar Anda dapat ditemani pemandang-pemandangan tersebut selama perjalanan Semarang-Solo, pastikan memilih tempat duduk di sebelah kiri agar dapat menikmati pemandangan tersebut dengan lebih leluasa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR