TUJUAN WISATA

6 Spot wisata baru di Kepulauan Seribu

Pulau Harapan, di Pulau Seribu.
Pulau Harapan, di Pulau Seribu. | Arief Akbar /Shutterstock

Pemerintah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, baru saja menginformasikan ada enam tempat baru di kepulauan tersebut yang mesti dikunjungi wisatawan yang hobi melakukan swafoto.

"Kami ciptakan spot menarik, memanfaatkan lahan dan taman yang ada. Ini tekad yang kuat memajukan Kepulauan Seribu lebih berwarna," kata Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (30/3).

Menurut Husein lagi, titik swafoto itu dibangun untuk melengkapi keindahan Pulau Seribu sehingga akan lebih menarik minat para wisatawan. Spot swafoto ini juga merupakan Gerakan Percantikan, yang merupakan bagian dari Gerakan Seribu Warna yang dicanangkan Pemkab Kepulauan Seribu dengan melibatkan masyarakat.

Upaya ini bisa jadi berkaitan dengan anjloknya jumlah turis yang menyambangi Pulau Seribu pasca terjadinya tsunami. Asisten Pemerintahan Kepulauan Seribu, Arif Wibowo juga mengatakan, sejak tsunami Selat Sunda, kunjungan wisatawan menurun drastis hingga mencapai 50 persen.

"Memang sejak musibah tsunami ini berdampak kepada kunjungan wisatawan bukan hanya di Pulau Resort tetapi di Pulau Wisata Permukiman," ujar Arief seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (16/2).

Padahal, pada 2017, jumlah penumpang kapal kerapu milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan kapal kayu dengan tujuan atau asal dari Kepulauan Seribu-Muara Angke, yang juga digunakan para pelancong, meningkat 22 kali lipat menjadi total 671.096 penumpang dari tahun sebelumnya.

Sebelum meresmikan enam titik swafoto tersebut, Pemkab Kepulauan Seribu juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memasikan wilayah Kepulauan Seribu aman dan tidak terdampak tsunami. Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir berlibur ke pulau-pulau wisata yang ada di sana.

Ada juga beberapa acara yang digelar bekerja sama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Salah satu titik foto teranyar adalah Perahu Khole, yang diresmikan pada Rabu, 27 Maret 2019. Lokasi ini dbuat berdasarkan literasi dan cerita masyarakat setempat. Perahu Khole merupakan hasil karya putra daerah setempat bernama Muhayar sekitar tahun 1950 silam.

Bentuknya berupa perahu layar tradisional berukuran kecil yang berlayar dengan mengandalkan tiupan angin dan dayung sebagai tenaga penggeraknya.

Ada pula salah satu spot yang paling populer, yakni Mahligai Cinta di Kelurahan Pulau Tidung. Mahligai Cinta terbuat dari besi yang dibentuk hati, lalu dilengkapi dengan kursi yang dapat diduduki oleh dua orang, serta dililit dengan bunga plastik warna-warni.

Lalu ada Taman Menunggu Dirimu. Di taman ini, pengunjung dapat menunggu terbit dan terbenamnya matahari sambil bersantai.

Mirip dengan Taman Menunggu Dirimu, ada juga Taman Flora Tanjung Timur. Lokasi ini dibuat dengan konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Selain itu, ada juga Bukit Pelangi di Kelurahan Pulau Pari dan Kursi Pengantin di Kelurahan Pulau Untung Jawa.

Selain spot swafoto, transportasi untuk menuju ke Kepulauan Seribu pun kini dibuat lebih mudah. Tak lagi menggunakan kapal kayu yang kerap disebut "kapal ojek", Mei atau Juni nanti wisatawan bisa menumpang kapal yang lebih modern.

PT Trans 1000 Jakarta Transindo--Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola sarana transportasi laut di kepulauan tersebut--akan mulai mengoperasikan tiga unit Kapal Motor Penumpang (KMP) Trans 1000 yang berbahan alumunium, dari dan menuju Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

KMP tersebut dapat mengangkut hingga 200 penumpang sekali jalan. Jauh lebih banyak dari kapal kayu yang berkapasitas antara 25-50 penumpang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR