KULINER NUSANTARA

Ada apa di Ubud Food Festival 2018

Ilustrasi penggunaan ponsel anak
Ilustrasi penggunaan ponsel anak | BoonritP /Shutterstock

Setiap tahun Ubud, Bali jadi tempat pelaksanaan festival makanan. Apa saja yang menarik di Ubud Food Festival (UFF) 2018?

Indonesia kaya akan keragaman kuliner. Setiap daerah punya cita rasa dan kekhasan. Mulai dari proses memasak, penggunaan bumbu dan bahan, hingga keunikan lain.

Makanan bukan hanya soal rasa. Di balik sebuah sajian ada cerita, sejarah, keahlian, dan perjuangan orang-orang.

Pencinta makanan dapat mencicipi berbagai masakan tradisional dan menggali wawasan tentang dunia kuliner dalam acara UFF 2018.

UFF akan diadakan di seluruh kawasan Ubud, Bali. Tetapi akan terpusat di Taman Kuliner di Jalan Raya Sanggingan. Acara ini akan diselenggarakan mulai 13-15 April 2018 dari pukul 9 pagi hingga selesai malam hari.

Acara yang diadakan keempat kalinya ini akan menampilkan koki ternama dari tanah air dan mancanegara, ada demo memasak, dan 100 stan kuliner.

"Setiap tahunnya, Ubud Food Festival memiliki tema yang berbeda dan tahun ini dipilih tema generasi inovasi. Dari tema ini kami mengembangkan program-program diskusi yang berhubungan dengan sustainability pangan," ujar Kadek Purnami, General Manajer Festival saat ditemui Beritagar.id dalam acara konferensi pers Inovasi Cita Rasa Nusantara ABC di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat, (23/03/2018).

Tema yang dipilih UFF memang seputaran pelestarian kuliner dan budaya, produk lokal, sejarah masakan, dan tahun ini generasi inovasi dipilih karena mengikuti mengikuti perkembangan tren di kalangan muda.

Bintang utama di UFF tentunya masakan Indonesia. Lima puluh persen stan yang ada akan menyajikan kuliner Nusantara dan 60 persen koki pun berasal dari Indonesia. Sisanya adalah koki dari berbagai negara tetapi sudah lama menetap di Bali.

Ada pun rangkaian acara di UFF antara lain Discovering Indonesian Produce bersama Felix Schoener dan Fido Nuswatama Rahadian dari Locavore LocaLAB, dan Crystal Chiu dari Asli Food Project's yang akan berbagi penemuan bahan langka dalam acara makan malam untuk 12 orang.

Selain itu juga ada Papua, Timor dan Bali on the Table, yaitu acara makan siang bersama pendiri UFF yaitu Janet DeNeefe, koki Charles Toto, dan aktivis kuliner Dicky Senda yang membahas kuliner Indonesia Timur.

Untuk demo masak, akan hadir koki ternama seperti Andrian Ishak, Daniel Chavez, Jun Lee, Sun Kim, Rishi Naleendra, Rydo Anton, dan Petrina Loh.

UFF juga akan diramaikan oleh tokoh-tokoh yang telah berkiprah di industri kuliner melalui usaha sosial dan teknologi. Misal David Christian, Co-founder Evoware, produk kemasan dari rumput laut, Tissa Aunilla dari Pipiltin Cocoa, produk cokelat asli Indonesia, dan Thor Yumna dari TaniHub, aplikasi yang mendukung petani lokal dengan menghubungkan mereka langsung dengan konsumen.

UFF bekerjasama dengan Kraft Heinz ABC juga akan menunjukkan bagaimana menu masakan Indonesia sehari-hari bisa lebih lezat dengan inovasi resep pilihan yang akan didemokan oleh koki Petty Elliot dan Billy Kalangi.

Beberapa menu yang akan disajikan Petty dan Billy antara lain tempe tahu bacem salad, tempe mede wijen kecap, soun udang sayuran, nasi goreng sayuran, daging sapi kecap, cakalang pedas manis, dan nasi kuning tuna manis pedas aracini.

Juga akan ada kolaborasi antara Bara Pattiradjawane dengan Mi Abang Adek yang akan menampilkan mi super pedas dan beberapa makanan terpedas lainnya yang akan disiapkan secara khusus oleh Bara selama tiga hari.

Kadek Purnami juga menjelaskan akan ada tur kuliner bersama koki lokal untuk mengenal masakan tradisional Bali, misalnya bebek betutu atau babi guling.

"Sekitar 50 persen acara gratis, siapa saja boleh datang menikmati stan kuliner, penampilan musik, forum diskusi, dan demo memasak. Untuk yang ingin mengikuti master class atau jamuan makan bersama chef Michellin Star tentu ada biaya tambahan," jelas Kadek Purnami.

UFF menyediakan berbagai acara gratis seperti pemutaran film, yoga, acara anak-anak, pasar, teater kuliner, diskusi pangan, dan peluncuran buku Laksmi Pamuntjak berjudul The Birdwoman's Palate.

Acara berbayar meliputi jamuan makan, kolaborasi kuliner antara koki terbaik Asia Tenggara, belajar memasak, menulis makanan, pembuatan pizza kayu bakar, ilustrasi makanan, hingga roasting kopi. Tiket dijual dengan harga mulai Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta.

Bagi yang ingin datang ke UFF, ada beberapa akomodasi yang bisa dipesan dengan harga spesal untuk tinggal di Ubud selama acara berlangsung, seperti hotel Amandari, Alila Ubud, The Mansion Baliwood Resort Hotel & Spa, COMO Uma Ubud, The Purist Villas, Puri Tupai, The Kayon, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA