Arab Saudi bangun resor mewah di Laut Merah

Warga Arab Saudi tampak berwisata di pantai Laut Merah, Jeddah.
Warga Arab Saudi tampak berwisata di pantai Laut Merah, Jeddah. | Andrew V Marcus /Shutterstock

Selalu ada cara untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke suatu tempat. Misalnya mengembangkan daerah, seperti yang dilakukan Arab Saudi dengan proyek mengubah 50 pulau dan situs lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah yang diberi nama The Red Sea.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman adalah sosok yang mempelopori proyek ini, bagian dari sebuah rencana 'Visi 2030' --rencana pembangunan jangka panjang Arab Saudi yang menekankan pada diversifikasi ekonomi agar tak hanya mengandalkan minyak bumi yang harganya terus turun.

Resor di Laut Merah ini, menurut BBC, akan membentang pada kawasan garis pantai sepanjang 200 km antara dua kota, yaitu Umluj dan Al-Wajh.

Dana untuk proyek ini mencapai USD4 miliar (Rp53,33 triliun), yang diperkirakan bisa meningkatkan ekonomi Saudi dan menciptakan 35.000 lapangan pekerjaan baru. Harapan Arab Saudi adalah dapat menarik 1 juta pengunjung per tahun pada tahun 2035.

Proyek pembangunan resor ini akan dimulai pada 2019, diawali pengembangan bandara baru, hotel, serta perumahan mewah, dan diharapkan selesai pada 2022.

Pengunjung akan dapat menjelajahi harta karun tersembunyi, termasuk cagar alam yang menawarkan keragaman flora dan fauna yang menakjubkan di kaki gunung berapi yang tidak aktif.

Cagar alamnya dihuni satwa langka termasuk macan tutul, serigala, kucing hutan, dan elang. Wisatawan dapat mencoba terjun payung, panjat tebing, atau sekadar berjalan-jalan.

Resor akan dibangun membentuk kepulauan yang merupakan rumah bagi terumbu karang, hutan bakau dan beberapa spesies laut langka yang terancam punah, termasuk penyu sisik. Pengunjung dapat mencoba pengalaman selam scuba.

Untuk menarik wistawan, Arab Saudi akan memperlonggar atau membebaskan visa untuk bisa berkunjung ke Laut Merah tersebut. Namun, belum ada informasi mengenai aturan berkunjung bagi turis, seperti pakaian dan konsumsi alkohol.

Pasalnya, Arab Saudi melarang alkohol, bioskop, dan teater. Perempuan juga harus menggunakan pakaian panjang, serta kerudung bagi yang beragama Islam.

Di Arab Saudi, perempuan juga dilarang untuk mengendarai mobil dan harus mendapatkan izin dari suami atau orang tua jika bepergian.

Saudi dikabarkan akan melonggarkan berbagai aturan khusus di zona wisata resor Laut Merah tersebut. Mereka akan membuka pintu bagi berbagai tempat hiburan karena lokasi tersebut akan menjadi kota hiburan baru pertama di Saudi.

"Jika batasan alkohol dan pakaian tidak diubah, wisatawan akan hilang," kata Crispin Hawes, Direktur Pelaksana Teneo Intelligence yang berbasis di London, seperti dilansir The Washington Post.

Tentang Laut Merah yang tak merah

Meski namanya mengandung warna merah, laut ini sebenarnya sama seperti laut pada umumnya. Pada musim panas, warna merah akan menghiasi air laut. Sebab, adanya alga cyanobacteria, disebut trichodesmium erythraeum, yang setelah mati, akan mengubah air yang biasanya hijau atau biru menjadi cokelat kemerahan.

Laut Merah yang menjadi habitat koral ini memiliki beberapa kota yang terdapat di pesisirnya, yaitu Jeddah, Sharm el Sheikh, Pelabuhan Sudan, dan Eilat.

Laut ini erat kaitannya dengan kisah di kitab suci Al Quran dan Injil tentang Nabi Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Agar bisa lolos dari kejaran Firaun, Musa merentangkan tongkatnya dan keajaiban terjadi: air laut terbelah dua bagian dan membentuk jalan yang bisa membuat mereka keluar dari Mesir.

BACA JUGA