TUJUAN WISATA

Mandalika punya pantai, bukit, hingga pura layak kunjung

Pantai Tanjung Aan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan ayunan yang menjadi objek foto favorit para wisatawan.
Pantai Tanjung Aan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan ayunan yang menjadi objek foto favorit para wisatawan. | iFerol /shutterstock

Nama Mandalika kian tersohor sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan yang berada di Nusa Tenggara Barat ini juga masuk dalam vlog Sang Presiden yang memperlihatkan keindahan alamnya.

Fokus pada pariwisata, KEK Mandalika diperkirakan akan menarik kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara per tahun pada 2019. Apa saja daya tarik Mandalika?

Pertama, yang perlu diketahui adalah nama Mandalika, yang berasal dari tokoh legenda, Putri Mandalika. Kisah ini masih berhubungan dengan upacara Bau Nyale yang dilakukan masyarakat Lombok setiap tahun.

Bau Nyale merupakan ritual mencari cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Karena keunikannya, tradisi ini juga jadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin melihat ritual mencari cacing.

Nyale berarti cacing laut, yang hidup di lubang-lubang batu karang di bawah permukaan laut. Masyarakat percaya bahwa nyale ada hubungannya dengan kesejahteraan dan keselamatan. Sehingga, setelah ditangkap, nyale akan ditaburkan di sawah, bahkan ada yang diolah menjadi makanan dan obat.

Mandalika juga memiliki objek wisata berupa pantai-pantai yang jaraknya tak jauh dari Bandara Internasional Lombok, misalnya Pantai Kuta yang lebih dahulu tersohor, juga ada Pantai Seger yang jadi lokasi Festival Bau Nyale.

Ciri khas Pantai Seger adalah monumen Putri Nyale. Tak jauh dari sana, ada Pantai Serenting yang juga tak kalah indah.

Juga ada Pantai Tanjung Aan dengan garis pantai melengkung. Ada ayunan di tepi pantai yang jadi area favorit wisatawan untuk berfoto. Di ujung pantai ini, ada Batu Payung, batu karang yang dibentuk alami oleh erosi, gerusan air laut dan gerusan angin ribuan tahun.

Pemandangan alam Mandalika dilihat dari Bukit Merese.
Pemandangan alam Mandalika dilihat dari Bukit Merese. | Ahmad Hakimi Bin Azlang /Shutterstock

Untuk melihat panorama pantai-pantai di sekitar Mandalika, Anda bisa naik ke Bukit Merese. Bukit ini bisa didaki dari sekitar Pantai Tanjung Aan dan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Bagi yang ingin berselancar, bisa mengunjungi Pantai Gerupuk di Lombok Tengah. Pantai ini terkenal karena ombaknya yang bisa mencapai 4 hingga 6 kaki pada bulan Oktober hingga April.

Tak hanya pantai, Anda juga bisa melihat Pura Meru yang dibangun pada tahun 1720 oleh Pangeran Anak Agung Made Larang. Pura ini didedikasikan untuk tiga dewa utama umat Hindu yaitu Dewa Brahma, Dewa Syiwa, dan Dewa Wishnu. Saat masuk pura, pengunjung wajib menggunakan kain berwarna kuning sebagai penghormatan.

Suasana tempat ibadah umat Hindu, Pura Meru, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Suasana tempat ibadah umat Hindu, Pura Meru, di Mataram, Nusa Tenggara Barat. | Tupaiterbang /Shutterstock

Untuk menunjang liburan para turis, Mandalika juga akan punya lapangan golf 18-lubang dan hotel bintang 5 dengan luas 14,5 hektare. Ada juga kawasan hiburan dan olahraga seluas 120 hektare, termasuk sirkuit balap sepanjang 4,32 km dengan standar MotoGP, seperti dilansir Detik.com,

Untuk saat ini, sudah ada empat hotel yang sedang dan akan dibangun di KEK Mandalika, yaitu Hotel Royal Tulip (250 kamar), Hotel Pullman (251 kamar), Hotel Paramount (400 kamar) dan Hotel X2 (200 kamar). Bila sesuai target, hotel-hotel tersebut akan mulai beroperasi pada akhir 2018 atau awal 2019.

Tahun ini, Bandara Internasional Lombok akan dilengkapi dengan dua apron baru untuk pesawat berbadan lebar (widebody) sekelas Boeing 777 atau Airbus 330, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur penunjang wisata.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR