Cerita magis dan kupu-kupu di Gua Bantimurung

Mulut Goa bantimurung, Sulawesi Selatan
Mulut Goa bantimurung, Sulawesi Selatan
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Terdaftar dalam area taman nasional Bantimurung-Bulusaraung, jarak gua ini 98,4 kilometer dari Makassar, ibukota Sulawesi Selatan, melalui jalur Porros Maros-Sopeng.

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terletak dengan bentangan seluas 43.750 hektare. Secara administrasi pemerintahan, kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Memasuki wilayah itu, udara lembap serta hawa wingit langsung terasa. Terdapat sebuah pintu gerbang berbentuk gapura tak jauh dari tempat pengunjung memarkir kendaraan.

Melalui pintu itu, Anda cukup menebus tiket masuk seharga Rp15 ribu, sementara untuk turis mancanegara tiketnya lebih mahal, yakni Rp50 ribu.

Selain bernyali, Anda harus memiliki stamina yang cukup dan tentunya, niat yang kuat untuk menguak sebuah situs wisata gua yang terbentuk dari bukit batu tersebut. Sebab Anda akan menapaki sekitar 115 anak tangga dan jalan setapak licin, lembap, dan berliku sejauh kurang lebih dua kilometer.

Ketika menanjak, di sisi kiri terdapat tebing serta pepohonan tinggi menjulang, sementara pada sisi kanan, Anda akan disuguhi Sungai Bantimurung dengan arus sedang yang bermuara pada Air Terjun Bantimurung.

Perjalanan menuju Goa bantimurung
Perjalanan menuju Goa bantimurung
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Perjalanan yang ditempuh tak kurang dari 40 menit dari gapura pintu masuk. Jika tak hujan, cerita Syamsir pengiring tur dari manajemen kelola taman wisata, maka area yang kami lewati sebelum menapaki anak tangga suasananya cukup sejuk, karena pepohonan tinggi dan dinding bukit batu melindungi paparan sinar matahari.

Jika habis turun hujan, udaranya lembap dan dingin, bebatuannya cukup licin. Walau dingin, untuk menaklukkan anak tangga sebanyak itu, ternyata cukup membuat pengunjung berpeluh.

Suasana gua sedikit mirip taman wisata Gua Dago-Pakar, Bandung Jawa Barat, akan tetapi yang ini nampak lebih menantang. Penjelajahan gua hanya dapat dimasuki oleh beberapa orang, sembari menunggu, Anda bisa mencicipi kudapan gemblong ketan hitam yang banyak di jual para penjaja di mulut gua.

Mitos keberuntungan hingga tempat semedi

Suasana di dalam Goa Bantimurung
Suasana di dalam Goa Bantimurung
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Bagi Anda yang tak membawa senter, setidaknya siapkan uang Rp30 ribu untuk membayar sewa lampu jinjing atau senter yang disediakan di mulut gua. Memasuki mulut gua, Anda akan melalui tebing sempit dengan jalan menapak dan menanjak.

Memasuki gua, Anda akan melihat stalaktit dan stalagmit yang menjadi ciri khas sebuah gua. Kata Syamsir, ada sebuah batu yang dipercaya sebagai batu jodoh dan penggalang keberuntungan. Konon katanya, siapapun yang menuliskan di kertas dan mengikatnya di batu itu, akan berjodoh dengan yang diinginkan.

"Ini sebenarnya batu nazar. Tapi banyak yang meyakini ini batu untuk enteng jodoh. Ini yang sebenarnya tak mau kami ekspos karena akan menimbulkan anggapan tersendiri seperti itu," terang Syamsir.

Semakin ke dalam gua, Syamsir sedikit memaparkan tentang kelangkaan stalaktit dan stalagmit di dalamnya. "Ini ada stalaktit dan stalagmit yang sampai menyambung. Ini butuh ribuan tahun. Karena untuk tambah panjang satu sentimeter saja, butuh waktu 40 tahun," terangnya.

Di pengujung lorong, terdapat area luas dan lega dengan atap tinggi bak sebuah kubah. Syamsir menjelaskan di tempat inilah raja-raja keturunan kerajaan Gowa bersemedi. Bahkan hingga saat ini, tempat tersebut kerap dijadikan sebagian orang untuk "ngalab berkah".

"Ini tempat persemedian Karaeng Toakala. Caranya dengan duduk bersila dan menempel ke dinding. Biasanya raja bersemedi 40 hari 40 malam untuk minta petunjuk dari Sang Pencipta," jelas Syamsir.

Buah tangan unik

Buah tangan dari Goa Bantimurung
Buah tangan dari Goa Bantimurung
© Mustafa Iman /Beritagar.id

Jangan beranjak pergi dari seputaran mulut gua sebelum Anda membeli cendera mata berupa batu akik pasir emas. Dengan Rp100 ribu Anda bisa mendapatkan tiga buah batu kecil, atau Rp80 ribu untuk sebuah batu berukuran sedang. Namun tentu Anda masih dapat menawarnya.

Selain batu ada cendera mata lain serupa kupu-kupu yang telah diawetkan dalam lapisan yang dijual dengan harga terjangkau. Untuk satu rangkaian kupu-kupu berisi lima ekor, para penjaja membanderolnya Rp15 sampai 20 ribu, tergantung pandainya Anda menawar.

Selain gua, Taman Nasional Bantimurung memang menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utamanya. Di tempat ini sedikitnya ada 20 spesies kupu-kupu yang dilindungi pemerintah dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 7/1999. "Mereka hanya keluar pada saat cuaca cerah," terang Syamsir.

Beberapa spesies unik bahkan menjadi endemik Sulawesi selatan, bahkan kata Syamsir, di lokasi tersebut terdapat spesies kupu-kupu yang hanya keluar pada malam hari dan mengeluarkan cahaya.

Saking kayanya akan fauna kupu-kupu, Alfred Russel Wallace bahkan menghabiskan kurun tahun 1856-1857 di kawasan itu untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Wallace menyatakan, Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu). Menurutnya di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu yang sebagiannya merupakan jenis langka.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.