KULINER NUSANTARA

Cicip makanan khas Batak di lapo halal

Ikan arsik kuliner dari Batak.
Ikan arsik kuliner dari Batak. | Ariyani Tedjo /Shutterstock

Selama ini orang sering menganggap lapo adalah rumah makan yang menyajikan makanan tidak halal. Misal olahan daging babi atau daging anjing. Padahal tidak selalu demikian.

Lapo di Medan adalah sebutan untuk rumah makan tradisional yang menyuguhkan makanan khas asal Sumatra Utara.

Seperti dipaparkan Hamidah, perempuan asli Medan yang juga membuka warung khas Medan di salah satu pusat perkantoran di Jakarta.

"Kalau datang ke Medan, di sana banyak lapo dan aslinya memang tidak menyajikan makanan non halal. Justru lapo yang menyajikan B1 dan B2 biasanya terletak agak jauh dari jalan utama," kata Hamidah kepada Okezone baru-baru ini.

Istilah B1 dan B2 kerap digunakan untuk menyebut olahan daging anjing dan daging babi.

Hal senada juga diungkap oleh koki Rahung Nasution kepada Liputan6. "Kalau di Sumatra sebenarnya lapo itu kedai, bisa kedai minum, kedai kopi, bisa juga sebagai lapo tuak. Jadi lapo itu ya kedai bisa rumah makan, bisa juga dibilang lapo kopi. Kalau di daerah Mandailing memang makanannya makanan halal," jelas Rahung.

Salah satu lapo halal belum lama ini dibuka di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Pemiliknya adalah aktor Chicco Jerikho dan Rio Dewanto yang berkolaborasi Rahung Nasution dan Anggia Kharisma, dinukil Kumparan.com.

Meski namanya lapo, Chicco memastikan semua makanan yang disajikan adalah halal. Namun, rasanya diklaim tetap mempertahankan autentisitas masakan Batak.

Bonga Bonga Lapo, begitu Chicco Jerikho dan rekan-rekannya memberi nama. Arti namanya menurut suami aktris Putri Marino ini adalah ungkapan kesenangan.

"Bonga bonga bisa menjadi sesuatu yang positif, jadi kita ingin orang yang makan di sini setelah makan hatinya berbonga-bonga, jadi seperti itu kita memberikan nama yang baik, katanya.

Lapo Bonga Bonga, menyuguhkan berbagai menu seperti ayam bumbu saksang, ayam bakar bumbu pinadar, gulai ikan mas, sambal teri andaliman, ikan mas arsik, serta gulai bebek andaliman. Semuanya dijamin halal.

Menurut Rahung, berbagai ragam menu klasik khas Batak dihidangkan dalam bentuk halal tapi tetapi dengan rasa autentiknya.

Misal, ayam bumbu saksang. Penggunaan darah untuk mencuatkan cita rasa gurih, digantikan dengan kombinasi rempah umami, seperti bawang merah dan putih, jintan, serta merica.

Ada juga menu Bebek Gulai Andaliman yang bertekstur layaknya kari, Ikan Arsik yang sangat autentik menggunakan ikan mas pilihan.

Tentu saja tidak ketinggalan menu sambal andaliman yang memberikan sensasi pedas bergetar pada setiap makanan yang ditambahkan. Andaliman biasa disebut oleh masyarakat Medan dengan sebutan Merica Batak. Rasa pedas dengan aroma jeruk adalah ciri khas sambal andaliman.

Pengunjung juga bisa menikmati sambal tuk-tuk yang merupakan sambal khas dari Tapanuli.

Selain itu, menu makanan dengan bahan dasar belut juga tersaji di sini. Pilihan menu sayuran, ada daun singkong tumbuk yang merupakan masakan khas Padang dan Batak atau sayur pakis rebung.

Konsep warung ini mengusung konsep prasmanan. Para pengunjung bisa memilih dan mengambil sendiri menu makanan pilihan.

Alasan tidak membuat menu ala carte karena memang menurutnya lapo ini dibuat sama seperti warung makan pada umumnya.

Jika Anda tertarik mencicipi makanan khas Batak halal di sini, siapkan uang mulai Rp50 ribu untuk sepiring nasi dan lauk pauk sesuai selera.

Akun instagram bongabongalapo menyebutkan, harga makanan mulai Rp30 ribuan untuk menu ikan arsik dan ikan gule sale. Begitu pun untuk menu ayam saksang dibanderol dengan harga sama.

Mi gomak, mi khas Batak juga tersedia dengan harga Rp20.500. Semangkuk daun singkong tumbuk dapat dinikmati dengan harga sama.

Selain lapo Bonga bonga, ada juga lapo yang memang menyajikan menu halal khas Batak. di Jakarta. Sebut saja, Lapo Sibual Buali yang berlokasi di daerah Tebet. Lapo ini adalah salah satu lapo di Jakarta yang hanya menyajikan menu Batak muslim.

Menu yang dihidangkan ada ikan teri, sayur gulai ubi tumbuk, dan tentu saja ikan mas arsik tak pernah ketinggalan.

Pengunjung bisa memilih sendiri menu makanan. Sebab, lapo ini menyajikan menu dalam rak kaca berisi piring bertumpuk, mirip sekali dengan rumah makan Minang.

Jika ingin mencicipi menu di lapo ini jangan lewatkan untuk memesan gulai ikan limbat atau gulai ikan salai. Kedua hidangan tersebut merupakan menu yang direkomendasikan.

BACA JUGA