Curup Perigi di negeri seribu air terjun

Ilustrasi
Ilustrasi
© Franshendrik Tambunan /Shutterstock

Sumatra Selatan menyimpan banyak potensi alam luar biasa. Jika di ujung barat ada Lubuklinggau yang terkenal dengan bukit sulap, maka di barat daya Anda akan menemukan Kabupaten Lahat yang tak kalah menarik.

Kabupaten Lahat telah mendunia sebagai Negeri Seribu Megalit, pun seribu air terjun. Tak hanya kaya akan peninggalan sejarah zaman megalitikum, daerah yang bernama lain Bumi Seganti Setungguan ini juga memiliki lebih dari 60 air terjun. Salah satunya wisata andalan air terjun Perigi atau dalam bahasa setempat disebut Curup Perigi.

Air terjun setinggi 100 meter ini terbilang unik. Memiliki pemandangan indah dan mudah dijangkau, tak heran jika objek wisata Curup Perigi menjadi salah satu tempat favorit wisatawan mengisi waktu liburan.

"Lokasinya merupakan perlintasan jalan menuju Kota Pagar Alam, sehingga banyak warga yang singgah untuk beristirahat dan menikmati indahnya air terjun ini," kata Ivan, warga Lahat yang kerap menjadi pemandu wisatawan lokal.

Curup Perigi terletak di Desa Perigi, Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari Kota Lahat. Ada dua alternatif yang bisa ditempuh untuk mencapai lokasi.

Pertama, menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat yang kemudian berhenti di Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 15 menit menuju Desa Perigi. Termasuk melewati jembatan gantung sepanjang 100 meter yang di bawahnya mengalir sungai lematang.

Belum cukup sampai di situ, lokasi Curup Perigi yang berada di tengah-tengah hamparan perkebunan kopi, memungkinkan wisatawan melewati perkebunan dengan pemandangan buah kopi yang hijau kemerahan. Apalagi di musim hujan, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan munculnya bunga bangkai kecil berwarna putih yang tumbuh menjamur.

Alternatif kedua bisa ditempuh menggunakan rakit atau dengan perahu karet sembari berarung jeram menyusur Sungai Lematang menuju Desa Perigi.

Dibanding alternatif kedua, orang lebih sering menggunakan alternatif pertama. Selain lebih dekat, juga lebih aman. Kendati demikian, wisatawan harus tetap waspada dan berhati-hati karena jalur menuju air terjun masih sangat alami dan belum tersentuh fasilitas memadai. Selain mendaki, pengunjung harus melintasi lereng perbukitan dengan lebar jalan yang hanya satu meter. Terutama di musim hujan, kondisi jalan sangat licin dan becek.

Namun begitu, rasa lelah akan terbayar begitu sampai di lokasi. Selain memiliki air yang bening dan jernih, Curup Perigi berbentuk unik dengan tiga tingkat bebatuan. Persis di bawah air terjun terbentuk serupa kolam yang dikelilingi batu kali. Anda bisa mandi, berendam, atau bermain air.

Di sekitar air terjun juga terdapat tanaman durian, karet, dan tanaman hutan yang masih asri sehingga menyejukkan mata. Beberapa satwa seperti biawak, kijang dan rusa pun masih sering muncul. Ada pula beruang, trenggiling, dan beberapa jenis burung seperti cucak rawa, murai-batu tarung, cucak kutilang, dan burung hantu.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.