Danau Aneuk Laot, indah dan bersejarah

Taman Wisata Putroe Ijoe Aneuk Laot, Sabang.
Taman Wisata Putroe Ijoe Aneuk Laot, Sabang. | Tangkapan layar YouTube /Santai Banget

Dalam Bahasa Indonesia, Aneuk Laot punya arti Anak Laut. Danau asri ini terletak di Pulau Weh, Sabang, ujung barat Indonesia.

Nama Aneuk Laot diberikan pada danau ini karena wujudnya yang menyerupai laut kecil, tak jauh dari Teluk Sabang, terpisahkan oleh perbukitan. Hingga kini danau air tawar ini juga merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat Sabang.

Selain menawarkan keindahan alam, Danau Aneuk Laot juga menyimpan sejarah. Menurut catatan Museum Sabang, Laksamana Cheng Ho pernah berlabuh di Pulau Weh pada abad ke-15.

Kata kurator museum, T.Mahliyuni, dilansir Antara, Cheng Ho singgah dalam rangka mengisi persediaan air untuk pelayaran mereka menuju Afrika. Mengutip catatan Ma Huan, salah seorang penerjemah sang laksamana, Cheng Ho menyebut Pulau Weh sebagai "daratan dengan gunung menjulang" atau "Gunung Mao".

Alkisah pasukan armada Cheng Ho dulu menggali parit di daerah Lueng Cina, Pulau Weh untuk menyalurkan air danau yang tawar ke kapal-kapal armada Cheng Ho. Namun, proses penggalian parit terhenti akibat salah seorang pekerja tak sengaja menebas seekor ular besar hingga putus.

Alhasil, penggalian parit dihentikan karena dalam tradisi dan budaya masyarakat Tiongkok pada masa itu, ular dianggap sebagai makhluk yang dihormati.

Danau Aneuk Laot terletak sekitar lima kilometer dari pusat kota Sabang. Jarak yang dapat ditempuh sekitar 20 menit dengan kendaraan bermotor.

Untuk mencapai Aneuk Laot, menurut situs Disbudpar Aceh, Anda dapat menumpang kendaraan umum yang melintas Kelurahan Aneuk laot. Rutenya, Jalan Untung Surapati menuju Jalan Cut Meutia. Setelah itu, pilih jalan menuju ke Jalan Diponegoro dan Jalan Abdul Majid Ibrahim. Danau Aneuk Laot sendiri terletak di Jalan Cut Nyak Dien.

Namun, untuk sampai ke tepian danau, Anda harus naik motor ke arah tugu I Love Sabang. Perhatikan arah menuju danau di persimpangan.

Jalanan menuju tepi Danau Aneuk Laot berkelok-kelok naik turun. Anda akan melewati bunker pertahanan Jepang yang menyatu dengan bukit di sisi kanan bahu jalan. Di sisi kiri ada jurang dengan rumah penduduk sebagai latar, di sini birunya air danau mulai nampak.

Sampai di persimpangan, Anda tinggal lurus mengikuti jalan, setelah melewati sekolah berhalaman luas di kiri jalan, terlihat lah plang Poetra Hijoe di kanan jalan. Plang ini adalah penanda akses jalan tanah yang mengarah ke tepi danau.

Tak jauh dari situ ada sebuah restoran dan kolam pemancingan serta rumah kayu beratap seng yang dilengkapi dermaga darurat.

Jika Anda menuju danau dari Pelabuhan Balohan, maka bersiaplah dimanjakan oleh hijaunya pemandangan perbukitan di Pulau Weh. Sampai Anda melintas sebuah tanjakan tak jauh dari Bandara Militer Sabang.

Dari puncak tanjakan Anda dapat melihat Kota Sabang di tengah bentangan perbukitan berkelok. Jika menoleh ke kiri, terlihat lah Danau Aneuk Laot.

Udara di danau seluas 37,5 hektare ini masih cukup sejuk. Kebanyakan wisatawan datang untuk berenang atau sekadar duduk di pinggir danau. Pun demikian, kebanyakan wisatawan datang melancong sekitar sore hari.

Biasanya mereka datang berkelompok membawa bekal, menanti matahari terbenam di ufuk barat. Pemandangan yang layak ditunggu. Banyak juga yang tinggal sampai malam tiba, bercengkerama dan menikmati gemerlap lampu yang menyala di pinggir danau.

Sayangnya, belum ada hotel untuk bermalam di sekitar Danau Aneuk Laot. Wisatawan disarankan mencari penginapan di kota Sabang. Di sana ada beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan bujet.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR