TUJUAN WISATA

Festival Karimunjawa bakal jadi acara tahunan

Sejumlah ikan berada di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (4/8/2018).
Sejumlah ikan berada di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (4/8/2018). | Aji Styawan /AntaraFoto

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI telah menetapkan Karimunjawa sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), bersama dengan Borobudur, Dieng, dan Sangiran.

Untuk merayakannya, Pulau Karimunjawa, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk pertama kali menggelar Festival Karimunjawa. Acara yang dipadati berbagai kegiatan ini menurut jadwal akan diselenggarakan mulai 25 September hingga 30 September 2018.

Festival yang rencananya akan digelar rutin setiap tahun ini bertajuk “The Hidden Paradise of Culture & Natural”.

“Daya Tarik wisata alam disukai wisatawan mancanegara, dan Karimun itu nomor dua setelah Dieng, Karimun. Karimun ini salah satu idola dari wisatawan mancanegara,” jelas Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Alamsyah, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (26/9).

Rangkaian acara

Memulai rangkaian acara, Aksi Sapta Pesona digelar lebih dulu pada Selasa (25/9) pukul 09.00 pagi WIB.

Festival ini pun terbuka untuk umum tanpa dikenakan biaya tiket masuk. Hanya saja, ada biaya tertentu yang dikenakan bagi Anda yang mengikuti lomba.

Acara kemudian disusul dengan Pentas Wayang Kulit, Rabu (26/9). Lalu ada pameran produk unggulan dan festival kuliner, workshop dan lomba perahu hias, workshop pariwisata, tarian dan musik, serta penampilan band Andromeda yang digelar pada Kamis (27/9).

Sedangkan acara Jumat (28/9) dimeriahkan oleh senam Maumere, lomba nyanyi, dan pameran produk Karimunjawa 2018. Ada juga lomba blogging dan fotografi yang berhadiah Rp10 juta untuk masing-masing kategori.

Perlombaan tersebut diadakan guna menggali bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat setempat, sekaligus jadi ajang promosi keindahan Karimunjawa.

Lalu ada sarasehan Sail Karimunjawa, lomba mancing Nasional, Reog Barongan, dan Karimunjawa Bergoyang.

Untuk Sabtu (29/9/2018) jadwalnya akan diisi dengan acara puncak lomba menyanyi, disusul dengan makan malam (gala dinner). Dalam waktu bersamaan digelar pula seni tari egreg pesisiran (tarian sambutan gubernur), pencanangan Festival Karimunjawa, hingga CongRock Reggae beach.

Lalu pada hari terakhir, Minggu (30/9) akan diramaikan dengan pertunjukan campursari, walking fun beach Karimunjawa, lawak jawa, dan pembagian hadiah untuk para pemenang.

Festival Karimunjawa juga diselenggarakan untuk melengkapi gelaran tahunan seperti Haul Sunan Nyamplungan dan Barikan Kubro yang merupakan tradisi Karimunjawa setiap menjelang Bulan Suro.

Selain itu, ungkap Alamsyah, Karimunjawa dalam dua tahun terakhir ini memiliki acara ''Sail Karimunjawa''.

Sumber rezeki baru

Tak sekadar menghibur, padatnya rangkaian acara tersebut disusun agar kelak bisa jadi penilaian untuk dapat masuk menjadi bagian dari program Kemenpar RI, Wonderful Indonesia.

Selain itu, Festival Karimunjawa pun digadang-gadang dapat menjadi daya tarik baru Karimunjawa di mata wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi juga menyampaikan, pulau yang tersohor akan keindahan bawah lautnya ini diharapkan dapat jadi tujuan utama untuk liburan.

Kapal-kapal di wilayah perairan Karimunjawa yang tadinya jarang melaut, bisa kembali beroperasi secara rutin dan lancar.

"Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, maka nantinya bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat," lanjut Rukma, seperti dikutip Solopos, Kamis (20/9).

Targetnya, Festival Karimunjawa 2018 mampu menyedot 15.000 pengunjung. Dari jumlah tersebut, 10.000 di antaranya diperkirakan adalah wisatawan domestik dan 5.000 wisatawan mancanegara.

Berdasarkan data 2017, Karimunjawa menempati urutan kedua daya tarik wisata alam yang disukai wisatawan Mancanegara, setelah Dataran Tinggi Dieng . Setelah Karimunjawa disusul Punthuk Setumbu, Pantai Kartini Jepara, Puncak Sikunir, Merapi, Merbabu, Bandungan dan Gunung Lawu.

Sepanjang tahun lalu, Karimunjawa mampu menggaet 77.056 wisatawan yang terdiri dari 69.237 turis lokal, serta 7.819 pelancong dari mancanegara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR