Gelato terbaik 2017 dari susu, madu, dan beras

Ilustrasi gelato sehat dibuat dengan bahan alami
Ilustrasi gelato sehat dibuat dengan bahan alami | Anna Mente /Shutterstock

Lewat ajang tahunan Festival Gelato di Italia, juri dan pengunjung memilih karya gelato terbaik. Tahun ini, pemenangnya adalah gelato yang terinspirasi masa kecil.

Festival Gelato 2017 digelar di kota Firenze, Italia. Dilansir Florentine, festival yang berlangsung pada tanggal 14-17 September lalu, melibatkan 16 pembuat es krim dari beberapa negara Eropa. Mereka bersaing untuk menciptakan cita rasa gelato terbaik.

Para pengunjung membayar karcis masuk seharga lima Poundsterling atau sekitar Rp90 ribu. Mereka berhak mencicipi gelato dari lima gelaterie (pembuat gelato) berbeda.

Tak sekadar merasakan karya peserta, pengunjung juga memberikan penilaian rasa. Sebanyak 50 ribu pengunjung datang selama festival berlangsung.

Massimilliano Scotti, berhasil menjadi juara dalam ajang Festival Gelato 2017. Penentuan pemenang dalam festival kali ini dilakukan oleh panel jurnalis dan ahli gelato serta 50 persen lagi berdasarkan pilihan pengunjung.

Gelato dengan bahan dasar susu, madu, dan beras yang dibuat oleh Scotti pun berhasil jadi pilihan dewan juri dan pengunjung festival. Kemenangan ini juga membawa dirinya meraih medali emas.

Pembuat gelato senior dari Vigevano's Gelateria VeroLatte ini mengaku gelato karyanya terilhami oleh memori masa kecil yang menyenangkan saat menyantap es krim.

Scotti memberi gelatonya nama My First Real Milk. "Cita rasa gelato ini dipersembahkan untuk rasa asli masa lalu dari nenek saya. Anda akan merasakan cita rasa asli susu asli, madu dan beras dari tempat asal saya," paparnya.

Dikatakan oleh Scotti, festival ini sangat menyenangkan dan membuka banyak kesempatan dan setiap tahun memilih gelaterie terbaik di Eropa.

Hal senada juga diungkap oleh Gabriele Poli penggagas Gelato Festival. Melalui festival ini diharapkan dunia akan semakin mengenal gelato.

Karena itu pada 2017 festival ini tidak hanya digelar di Eropa, tapi juga Amerika Serikat. Ini adalah kali pertama sepanjang festival ini dilaksanakan.

Pada festival tahunan gelato ini terpilih juga Vincento Lenci dari Fiumicino' Bar della Darsena sebagai peringkat kedua. Lenci, membuat gelato dari paprika dan stroberi.

Dan peringkat ketiga diraih oleh gelaterie Giacomo Canteri dari Warsaw's Gelateria Limoni. Ia membuat gelato Lemon Curd, yaitu gelato dengan perpaduan krim lemon dan cokelat putih asal Italia.

Festival Gelato 2017 telah memasuki tahun kedelapan. Festival tahunan ini diikuti gelateria dari seluruh dunia. Yang unik dari festival ini, para gelaterie langsung membuat karyanya di tempat. Di atas truk-truk makanan besar dengan beberapa lemari pendingin dan mesin gelato.

Tiga truk ini dinamai sesuai simbol sejati festival tersebut, Buontalenti (nama sang penemu gelato) diabadikan sebagai ruang produksi. Lalu ada Ruggeri sebagai ruang acara, dan Caterine de Medici sebagai ruang acara dan ruang coba menu bagi juri dan pengunjung.

Pada tahun 2011, Gabriele Poli menggagas festival ini untuk pertama kali. Dimulai dari festival berkeliling negara Eropa, untuk kemudian para pemenang dikumpulkan dalam babak final.

Gelato memang populer di Italia. Bahkan orang menyebut gelato adalah kata lain untuk menyebut es krim. Nama gelato sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti beku.

Tapi gelato beda dengan es krim. Gelato dikatakan sehat karena mengandung jumlah kadar lemak hanya setengah dari es krim. Dalam pembuatan, ia mengurangi unsur udara sehingga lebih memunculkan cita rasa asli bahan-bahan yang diolah.

Selain proses pembuatan, terkandung juga sejarah yang punya nilai filosofi. Menurut para pembuat gelato, ini adalah sebuah proses menggabungkan es, susu dan gula yang kemudian diolah dan dinikmati orang dari berbagai kalangan.

Anda juga bisa membuat gelato sendiri di rumah, tanpa perlu mesin pembuat es krim.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR