Jalur pendakian baru untuk 5 gunung di Jawa

Jalur menuju puncak Gunung Prau
Jalur menuju puncak Gunung Prau | Shutterstock /Shutterstock.com

Tak dapat dimungkiri jika Pulau Jawa memiliki setidaknya sekitar 74 gunung dan 13 pegunungan dengan panorama memukau.

Sebut saja Gunung Bromo dan Semeru di Jawa Timur, Gunung Prau dan Merapi di Jawa Tengah, Gunung Gede Pangrango dan Cikuray di Jawa Barat.

Bagi sebagian orang yang memiliki hobi menjelajah gunung, jalur pendakian yang sama bisa jadi kurang menarik untuk dilalui berulang kali. Tak perlu risai, kini setidaknya ada lima jalur pendakian gres yang bisa jadi tantangan baru.

Taklukkan Merapi lintas jalur Sapuangin

Gunung Merapi, Jawa Tengah, saat ini memiliki dua jalur pendakian. Satu jalur tambahan telah diresmikan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) pada Mei 2017, untuk menjadi alternatif jalur jalur Selo, Boyolali.

Jalur tersebut melalui Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebagai catatan, jalur Sapuangin memiliki lintasan pendakian yang lebih panjang dibandingkan dengan saat menempuh jalur Selo.

Menukil Tempo, sebelumnya gunung setinggi setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu seharusnya memiliki lima jalur pendakian. Melalui jalur Selo, Babadan, Kinahrejo, Sapuangin, dan Lendong.

Namun karena erupsi Merapi 2010, tiga jalur sebelumnya ditutup, hingga hanya menyisakan jalur Selo.

Peresmian jalur baru ini rencananya akan disusul dengan peresmian jalur lama, yakni jalur Ledong, Boyolali, namun hanya diperuntukkan untuk penyelamatan dan evakuasi.

Menggapai puncak Arjuno melalui Batu

A post shared by Tryana (@tryanha) on

Bagi pendaki yang mengunjungi kota Malang, jangan lewatkan kesempatan menikmati pesona puncak Gunung Arjuno (3.339 mdpl).

Jika biasanya untuk menaklukkan Arjuno melaui jalur kabupaten Malang dan Pasuruan, kini pemerintah setempat membuka jalur melalui kota Batu.

Laman Tribun Travel melansir jalur pendakian baru ini menghabiskan anggaran hingga Rp50 miliar. Tentunya itu akan membuat perjalanan Anda dalam menapaki jalur akan disertai fasilitas yang nyaman dan pemandangan yang memukau.

Ke puncak Prau melalui jalur anyar Patakbanteng

Gunung Prau, di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memang dikenal mempunyai pemandangan alam yang menawan. Tak heran, banyak para pelancong yang mencoba menaklukkan gunung setinggi 2.565 mdpl itu.

Puncak gunung yang begitu lapang memberikan kesempatan para penjelajah untuk mendirikan ratusan tenda di atas puncak. Gunung ini dapat didaki oleh semua kalangan, sehingga pada hari-hari tertentu jumlah pendaki bisa mencapai ribuan.

Pada 5 April 2017, kegiatan untuk mendaki puncak Prau kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup untuk reboisasi ekosistem hutan setempat. Tak hanya dibuka, jalur untuk mencapai gunung yang melalui Desa Patakbanteng pun diperbarui untuk kenyamanan pendaki.

"Jalur baru tetap dari Patakbanteng, tapi sudah kami desain yang baru," kata Musa Haq, Koordinator Wisata Dieng Adventure Wonosobo, menukil KompasTravel.

Secara keseluruhan, lanjut Musa, ada tujuh jalur yang bisa dilalui para pendaki untuk sampai di puncak Prau melalui berbagai daerah, namun jalur Patakbanteng masih menjadi favorit.

Lebih cepat ke puncak Merbabu melalui jalur baru

Jalur Grenden, Pogalan, Pakis Magelang, adalah salah satu jalur alternatif baru bagi Anda yang ingin menikmati panorama pegunungan dari Kenteng Songo, puncak Gunung Merbabu (3.146 mdpl).

Jalur ini boleh dikatakan istimewa jika dibanding Anda melintas melalui Jalur Kopeng Tekelan, Wekas, Kopeng Cunthel, Selo, dan Suwanting.

Seperti dikabarkan Viva jalur ini relatif lebih pendek dibanding kelima jalur tadi. Sebelumnya jalur terpendek tercatat melalui Wekas, namun dengan lintasan yang cukup terjal.

Jika stamina fit, Anda hanya cukup menghabiskan waktu lima sampai enam jam saja dari kaki gunung untuk tiba di puncak. Bahkan dikatakan, warga sekitar terkadang hanya butuh menempuh tiga hingga empat jam saja.

Melintas lajur ini, maka Anda akan menyaksikan pemandangan hijau hutan pinus, hutan lumut, hingga sabana yang indah.

Cepit dan Banaran jalur baru ke puncak Sumbing

Gunung Sumbing terletak di tiga kabupaten sekaligus, yakni Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Gunung tersebut juga merupakan tertinggi ke dua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet, dan tertinggi ke tiga di pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Uniknya, Gunung tersebut memiliki dua puncak sekaligus, yakni puncak Buntu dengan ketinggian 3.362 mdpl dan puncak Sejati berketinggian 3.371 mdpl.

Untuk mencapainya, sebelumnya ada tiga jalur yang direkomendasikan, yakni melalui Garung, Bowongso (Wonosobo), dan Butuh Kaliangkrik (Magelang).

Namun saat ini Anda bisa melintas jalur baru lintas Cepit (Desa Cepit, Parakan) dan Banaran (Temanggung).

Laman Astacala.org menulis jalur Cepit masih relatif sepi, tak banyak pendaki yang memilih lintasan tersebut. Jika melintasi jalur ini, Anda akan menemui beberapa peziarah untuk berziarah ke Makam Ki Ageng Makukuhan yang berada di dasar kawah.

Sementara jika melalui jalur Banaran, Anda akan menghabiskan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam hingga sampai puncak kawah Segara Banjaran. Dari sana Anda bisa sampai puncak sejati selama sejam perjalanan.

Meski jalur-jalur baru ini sudah dikatakan aman dan tak terlalu menyulitkan pendaki, namun kewaspadaan tetap harus dijaga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR