Manis Durian Wajit khas Pangandaran

Ilustrasi buah durian matang pohon
Ilustrasi buah durian matang pohon | Nublee bin Shamsu Bahar /Shutterstock

Rasa khas durian Wajit asli daerah wisata pantai Pangandaran, Jawa Barat membuatnya banyak disuka orang. Selain daging yang kering, manis durian ini terbilang legit.

Mimin Aminah, salah satu pedagang durian di Pangandaran mengatakan bahwa saat musim durian tiba, banyak penggemar durian datang secara khusus untuk menikmati buah berduri tersebut.

Salah satu faktor yang membuat buah tersebut diminati adalah karena dipetik saat matang pohon langsung dari kebun warga, dan disantap langsung sekitar 1-2 jam setelah dipetik. Selain itu, tampilan buah durian cukup mencolok karena berwarna kuning keemasan dengan harum menyengat.

Buah durian lokal ini, kata Mimin, dipanen dari kebun-kebun warga di daerah Parigi, Cijulang, Cigugur dan Sidamulih.

"Kita kan jualnya masih di sini (Pangandaran), jadi panen langsung dijual. Kalau yang di kota-kota itu, biasanya dari kebun-kebunnya di desa dipetiknya masih mentah karena perjalanan jauh," kata Mimin.

Setiap tahun, musim durian lokal biasanya bermula dari November hingga awal tahun baru. Khusus tahun ini, menurut Mimin, musim durian lebih panjang, diprediksi sampai Maret 2019.

"Kemarin kan musim kemarau panjang, jadi sekarang panen raya," kata warga Desa Cibenda, Kecamatan Parigi ini.

Menurut Salim, salah satu penyalur durian ke 20 kota di Indonesia, musim panen durian Nusantara biasa dimulai pada pertengahan tahun atau sekitar bulan Juli.

“Pada bulan Juli sampai Agustus, panen durian berlangsung di kawasan Medan dan Aceh. Dari Medan, lompat ke Semarang sekitar September sampai Desember. Setelah itu, masuk pertengahan September bisa berburu panen durian di Bogor, tepatnya Rancamaya juga Jonggol. Daerah Cianjur kota pun turut panen raya pada pertengahan September.”

Pada bulan Oktober, giliran Provinsi Banten yang kedapatan durian runtuh.

Panen di Banten berlangsung di Pandeglang. Namun, bulan Januari ke Februari masih ada panen di Banten, yaitu di Baduy.

"Januari itu juga ada Lampung, panen. Selang dua minggu baru durian di Palembang, panen," jelas Salim.

Durian di Jawa Tengah dan Timur, lebih sering panen di bulan Februari hingga Maret. Penuturan Salim pun berakhir di bulan Maret, dengan panen durian di Bengkulu.

Ahli durian sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kalimantan Utara, Lutfi Bansir SP MS menyebut lokasi kebun durian yang berdekatan dengan laut juga turut menambah cita rasa buah.

Lutfi menduga hal itu dapat terjadi karena angin laut yang membawa kandungan garam dan mineral dari laut dapat memberi rasa gurih dan memperbaiki warna pada durian yang dihasilkan.

Di lokasi berbeda, Wawan, salah satu pedagang besar asal Langkaplancar Pangandaran, mengatakan saat ini durian di Pangandaran rata-rata dikenal dengan durian jenis haseupan atau durian kampung. Ciri khasnya, kata Wawan, rasa durian kampung ini legit dan manis.

“Peredarannya juga tidak hanya di sekitar Pangandaran saja, namun sudah ke luar daerah seperti halnya ke daerah di Jawa Barat, Jakarta maupun luar Jawa. Dalam sekali kirim, biasanya mencapai 3.000 hingga 5.000 buah.”

Wawan menjamin durian asal Pangandaran semua dijual dalam keadaan telah matang pohon sehingga punya rasa yang tidak mengecewakan.

Salah satu daerah yang juga dikenal sebagai penghasil durian lokal di sana adalah Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Beberapa durian lokal itu diberi nama oleh pemiliknya, yang paling terkenal seperti Durian Siroti, Sigebrek, Siketon dan banyak lagi.

Keunggulan durian lokal di sini meskipun sepintas berukuran kecil, tetapi memiliki daging yang tebal, rasanya lebih manis, dengan daging berwarna kuning dan putih.

Saat ini, menurut kepala desa Kalijaya, Suharno sedikitnya ada sekitar 3.480 pohon durian sudah berbuah setiap tahun.

“Durian dari Kalijaya umumnya di jual untuk wilayah lokal saja, seperti di pinggir jalan Raya Padaherang Pangandaran-Ciamis. Namun ada juga pesanan dari wilayah Jakarta dan Tangerang.”

Maman Sutarman, salah satu petani durian asal Desa Kalijaya yang memiliki lahan di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran mengatakan hasil panen durian dipengaruhi oleh faktor cuaca dengan hasil maksimal pada bulan kemarau.

Di musim hujan seperti saat ini, Maman berharap pemerintah setempat ikut andil memberikan penyuluhan pertanian ke lapangan untuk menambah wawasan petani dan menghindari kerugian akibat gagal panen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR