Pemandangan Pulau Komodo di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ilustrasi Awan
Pemandangan Pulau Komodo di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Shutterstock / Thomas Gill

Mari melancong ke Taman Nasional Komodo

Kawasan Taman Nasional Komodo meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Mari menjelajah.

Birunya laut dan cokelatnya perbukitan yang mengelilingi Taman Nasional Komodo menjadi pesona tersendiri. Tak lekang oleh waktu, inilah salah satu destinasi favorit para wisatawan.

Hingga kini, gugusan pulau-pulau di wilayah konservasi Taman Nasional (TN) Komodo dan sekitarnya ibarat magnet. Wisatawan rela jauh-jauh melancong ke kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

TN Komodo merupakan salah satu yang pertama di Indonesia. Kawasan ini ditetapkan melalui pengumuman Menteri Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 6 Maret 1980. Kemudian, diresmikan dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.306/Kpts-II/1992 tanggal 29 Februari 1992 tentang Perubahan Fungsi Suaka Margasatwa.

Kawasan ini meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar dengan luas keseluruhan area 40.728 hektare, serta penunjukan perairan laut di sekitarnya seluas 132.572 hektare.

Penetapan nama Taman Nasional Komodo pun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan dan Perkebunan nomor: 172/Kpts-II/2000 tanggal 29 Juni 2000 tentang Penetapan KPA Perairan TN Komodo.

Menurut Kepala TN Komodo, Budhy Kurniawan, pada Beritagar.id, Selasa (6/3/2018), pengelolaan TN Komodo merupakan upaya untuk mempertahankan keaslian suatu ekosistem kawasan dengan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan unsur-unsur non hayati.

Selain itu, taman nasional tersebut juga merupakan salah satu kawasan konservasi yang telah ditetapkan sebagai situs warisan alam dunia (the natural world heritage) dan cagar biosfir oleh UNESCO pada tahun 1991.

Pemandangan di beberapa pulau Taman Nasional Komodo.
Pemandangan di beberapa pulau Taman Nasional Komodo. | Ales Kolodej /Shutterstock

Dua pulau terpopuler

Pulau Padar dan Pulau Rinca merupakan dua pulau yang menjadi destinasi wajib para pelancong saat mengunjungi TN Komodo.

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan TN Komodo dengan luas 2.017 hektare yang terletak di antara Pulau Komodo (33.937 hektare), dan Pulau Rinca (19.625 hektare). Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca ketimbang ke Pulau Komodo.

Jika Anda bertolak dari dermaga Labuan Bajo, maka akan tiba dalam waktu satu setengah jam menggunakan kapal cepat (speed boat). Anda bisa dengan leluasa melakukan eksplorasi di pulau ini tanpa didampingi pemandu.

Pasalnya, pulau ini relatif aman. Tidak ada kadal Komodo yang berkeliaran, tetapi Anda tetap harus waspada dengan beberapa spesies ular hijau kecil yang banyak berkeliaran di sini.

Sejauh mata memandang. Anda akan melihat padang rumput sabana yang menyejukkan mata dan kontras dengan panorama tepi pantai.

Jika Anda berkunjung sekitar bulan Oktober hingga Maret, maka padang hijau akan terhampar indah memanjakan mata. Namun, bila berkunjung di musim kemarau pada periode April-September, maka padang sabana akan berubah warna menjadi kuning keemasan.

Pulau Padar hanya memiliki satu dermaga sebagai akses untuk menuju puncak tertingginya.

Terdapat tangga-tangga alam sebagai jalan untuk menapaki bukit-bukit Pulau Padar dan empat titik pandang, serta tempat peristirahatan apabila Anda merasa letih dalam pendakian menuju puncak tertinggi.

Titik pandang pertama dan kedua relatif lebih dekat dengan pantai. Anda dapat mencapainya melalui tangga kayu.

Selanjutnya, tangga terpanjang akan Anda lalui saat ingin mencapai titik pandang ketiga, saat sekeliling pulau mulai dapat Anda lihat secara menyeluruh, termasuk Pantai Pink yang terletak di bagian selatan pulau.

Jika fisik masih kuat, Anda dapat terus naik ke titik empat. Namun, disarankan untuk berhati-hati karena beberapa anak tangga terlihat sudah mulai tergerus, berganti menjadi kerikil batu.

Jalur menuju titik ini relatif lebih sulit dengan rintangan batu-batu besar. Sebaiknya tidak dipaksakan jika hujan turun atau jalur basah karena akan berubah menjadi sangat licin.

Titik pandang empat merupakan titik favorit para pelancong karena Anda dapat melihat dan mengabadikan pemandangan sekeliling pulau dengan lebih maksimal.

Jika kurang puas, Anda dapat menuju titik tertinggi. Namun, untuk mencapai titik ini, tak tersedia tangga, hanya jalan setapak serta jalur batu koral yang harus Anda taklukkan dengan hati-hati.

Jika membawa anak kecil, sebaiknya Anda ekstra hati-hati. Pada bagian kanan dan kiri jalur cenderung terjal.

Selain itu, juga tak terdapat pegangan tangan untuk menaiki tangga. Anda yang memiliki masalah pernapasan, penyakit jantung, dan takut akan ketinggian, tidak disarankan untuk menapaki puncak Pulau Padar.

Terkadang, masyarakat Pulau Komodo kerap menyambangi pulau ini untuk menjual air kelapa yang dipatok Rp35 ribu per buah. Namun, demi kenyamanan bawalah bekal. Karena kawasan ini tidak memiliki warung pun rumah makan.

Di mana pun Anda berada, di pulau ini juga Anda diwajibkan menjaga kebersihan. Ada sejumlah rambu larangan membuang sampah sembarangan, juga larangan merokok.

Pemandangan bawah laut di gugusan pulau yang mencakup Taman Nasional Komodo.
Pemandangan bawah laut di gugusan pulau yang mencakup Taman Nasional Komodo. | Mike Workman /Shutterstock

Usai menikmati keindahan alam Pulau Padar, Anda bisa langsung menuju pulau Rinca. Pulau ini adalah habitat kadal Komodo.

Perjalanan menuju Pulau Rinca membutuhkan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan speed boat untuk melintasi Selat Lintah yang ombaknya relatif tenang.

Berbeda dengan Pulau Padar, Pulau Rinca nampak lebih gersang. Setiap pergerakan Anda akan terus dipantau oleh petugas taman nasional. Ini demi keamanan, agar Anda tak menjadi santapan komodo yang banyak berkeliaran di kawasan ini.

Ridwan (26), salah satu petugas yang telah tujuh tahun menjadi pemandu wisata di taman nasional, menjelaskan bahwa hewan purba melata yang memiliki nama latinVaranus Komodoensis, ini cukup sensitif dengan pergerakan, tentunya dengan penciuman dan hawa panas tubuh.

Penciumannya boleh dibilang sangat tajam. Jadi, bagi kaum hawa yang sedang mengalami menstruasi disarankan untuk tidak mengunjungi pulau ini.

Selain itu, jika membawa anak kecil, awasi betul gerak geriknya. Jangan biarkan anak melempar apapun ke arah komodo, karena reaksi komodo bisa sangat membahayakan.

Ridwan menjelaskan, di Pulau Rinca ada sekitar 1.500 ekor komodo yang hidup berbaur dengan manusia. Kehidupan mereka cukup bebas dengan rantai makanan yang juga tersedia di alam bebas, seperti rusa, kambing, dan monyet.

"Biasanya komodo agresif di musim-musim kawin yang terjadi pada bulan-bulan Juli-Agustus. Jika tak hati-hati itu sangat berbahaya," timpal Adi (36) yang baru empat tahun menjadi pemandu wisata taman nasional.

Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan sekawanan komodo tengah memangsa rusa atau kambing di lapangan terbuka.

Biaya masuk ke Pulau Rinca dibedakan antara pelancong lokal dan mancanegara, yakni Rp10 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp200 ribu untuk wisatawan asing.

Di kawasan ini, Anda dapat duduk santai di kafe yang disediakan. Tersedia kudapan juga makanan berat.

Anda juga dapat membawa pulang cendera mata khas Pulau Komodo, seperti patung komodo, kaus, dan lain sebagainya.