Mengenal 6 ruang publik terpadu ramah anak

Bocah bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, Gandaria, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2015.
Bocah bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari, Gandaria, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2015.
© Muhammad Adimaja /Antara Foto

Taman tempat penting bagi anak mengeksplorasi, bersosialisasi, bermain, dan juga belajar. Tapi taman yang ramah untuk anak sulit ditemui di Ibu Kota. Akhirnya mereka bermain di lokasi yang sebenarnya bukan untuk bermain. Seperti di gang pemukiman, trotoar, bahkan tempat parkir. Padahal, salah satu kriteria Kota Layak Anak adalah tersedianya ruang publik terbuka yang ramah anak.

Pada 2015 Pemerintah Jakarta menggalang program kerja untuk mendirikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ruang ini dibuat sebagai tempat aman dan nyaman bagi anak-anak. Pemerintah kerjasama dengan beberapa pihak menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR). Saat ini Jakarta baru memiliki 6 RPTRA, targetnya adalah sebanyak 60 dan tahun depan menjadi 150.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan ada lima duta besar yang tertarik untuk membangun RPTRA di Jakarta. Semisal, Denmark yang akan memberi bantuan mainan LEGO di enam RPTRA yang sudah beroperasional saat ini. Pada Kamis 22 Oktober 2015 Ratu Denmark Margrethe II direncanakan meresmikan taman berkonsep LEGO di RPTRA Cideng, Jakarta Pusat.

Berikut 6 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada di Jakarta:

1. Taman Terpadu Sungai Bambu Tanjung Priok, Jakarta Utara

Taman ini terletak di Jalan Jati Raya RW 06 , Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tepatnya di bawah Jalan layang tol yang menghubungkan Cawang dan Tanjung Priok. Sungai Bambu berdiri di atas lahan seluas 3.832 meter persegi dengan luas bangunan 117 meter persegi.

Sungai Bambu sendiri langsung berbatasan dengan Kelurahan Tanjung Priok di sebelah utara, Kelurahan Papanggo dan Kelurahan Warakas di sebelah barat.

Banyak kegiatan yang dilakukan di taman ini. Semisal kegiatan edukasi, seperti Pendidikan Anak Usia Dini, kursus gratis bahasa Inggris, bermain sambil belajar dengan alat peraga dan juga perpustakaan. Bukan hanya untuk anak, terdapat juga kegiatan seni, sosial dan budaya, seperti sanggar tari dan komunitas lanjut usia.

Sungai Bambu sudah dilengkapi dengan kamera CCTV, dan fasilitas internet gratis menggunakan sistem wireless fidelity (Wi-Fi), penerangan jalan umum dan tempat parkir. Selain dipasangi pagar dan penugasan satpam yang bekerja selama 24 jam secara bergantian, taman ini juga bisa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan.

2. Taman Gandaria Selatan, Jakarta Selatan

Taman Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Gandaria ini bernama Bahari, singkatan dari Bersama Anak Hidup Aman Raih Impian. RPTRA Gandaria Selatan ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada tanggal 21 Mei 2015, termasuk taman terpadu yang paling awal.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Veronica Tan meresmikan taman seluas 1000 meter ini dengan melibatkan 200 anak untuk melakukan tarian kolosal, marching band, tari kuda lumping dan tari topeng.

Di areal ini terdapat bangunan dua lantai dengan luas 207 meter persegi yang dilengkapi ruangan untuk kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini, ruang rapat serbaguna, ruang laktasi, ruang Keluarga Berencana dan lapangan bulutangkis. Bukan hanya itu, ada juga fasilitas bermain anak, lapangan futsal mini, taman obat dan sayuran, serta kolam ikan.

3. Ruang Publik Cideng, Jakarta Pusat

Ruang publik ramah anak ini dibangun di Taman Tidore, RT 02/05, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Ruang dilengkapi Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), perpustakaan, lapangan futsal,, ruang laktasi dan ruang serbaguna. Fasilitas terbaru adalah arena bermain LEGO.

Pada Kamis, 22 Oktober 2015, Ratu Denmark Margrethe II, rencananya akan datang untuk meresmikan fasilitas LEGO secara simbolis di taman seluas 2600 meter persegi ini. LEGO tersebut nantinya akan ditempatkan di ruang serba guna.

4. Ruang Publik Cililitan, Jakarta Timur

Ruang publik seluas 3.600 meter persegi ini berada di Jalan Buluh RT 10 RW 16, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, yang rencananya baru segera diresmikan besok, Kamis 22 Oktober 2015. Sebelum dibangun RPTRA, lahan itu digunakan sebagai tempat parkir mobil warga dan anak-anak yang bermain bola.

Ruang publik Cililitan dilengkapi dengan fasilitas taman ampiteater, lapangan futsal, perpustakaan, PAUD, ruang laktasi, hingga ruang konseling untuk keluarga. Rencananya jika tidak ada perubahan, yang meresmikan RPTRA Cililitan, adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama) dan Ibu Veronica (istri Ahok).

5. Ruang Publik Kembangan, Jakarta Barat

Ruang ini terletak di RT 07/RW 01 Gang Kompas, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Ruang ini diresmikan Ibu Negara, Iriana Jokowi dan Veronica, istri Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Pada RPTRA Kembangan ini terdapat vertical garden yang dibuat oleh petugas. Selain itu tersedia juga taman apotek hidup, yang menanam beberapa jenis tanaman obat - obatan: daun pandan, daun encok, daun dewa, sambiloto, miana, sembung, seledri, dan gandarusa. Terdapat juga pohon mangga, sawo, jambu air, serta belimbing.

Setiap tanaman memberikan edukasi dan juga informasi berisi keterangan berupa nama. Manfaat atau kegunaan tanaman tersebut juga dijelaskan dalam tulisan papan yang dipasang didekat tanaman - tanaman itu.

6. Ruang Publik Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu

Ruang publik di Pulau Untung Jawa ini merupakan proyek percontohan untuk kawasan Kepulauan Seribu. Usai diresmikan dua pekan lalu, taman terpadu ini dilengkapi dengan pojok bacaan, kolam gizi, toga, taman bermain, tempat sampah pilah organik serta non organik, taman lalu lintas, lapangan futsal, lapangan voli pantai, dan Wi-Fi.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga sedang menambahkan taman lalu lintas termasuk juga ada trafik rambu-rambu, garis kejut dan zebra cross.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.