Mengunjungi Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam

Candi Prambanan
Candi Prambanan | Perfect Lazybones /Shutterstock

Agenda mengisi waktu luang pada akhir pekan ini cobalah untuk mengunjungi Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN TWA) yang akan diadakan di Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta.

Acara yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai dengan 8 Juli 2018 ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE).

Anda bisa mengunjungi acara ini selama tiga hari karena kegiatan yang ditawarkan berbeda-beda. Ini termasuk pameran wisata alam, festival seni dan budaya, festival film pendek, festival fotografi, hingga travel fair.

Selain itu, akan ada talk show dengan berbagai pembahasan, yaitu konservasi alam Indonesia, jelajah tanah humba, dan mengubah pola pikir melalui pendakian.

Dody Wahyu Karyanto, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Ditjen KSDAE, mengatakan bahwa festival ini diadakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengenalkan taman nasional dan taman wisata alam. Sebab, masih banyak masyarakat yang kurang akrab dengan taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia.

“Tujuan dari festival ini agar masyarakat lebih mengenal keberadaan 54 taman nasional dan 118 taman wisata alam yang tersebar di seluruh Indonesia, beserta potensi keindahan alamnya, keanekaragaman tumbuhan dan satwanya, serta berbagai atraksi wisata yang dimilikinya," ujar Dody.

Jika Anda berminat untuk mengunjungi festival ini, berikut jadwal acaranya:

Jumat 6 Juli

· Festival tari dan budaya

· Talkshow “Foster Parent Maleo”

· Konservasi Satwa Liar

· Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan

· Pembukaan festival (opening ceremony) meliputi peluncuran lagu Ayo ke Taman Nasional, peluncuran tiket elektronik PNBP Wisata Alam Indonesia, peluncuran buku master plan wisata alam Indonesia, penetapan duta ekowisata, juga tarian dan musik penutup yaitu Konser 9 KECAPI “Gunung” Ciremai.

Sabtu 7 Juli

· Talkshow Torehan 1 Abad Konservasi Alam Indonesia

· Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai bersama masyarakat

· Talkshow responsible mountaineering

· Talkshow jelajah Tanah Humba

· Talkshow mengubah pola pikir menjadi positif melalui pendakian

· Peranan komunitas dalam edukasi mengenai konservasi dan permasalahan sampah pendakian dari tahun ke tahun

· Visit The Heart of Borneo

· Festival tari dan budaya

Minggu 8 Juli

· Open trip ke taman nasional dan taman wisata alam

· Drama Musikal "Peran Serta Masyarakat Dalam Mencegah Perburuan dan Peredaran Satwa Liar”

· Acara musik

· Penutupan festival

Aacara FTN TWA ini diadakan jelang peringatan puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus 2018 mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai taman nasional dan taman wisata alam.

Menurut Doddy, hingga kini masih banyak masyarakat yang kesulitan menemukan informasi yang tepat dan akurat mengenai taman nasional dan taman wisata alam. Hal ini kemudian menjadi alasan dari pembuatan aplikasi Wisata Alam Indonesia.

Pada aplikasi tersebut Anda akan melihat berbagai informasi mengenai taman nasional dan taman wisata alam, agenda khusus bulanan, foto, dan infografik. Masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk merencanakan kunjungan karena ada aplikasi tiket elektronik wisata konservasi.

"Kami harap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi mengenai wisata di kawasan konservasi, tentunya untuk membangun kesadaran wisatawan dalam mendukung konservasi, dan menghargai budaya lokal”, ujar Doddy.

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno, menambahkan bahwa konservasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga mengharuskan keterlibatan pihak-pihak lain sebagai mitra.

Masyarakat bisa terlibat dalam promosi dan publikasi untuk membantu pemerintah menjadikan kawasan konservasi sebagai salah satu sumber devisa dari sektor pemanfaatan jasa lingkungan.

"KLHK mencatat selama tahun 2012 jumlah wisatawan nusantara naik dari 4,32 juta orang, menjadi 7,29 juta orang pada tahun 2016. Selama 2012-2016 rata-rata jumlah wisatawan ke kawasan konservasi sebanyak 5,30 juta orang per tahun, yang tersebar di TN dan TWA. Mayoritas wisatawan nusantara berkunjung ke TWA, sedangkan wisatawan mancanegara lebih senang berkunjung ke TN", jelas Wiratno.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR