TUJUAN WISATA

Menjajal kapal wisata baru di Danau Toba

Pemandangan di tepi danau Toba, Sumatra Utara.
Pemandangan di tepi danau Toba, Sumatra Utara. | Footage Lab /Shutterstock

Sebagai salah satu objek pariwisata prioritas, Danau Toba terus berdandan untuk memanjakan pelancong. Setelah rutin menggelar festival danau Toba saban akhir tahun, kini pemerintah daerah setempat juga menyiapkan kapal wisata berbentuk rumah apung dengan dekorasi khas tanah Batak.

Kapal yang resmi diluncurkan oleh Bupati Samosir, Rapidin Simbolon ini memiliki 62 tempat duduk lipat, dengan dua unit toilet. Tak hanya itu, kapal ini juga memiliki system tata suara terbaru, lengkap dengan ruang rapat dengan dilengkapi layar LCD, penambah daya listrik, alat navigasi posisi berbasis satelit, pelampung, mini bar dan balkon di bagian belakang untuk swafoto.

Kapal wisata dengan dekorasi khas tersebut, dibangun dengan menghabiskan biaya Rp2,3 miliar. Kapal itu dibuat dari bahan pilihan seperti kayu ingul, kayu meranti, dan jior. Kapal memiliki ukuran panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, dan tinggi 9 meter.

Kapal kayu berkonsep Rumah Batak Terapung itu, mulai resmi berlayar perdana di kawasan pantai Parapat pada tanggal 31 Desember 2017 lalu dengan membawa sejumlah wisatawan menikmati keindahan danau Toba.

Sedangkan di bagian atas terdapat ruang kemudi dan patung boneka sigale-gale, namun hanya setengah badan. Kemudian, di samping ruang tersebut ada rak sepatu khusus untuk meletakan sepatu para penumpang.

"Kapal wisata ini dibuat dari papan kayu, jadi wisatawan yang naik harus buka alas kaki. Nanti wisatawan akan merasakan di atas kapal itu seperti di rumah tradisional Batak," jelas Ombang Siboro, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir saat peresmian.

Menurut Rapidin, ide membuat kapal kapasitas 62 orang ini datang saat melakukan kunjungan ke West Lake, Hangzhou, Tiongkok."Kami menemukan di danau itu mereka membuat kapal wisata dengan desain rumah tradisional China dan dekorasi naga raksasa. Kami mengadopsi itu dengan membangun kapal berdesain Batak, dengan tidak menghilangkan orisinalitas," paparnya.

Biaya sewa kapal menurut Rapidin masih tergolong murah. Minat para pelancong pun tinggi, membuat kapal ini tak pernah sepi penyewa.

"Sudah full booking hingga satu minggu ke depan. Agar jangan ketinggalan, pesan dari sekarang. Biayanya murah, untuk jam pertama biaya sewa Rp1 juta, jam kedua dan ketiga Rp500 ribu, jam keempat dan jam kelima bebas," terang Rapidin.

Dinas Pariwisata (Dispar) Samosir menargetkan dari pengelolaan kapal wisata rumah Batak sebesar Rp300 juta per tahun. Sedangkan biaya operasional kapal yang sudah diuji coba akhir tahun lalu itu sekitar Rp200 ribu per jam.

Danau Toba dan Pulau Samosir ibarat magnet pariwisata Sumatera Utara. Kehadiran Bandara Internasional Silangit akan mempermudah kunjungan pelancong lokal dan mancanegara.

Selain wisata bahari, pelancong juga dapat menikmati pesona keindahan lain seperti air terjun, pemandian air panas Panguruan atau perkampungan dan makam adat sebagai objek wisata sejarah. Misal, menikmati pemandangan dari Bukit Tarabunga di Balige, Sumatera Utara yang memiliki pesona indah barisan bukit di pinggir danau.

Pelancong juga dapat mengunjungi Panatapan Sibodiala, Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatra Utara yang merupakan lokasi terbaik bagi pelancong yang ingin melihat kota Balige dan danau Toba dari dataran tinggi.

Bisa juga sambil menikmati keindahan danau di Tanjung Unta. Tanjung Unta yang namanya diberikan wakil presiden Mohammad Hatta sangat cocok sebagai lokasi wisata keluarga. Memancing ikan, berperahu dan juga ski air bisa dijajal di sini.

Sempatkan mampir melihat keindahan air terjun Sipiso-Piso di Desa Tongging. Dengan hawa yang sejuk berada pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, pemandangan yang menarik, sangat cocok tujuan wisata.

Air terjun ini adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Air terjun Sipiso-piso terbentuk dari sungai bawah tanah di plato Karo, yang mengalir dari sebuah gua di sisi kawah danau Toba.

Wisata air terjun lain adalah air terjun Situmurun yang berada di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara. Air terjun ini juga sering disebut sebagai air terjun Binangalom karena airnya berasal dari Desa Binangalom, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara.

Kata Binangalom berasal dari nama sebuah sungai, yaitu Lum. Kata lum atau lom dalam bahasa Batak Toba dapat diartikan sebagai air penyejuk hati. Dari sekian banyak air terjun yang ada di Indonesia air terjun ini tergolong unik karena airnya mengalir langsung jatuh ke danau Toba.

BACA JUGA