Ilustrasi destinasi wisata Labuan Bajo. Ilustrasi Awan
Ilustrasi destinasi wisata Labuan Bajo. Beritagar.id / Sandy Nurdiansyah

Menjelajah Labuan Bajo

Berikut gambaran singkat mengenai cara menuju Labuan Bajo dan atraksi serta lokasi wisata yang bisa disambangi di satu dari empat destinasi "Bali Baru" ini.

Labuan Bajo, kota pelabuhan di bagian barat Nusa Tenggara Timur (NTT), telah ditetapkan sebagai salah satu bagian dari proyek "Bali Baru" Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, bersama Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Borobudur di Jawa Tengah, dan Danau Toba di Sumatra Utara.

Keindahan panorama alam di Labuan Bajo sudah lama terkenal, terutama karena letaknya yang dekat dengan Pulau Komodo. Namun pemerintah ingin menggarap potensi wisata tersebut dengan lebih baik dan menjadikannya sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Saat ini, seiring dengan semakin populernya daerah tersebut, jalan-jalan ke Labuan Bajo relatif semakin mudah. Para wisatawan bisa menggunakan beragam moda transportasi untuk bisa mencapainya.

Transportasi paling cepat, tentu saja, pesawat terbang. Saat ini sudah banyak penerbangan, baik langsung maupun transit, yang menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo. Jika berangkat dari Jakarta, harga tiket pesawat sekali jalan mulai dari Rp1,2 jutaan.

Saat ini Bandara Komodo hanya bisa melayani pesawat berbadan kecil (narrow body) tetapi pemerintah berencana untuk memperlebar--menjadi 30 meter--dan memperpanjangnya--dari 2.250 meter menjadi 3.200 meter--agar bisa didarati pesawat yang lebih besar.

Mengutip Katadata, jumlah pengunjung ke Labuan Bajo naik 30 persen setiap tahun dan bandara itu saat ini hanya bisa menampung sekitar 800.000 wisatawan per tahunnya.

Jika ingin merasakan perjalanan laut, pelancong bisa mencoba berlayar dengan kapal laut dari Benoa, Bali, menuju Labuan Bajo. Harap diingat, kapal tersebut belum tentu tersedia setiap hari. Jadi, periksa dulu jadwal keberangkatannya.

Jalur darat pun bisa dicoba kalau Anda memiliki waktu lebih dan tidak jalan-jalan sendirian.

Dalam infografik di bawah ini, kami sajikan gambaran singkat mengenai cara menuju Labuan Bajo dan atraksi serta lokasi apa saja yang bisa didatangi oleh para wisatawan selama berada di sana.

Infografik destinasi wisata Labuan Bajo
Infografik destinasi wisata Labuan Bajo | Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Karena wisata di kawasan tersebut pastinya melompat dari pulau ke pulau, kami sarankan untuk memilih penginapan yang dekat dengan pelabuhan di Labuan Bajo.

Banyak ragam penginapan yang ditawarkan di sana, mulai untuk para peransel (backpacker) dengan dana terbatas, hingga hotel untuk para pelancong berkantong tebal. Daerah ini juga menjadi pusat keramaian, bahkan hingga larut malam, dengan berbagai bar sebagai pusat hiburan.

Mulai Oktober 2018, kawasan pelabuhan tersebut juga bakal makin semarak dengan selesainya pembangunan area komersil Pelabuhan Marina. Kelak di area tersebut juga akan tersedia hotel-hotel baru.

Pemerintah juga berencana untuk memindahkan terminal peti kemas yang ada di pelabuhan tersebut ke Pelabuhan Bari di Kabupaten Manggarai Barat. Dengan demikian, nantinya Pelabuhan Labuan Bajo akan lebih nyaman bagi para wisatawan.

Jika baru pertama kali berkunjung ke daerah tersebut, kami sarankan agar menggunakan jasa biro wisata--yang kantornya banyak terdapat di sekitar Labuan Bajo--untuk mengeksplorasi keindahan dan keunikan alam setempat.

Selain biro perjalanan resmi, banyak juga pemandu wisata partikelir yang bisa ditemui di kafe-kafe sekitar pelabuhan. Mereka bisa lebih fleksibel mengatur rute perjalanan Anda, tetapi Anda harus pandai menawar harga.

Bulan ramai wisatawan (high season) di Labuan Bajo terjadi pada periode April hingga September. Pada periode ini biasanya harga-harga--mulai dari hotel, makanan, hingga jasa wisata--akan naik cukup drastis.

Biaya hidup di kawasan Labuan Bajo ini terbilang cukup tinggi, terutama bagi para turis. Oleh karena itu, siapkan uang lebih banyak--setidaknya dalam rekening Anda--agar tidak kesulitan.

Selain wisata pantai dari pulau ke pulau, juga melongok komodo, ada beberapa tempat lain, seperti Gua Batu Cermin dan Bukit Cinta, yang layak untuk dikunjungi. Anda juga bisa melihat cara hidup masyarakat setempat dengan lebih dekat melalui wisata budaya ke Liang Dara atau Desa Todo.