Menjes, tempe khas dari Malang

Menjes tak hanya digoreng tepung, tersedia juga dalam wujud keripik.
Menjes tak hanya digoreng tepung, tersedia juga dalam wujud keripik. | ismed_photography_SS /Shutterstock

Malang, Jawa Timur memiliki makanan khas bernama menjes. Menjes adalah tempe, namun bukan tempe biasa.

Ada beberapa faktor yang membedakan menjes dan tempe pada umumnya. Bentuk, tekstur, dan aroma adalah beberapa di antaranya.

Menjes terbuat dari ampas tahu dan ampas tempe yang difermentasi lalu dipadatkan hingga berbentuk serupa tempe pada umumnya. Menjes biasanya digoreng tepung dan dimakan bersama cabai rawit.

Warga Malang mengenal dua jenis Menjes.

Menjes kacang

Teksturnya kasar. Menjes ini terbuat dari kedelai hitam atau ampas tempe.

Namun ada pula yang dalam proses pembuatannya menggunakan campuran kacang dan kedelai, serat singkong, serta bungkil kedelai. Dikutip dari Indigenous Fermented Foods of Southeast Asia, proses pembuatan menjes kacang mirip dengan oncom hitam.

Menjes gombal

Berbeda dengan menjes kacang, menjes gombal bertekstur lebih halus. Biasanya terbuat dari ampas pembuatan tahu.

"Tempe muncul dari kedelai buangan pabrik tahu yang kemudian dihinggapi kapang. Kemudian jadi tempe kedelai," ujar wartawan spesialis sejarah pangan, Andreas Maryoto.

Dilansir Komunitas Historia, Andreas menjelaskan bahwa tempe gembus berasal dari limbah kacang, dan tempe bongkrek berasal dari limbah kelapa. "Bila kemudian tempe kedelai dari kedelai bukan limbah, mungkin itu upgrade saja," imbuhnya.

Menjes gombal serupa dengan tempe gembus yang dikenal di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Olahan tempe serupa tempe gembus ini cukup bergizi. Organisasi.org menuliskan sebuah hasil penelitian yang mendukung.

Tempe gembus mengandung energi 73 kilo kalori, 5,7 gram protein, 10,3 gram karbohidrat, 1,3 gram lemak, 204 miligram kalsium, 80 miligram fosfor, dan 1,5 miligram zat besi.

Pembeda menjes dari yang lain adalah aroma. SEDAP edisi 7 tahun 2016 melansir, menjes memiliki aroma tajam. Untuk menyamarkan baunya, daun jeruk sering ditambahkan dalam proses pengolahan.

Meski berbau, menjes justru membangkitkan selera makan. Terutama bagi anak-anak. Tak heran jika penganan ini cukup digemari.

Selain nikmat, menjes dipercaya mampu meredakan diare. Olahan serupa tempe ini juga bisa berfungsi sebagai pelembap kulit dalam keadaan mentah. Caranya dengan dihaluskan dan dibalurkan ke permukaan kulit.

Tak hanya enak digoreng tepung, menjes juga dapat diolah menjadi berbagai sajian seperti terangkum dalam laman Cookpad. Menjes juga cocok ditumis bersama kikil dan cabai hijau.

BACA JUGA