MARITIM

Menyambangi 74 pelabuhan dengan kapal tradisional

Kapal Pinisi berlabuh di perkampungan Suku Bajo, di Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (12/1/2019).
Kapal Pinisi berlabuh di perkampungan Suku Bajo, di Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (12/1/2019). | Franco Dengo /Beritagar.id

Sejak 15 Desember 2018 lalu, Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa resmi berlayar dari Makassar, Sulawesi Selatan. Program yang diluncurkan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) ini, didukung penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kapal yang diproduksi oleh warga lokal Suku Bugis tahun 2016 itu, akan berlayar berkeliling mengarungi lautan Indonesia. Ada 74 titik pelabuhan atau pesisir strategis termasuk kawasan konservasi laut, pariwisata, dan pulau-pulau perbatasan, yang nantinya menjadi tujuan.

Setelah melewati 11 persinggahan sebelumnya, tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa tiba di perkampungan suku Bajo di Desa Torosiaje, Kecamatan Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (12/1). Kapal pinisi beserta 12 awak kapal yang tiba sekitar pukul 09.00 WITA, disambut dengan tradisi adat ala Suku Bajo.

Sorak sorai warga dari pemukiman panggung diatas air, seiring dengan musik rebana yang tanpa henti dimainkan. Para pelayar itu pun disuguhi atraksi pencak silat ala Suku Bajo.

"Kata salah seorang tetua, pinisi terakhir mendatangi perkampungan Torosiaje, tahun 1968 silam. Baru mereka lihat lagi kali ini. Kami seperti rombongan raja yang datang di perkampungan. Sambutannya sangat hangat dan memakai tradisi bajo," ujar Abdi Latief, 26, salah seorang awak kapal.

Abdi bercerita, perjalanan sebelumnya bukan tanpa kendala. Banyak hal yang terjadi. Terutama saat Pinisi yang mereka tumpangi, melewati wilayah perairan Bau-Bau.

"Gelombang sangat tinggi waktu itu. Kami sempat panik, dan memutuskan untuk berhenti sejenak. Makanya penyambutan di Gorontalo membuat kami terharu. Setidaknya mengobati segala apa yang kami alami selama di laut," ujar pria yang berprofesi sebagai jurnalis di Mandar, Sulawesi Barat ini.

Di Torosiaje, siang harinya, tim ekspedisi melakukan penanaman mangrove bersama warga setempat. Dilanjutkan dengan nonton bareng film mengenai Suku Bajo malam harinya. Sekitar pukul 22.00 malam, kapal kembali berlayar menuju pelabuhan Kota Gorontalo.

"Terima kasih untuk tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa yang sudah menyempatkan singgah di Desa kami. Sebagai warga suku Bajo, kami sangat mendukung upaya mereka untuk memperdalam mengenai kemaritiman khususnya di Indonesia," kata Umar Pasandre, salah satu tokoh masyarakat di Desa Torosiaje.

Keesokan harinya, Minggu (13/1/2019), kapal berukuran panjang sekitar 25 meter dan lebar sekira 6 meter itu akhirnya berlabuh di Pelabuhan Kota Gorontalo pukul 16.00 WITA.

Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat yang telah menunggu sejak siang hari, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk naik dan berfoto ria diatas kapal dua tiang dengan layar berwarna coklat ini.

Seperti sebuah rumah, di dalam kapal terdapat dapur, ruang makan, dan tempat tidur yang terletak di bagian paling bawah kapal. Terlihat pula sebuah alat sistem navigasi yang mumpuni, lengkap dengan berbagai radarnya.

"Tujuan kita, ya untuk menjajal elemen-elemen mengenai kemaritiman, baik kearifan lokal, ekonomi, pariwisata, edukasi dan lain-lain. Tapi yang paling utama adalah kita lahirkan lagi pinisi. Agar masyarakat khususnya generasi muda tahu, bahwa pinisi merupakan kapal kebanggaan yang diciptakan bangsa sendiri," kata Ade Suratmaja, 45, koordinator program Ekspedisi.

Selain itu, ekspedisi ini juga bertujuan untuk mengampanyekan isu-isu lingkungan khususnya di wilayah pesisir. Seperti penuturan Ade, di lapangan, mereka banyak menemui beberapa kasus pada wilayah persinggahan sebelumnya. Seperti minimnya air bersih dan didominasi oleh permasalahan infrastruktur.

"Rencananya kami akan berlabuh di 74 titik, sesuai dengan tahun kemerdekaan Indonesia 2019. Insya Allah kita bisa capai. Hasil dari ekspedisi akan kita buat dalam bentuk buku dan audio visual, kemudian akan diserahkan kepada Presiden, Agustus nanti," terangnya.

Setelah Gorontalo, perjalanan Ekspedisi Bakti Nusa akan dilanjutkan dengan melancong ke wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (16/1/2019). Dan berlanjut secara reli hingga bulan Agustus.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR