Menyambangi laut mati di Rote

Ilustrasi wisata laut mati
Ilustrasi wisata laut mati | ra66 /Shutterstock.com

Wisata laut mati yang populer tak hanya ada di Timur Tengah, Indonesia pun memilikinya. Laut mati ini ini terletak di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yang membedakan keduanya adalah, laut mati di Yordania adalah danau dengan kadar air asin yang cukup tinggi, sehingga membuat Anda terapung tanpa menggunakan pelampung dan tak ada ikan yang hidup di dalamnya.

Sedangkan laut mati Indonesia yang terletak di Pulau Rote, adalah danau yang airnya cenderung payau, perpaduan antara air laut dan air tawar.

Dengan bentangan luas 12 kilometer persegi, suasana laut mati ini relatif lebih sunyi dibanding objek wisata danau lainnya. Jarak menuju laut lepas --Laut Sawu-- sekira satu kilometer dari bibir laut mati bagian utara.

Objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri, salah satunya pasirnya berasal dari kulit kerang atau keong. Keunikan lain adalah ikan-ikan yang biasanya hidup di air tawar pun dapat hidup dan berkembang di danau laut mati ini.

Begitu menurut penduduk setempat yang mengamati dan meneliti bentuk fisik dari ikan tersebut, seperti dipapar laman Indonesia Kaya.

Menukil situs resmi pemerintah Kabupaten Rote Ndao, objek wisata laut mati ini, terletak Dusun Sipuk, Desa Sotimori, Kecamatan Landu, Leko. Sotimori merupakan salah satu dari 10 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Pulau Rote terkenal memiliki pantai Nemberala dan Bo'a, salah satu wisata ombak yang kesohor di dunia karena memiliki ombak terbaik ke dua di dunia setelah Hawaii. Suku Rote yang menghuni desa ini, sebagian besar melakukan aktivitas seperti bertani dan berladang sebagai penunjang mata pencarian.

Berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Ba'a yang merupakan pusat pemerintahan di Pulau Rote, untuk mencapai danau laut mati, butuh waktu tempuh sekitar 90 menit menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalannya relatif cukup bagus meski pada beberapa titik terdapat jalanan yang berlubang dan berbatu.

Danau laut mati di Rote
Danau laut mati di Rote | Anggey /Indonesiakaya.com

Anda dapat menikmati pemandangan di laut mati ini dengan menggunakan jet ski, dengan mengelilingi beberapa pulau kecil yang terletak di tengah, dengan pesona bukit-bukit yang menjorok ke laut.

Hijaunya hutan bakau dan karang di pesisirnya menambah pesona. Sementara di sebelah barat laut matiada bukit kecil yang cukup tinggi untuk melihat pemandangan laut mati. Dari bukit tersebut Anda juga dapat menikmati matahari terbit.

Saat menyusuri pasir di tepian danau, Anda akan mendapati buih-buih putih. Pemandangan yang mengingatkan pada pesona dua musim sekaligus, yakni musim salju dan musim kemarau.

Akan tetapi buih-buih tadi hanya dapat ditemui pada malam hingga pagi pukul 08.00 WITA. Di luar jam itu, buihnya akan akan hilang diterpa angin yang cenderung kering dan kencang. Air laut mati pun mengikuti siklus air laut, saat pasang air akan naik, begitu pun sebaliknya.

Jika Anda ingin menyambangi Pulau Rote melalui jalur udara, Anda dapat melalui Kota Kupang dari Bandara El-Tari menuju Bandara Lekunik, Rote, melalui layanan dari jenama Trans Nusa dan Susi Air, dengan ongkos sekitar Rp200-300 ribuan, sekali terbang.

Penerbangan hanya tersedia tiga kali seminggu, yakni pada Senin, Rabu dan Jumat atau Sabtu. Jadwal dapat berubah tergantung situasi dan kondisi cuaca.

Jika Anda memilih jalur laut, terdapat dua pilihan. Pertama, menggunakan kapal Ferry Roro atau kapal cepat. Ferry Roro bertolak Pelabuhan Bolok, Kupang, maka akan memakan waktu tempuh tiga sampai empat jam hingga tiba di Pelabuhan Pantai Baru, Rote.

Sementara jika menggunakan kapal cepat, Anda dapat melalui Pelabuhan Tenau, Kupang, dengan jarak tempuh hanya satu setengah sampai dua jam saja. Dari pelabuhan Pantai baru, Anda dapat langsung menuju kota Ba'a yang berjarak 80 kilometer dengan jarak tempuh satu setengah jam melalui jalur darat.

Namun, durasi perjalanan-perjalanan ini tergantung kondisi cuaca, angin, dan gelombang.

Tentunya banyak persiapan yang harus Anda lakukan jika ingin mengunjungi laut mati ini, karena fasilitas yang tersedia di sana tak seperti pada objek wisata air dan laut kebanyakan. Di sana Anda hanya tersedia fasilitas jet ski.

Jika hendak bermalam, Anda bisa berkonsultasi dengan agen perjalanan atau penduduk setempat. Karena pada lokasi tersebut tak terdapat losmen, apalagi Hotel. Namun, biasanya penduduk setempat menerima sewa kamar di rumah mereka dengan bayaran tertentu.

BACA JUGA