HARI KEMERDEKAAN

Merayakan kemerdekaan RI dari puncak gunung

Ilustrasi bendera merah putih dengan latar belakang Gunung Merapi.
Ilustrasi bendera merah putih dengan latar belakang Gunung Merapi. | Sudarsani Ida Ayu Putu /Shutterstock

Memperingati kemerdekaan di puncak gunung dianggap sebagian orang lebih bermakna untuk memahami dan mendalami rasa nasionalisme.

Jadi, tak heran banyak kelompok pecinta alam dan pendaki gunung memilih melakukan upacara dan menyaksikan pengibaran bendera merah putih dari puncak gunung.

Tradisi rutin yang diadakan oleh para pendaki setiap tahun ini punya daya tarik dan peminat yang besar karena dinilai bisa memberi pengalaman yang tak terlupakan.

Bukan hanya sekadar menggabungkan hobi pelesiran, tetapi juga dianggap sebagai dedikasi mendalam pada hasil perjuangan para pahlawan.

Masyarakat umum yang tertarik juga bisa ikut berpartisipasi. Namun, rencana Anda untuk HUT RI ke 73 tahun 2018 tampaknya perlu ditunda sampai tahun depan. Pasalnya, pendakian di beberapa gunung telah dan sengaja ditutup demi keselamatan para pendaki.

Mari menyelisik gunung apa saja yang rutin disambangi pendaki pada hari kemerdekaan yang aman dan tidak aman untuk dijelajahi.

Gunung Semeru (3676 mdpl)

Gunung dengan pemandangan indah ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Terletak di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kota Malang.

Sayang sekali, kuota pendakian dalam rangka memeriahkan kemerdekaan 2018 yang tersedia secara daring sudah habis terjual. Pihak TNBTS sengaja tidak menambahkan kuota mengingat kapasitas maksimal Gunung Semeru hanya diperbolehkan bagi 2.000 pendaki.

”Tanpa booking online tidak bisa masuk," jelas Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie kepada Kompas.com (15/8/2018).

Selain itu, pihak TNBTS juga melarang pendaki merayakan kemerdekaan di Puncak Gunung Semeru atau Puncak Mahameru karena alasan keselamatan.

DetikTravel menulis, sejak tahun 2012, status Gunung Semeru dinyatakan Waspada atau Level 2. Tak jarang erupsi kecil terjadi di puncaknya dengan batu-batu pijar dan gas beracun. Kondisi yang demikian sangat membahayakan nyawa para pendaki.

Oleh karena itu, John mengatakan, batas pendakian yang diperbolehkan hanya sampai pos Kalimati, pos sebelum menuju puncak. Lalu, sebagai ganti tempat upacara yang aman, pihaknya sudah menyediakan dua titik di dalam kawasan Gunung Semeru, yaitu di Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Personel untuk menjaga kelancaran kegiatan pun telah dikerahkan, di antaranya 50 anggota Komunitas Gimbal Alas dan 14 orang mahasiswa pecinta alam HIMAKPA dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Jika ada pendaki yang melanggar aturan dan tetap menuju puncak, tegas John, maka risiko ditanggung sendiri.

Gunung Rinjani (3726 mdpl), Gunung Pangrango (2958 mdpl) dan Gunung Merapi (2930 mdpl)

Gunung Rinjani, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sebetulnya merupakan yang paling populer disambangi pendaki untuk merayakan hari kemerdekaan.

Namun, pendakian terpaksa ditutup pascagempa, mengingat aktivitas gunung tengah meningkat dan masih banyak rekahan berpotensi longsor.

Gunung Merapi di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Daerah Istimewa Yogyakarta, juga ditutup untuk umum.

Ammy Nurwati, Kepala Balai TNGM, menyampaikan pengumuman bahwa jalur pendakian ke puncak Merapi via Selo dan Sapuangin ditutup untuk umum karena masih berstatus Waspada.

Artinya, radius tiga kilometer dari puncak wajib steril aktivitas. Bagi pelanggar, tambah Ammy, akan dikenakan sanksi.

Begitu pula, jalur pendakian Gunung Pangrango alias Gunung Gede di Jawa Barat, via Putri dan Cibodas ditutup pada 13-22 Agustus 2018. Sementara untuk pendakian via Selabintana ditutup hingga 31 Desember 2018 karena adanya perbaikan fasilitas.

Gunung Prau (2565 mdpl)

Gunung Prau berada di area Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Gunung ini salah satu lokasi favorit, lantaran rute tempuh untuk mencapai puncak tertingginya tak terlalu panjang, hanya sekitar dua jam berjalan kaki. Terlebih lagi panorama di puncaknya tak kalah dari gunung dengan medan pendakian yang berat.

Anda yang datang sebelum matahari terbit bisa menyaksikan keindahan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan juga Gunung Merbabu saat matahari beranjak tinggi.

Spesial tahun ini, momentum tujuh belasan bakal disambangi sekitar seribu pendaki dengan mengusung rasa persatuan, juga sensasi langka.

Menurut Misyadi, panitia peringatan HUT RI ke-73 di Gunung Prau, dilansir Tribun Travel, masyarakat dan para pendaki dari penjuru nusantara akan menggelar upacara di puncak gunung dilanjutkan penerbangan 1.000 layang-layang dan kegiatan bersih gunung.

Menariknya, upacara kemerdekaan bakal diadakan bersama agar lebih khidmat, bukan per kelompok seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kata dia, panitia telah membuka lowongan petugas upacara, yang mencakup pemimpin upacara, protokol, dirigen, pembaca UUD, pembawa teks Pancasila, hingga Paskibra.

Kegiatan rencananya akan diawali pembentangan bendera raksasa berukuran sekira 2 x 17 meter. Setelah melangsungkan upacara, seribu layang-layang yang sengaja dibuat dari bahan ramah lingkungan akan diterbangkan bersama ke angkasa bagi pendaki yang telah mendaftar.

Di akhir acara, ada agenda inti berupa “resik gunung” sebagai upaya melestarikan lingkungan. Selain menurunkan kembali layang-layang, para pendaki juga dilibatkan bekerja bakti membersihkan jalur pendakian dari sampah yang berserakan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR