Pemandangan laut dari pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Ilustrasi Awan
Pemandangan laut dari pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Beritagar.id / Indra Rosalia

Merencanakan pelesir ke Labuan Bajo

Mahal dan murah memang relatif. Namun, untuk menikmati kawasan Labuan Bajo dengan puas, datanglah dengan dompet tebal.

Wisatawan bisa puas menikmati eksotisme Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan satu syarat, isi dompet cukup tebal.

Sebagai kota pelabuhan, kawasan Labuan Bajo punya banyak sekali objek wisata menarik. Diantaranya Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin. Ada pula beberapa objek wisata di pulau-pulau sekitarnya, seperti Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan tentunya Taman Nasional (TN) Komodo.

Dari sana, Anda dapat bertolak untuk menyelam (diving) atau selam permukaan (snorkeling). Sementara buat Anda yang hobi trekking untuk melihat keindahan alam, dapat melancong ke desa adat Liang Ndara dan Todo.

Sebelum berangkat ke kawasan yang dicanangkan pemerintah sebagai salah satu dari empat destinasi wisata "Bali Baru" ini, Anda perlu merencanakan perjalanan dan pilihan akomodasi. Termasuk di dalamnya, penginapan, transportasi, juga tempat makan.

Tulisan berikut bisa memberi Anda gambaran bujet yang dibutuhkan.

Pulau Padar, salah satu destinasi favorit di kawasan Taman Nasional Komodo.
Pulau Padar, salah satu destinasi favorit di kawasan Taman Nasional Komodo. | Indra Rosalia /Beritagar.id

Perjalanan dan akomodasi

Untuk mencapai kawasan Labuan Bajo, Anda dapat menempuh perjalanan udara, darat, atau laut. Saat ini sudah ada penerbangan langsung menuju Bandara Komodo dari Jakarta, Bali, dan Makassar.

Sebagai gambaran, tarif termurah menurut hasil pencarian Skyscanner jatuh pada awal Maret 2019. Tiket pesawat sekali terbang dari Jakarta menuju Labuan Bajo misalnya, dibanderol mulai Rp1,2 juta.

Begitu menginjakkan kaki di Labuan Bajo, Anda bisa langsung menuju hotel menggunakan taksi atau mobil sewaan. Kawasan penginapan jaraknya sekitar tujuh kilometer dari bandara.

Taksi di sana tak seperti kebanyakan taksi di kota-kota besar lain. Tak ada argometer sebagai patokan tarif karena belum ada operator taksi resmi.

Para pengemudi taksi yang tergabung dalam asosiasi pengemudi taksi dengan kendaraan pelat hitam, memberlakukan tarif per zona atau wilayah. Untuk rute bandara ke kawasan Labuan Bajo dikenakan tarif Zona 1 sebesar Rp60 ribu.

Cermat memilih agen perjalanan

Di Bandara Komodo, NTT, ada banyak agen perjalanan wisata yang menawarkan ragam paket perjalanan. Harganya bervariasi, Anda dapat memilahnya sesuai bujet.

Jika ingin menggunakan jasa mereka, pilihlah dengan saksama. Dapatkan gambaran layanan apa yang akan Anda terima, serta destinasi wisata tujuan.

Felipe (48), salah seorang penyedia jasa perjalanan ke Taman Nasional Komodo di bawah bendera Matahari Boat Trip, pada Beritagar.id, Sabtu (10/3/2018) menjelaskan, perjalanan satu hari penuh (one day trip) dengan rute Labuan Bajo, Pulau Rinca, dan Pantai Pink, pada musim kunjungan rendah (low season) periode Oktober-Maret, ongkosnya bisa relatif lebih murah, yakni Rp450-500 ribu per orang.

Namun, saat musim kunjungan tinggi (high season) berada pada periode April-September, maka tarifnya akan naik menjadi Rp750-800 ribu per orang.

Harga tadi merupakan tarif kolektif untuk pemberangkatan minimal 10 orang dan maksimal 12 orang. "Tarif itu sama saja untuk orang bule maupun lokal," ujar Felipe.

Akan tetapi bila Anda mengambil paket dua hari satu malam pada low season, maka siapkan saja bujet Rp750-800 ribu per orang. Sementara pada high season harganya meningkat menjadi Rp950 ribu hingga Rp1 juta per orang.

Rute perjalanan dua hari satu malam meliputi Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pantai Pink, bermalam di Pulau Komodo, kemudian esoknya menuju Pulau Padar, Manta Poin, dan Pulau Kanawa.

Anda juga bisa mengambil paket pribadi (private) antara satu sampai dua orang. Tarif yang dikenakan adalah Rp3,5 juta untuk one day trip. Jika mengambil paket bermalam siapkan saja Rp7,5 juta. Paket pribadi ini tak mengenal low/high season.

Penggemar diving bisa memilih beragam paket perjalanan. Mulai dari Rp1,3 juta hingga Rp5,5 juta. Anda juga dapat mengikuti program khusus diving dan snorkeling hingga mendapatkan sertifikat mahir.

"Baik musim low atau high season, ada yang ingin diving atau snorkeling, karena memang itu salah satu potensi wisata yang ada di Labuan Bajo," terang Stevan (40), yang telah enam tahun membuka jasa layanan tersebut di bawah naungan bendera Blue Marlin Dive.

Stevan menjelaskan, jika pada musim kunjungan tinggi, ia mampu menjalankan empat kapal sehari penuh dengan pelanggan yang mencapai 27 orang. "Sekitar 90 persen turis mancanegara yang sering mengambil paket kami, sisanya wisatawan lokal," tandas Stevan.

Panorama menarik di sekitar Labuan Bajo. Pelabuhan (foto kiri) dan Bukit Cinta (foto kanan).
Panorama menarik di sekitar Labuan Bajo. Pelabuhan (foto kiri) dan Bukit Cinta (foto kanan). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Memilih penginapan dan restoran

Di kawasan ini terdapat hotel berbintang hingga motel. Tarif kamar per malamnya cukup bervariasi.

Sejumlah motel akan mudah Anda temukan di sekitar pelabuhan di sepanjang jalan Soekarno-Hatta. Tarifnya mulai Rp150 ribu, yang umumnya penginapan jenis motel itu dihuni para peransel (backpacker).

Hotel bintang tiga juga tersedia. Misal, Hotel L'Bajo yang tarifnya per malam sekitar Rp500 ribu.

Bagi wisatawan berkantong tebal, di sebelah barat pelabuhan, ada Hotel Jayakarta yang menyediakan layanan hotel bintang empat. Tarif per malamnya mulai Rp1,7 juta.

Sebagian restoran--layaknya yang terdapat di kota-kota besar--di kawasan Labuan Bajo dikelola oleh pengusaha asing. Ini membuat harga-harga makanan dan minuman di tempat tersebut relatif menyesuaikan kantong wisatawan mancanegara (wisman).

Sebagai contoh, untuk dua gelas jus dan dua porsi kentang goreng di Paradise Bar, harga yang harus Anda bayarkan adalah sekitar Rp160 ribu termasuk pajak.

Begitu pula ketika Anda memutuskan menyesap kopi sambil menikmati matahari terbenam di kafe-kafe sekitar pelabuhan. Secangkir kopi dibanderol mulai Rp25-50 ribu, tergantung jenis varian kopi. Sementara kudapan seperti roti bakar berada pada kisaran Rp30-60 ribu.

Kafe-kafe di sekitar pelabuhan atau sepanjang jalan Soekarno-Hatta, memang menawarkan pemandangan yang menawan. Anda dijamin betah berlama-lama berada di sana. Terlebih ada potensi mendapatkan kenalan atau kawan baru, baik turis lokal atau mancanegara.

Meski berwisata ke Labuan Bajo dan sekitarnya butuh bujet tak sedikit, dikatakan Theodorus Suardi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, kesan mahal menurutnya masih relatif.

Theodorus di sela-sela pembukaan acara Festival Komodo, Senin (5/3/2018) mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kawasan ini menjadi destinasi wisata yang nyaman untuk semua pelancong. Baik yang berkantong tebal bahkan peransel.

"Kami akan membuat Labuan Bajo sebagai tempat yang ramah untuk semua wisatawan. Soal harga kan relatif, tapi yang terpenting pelayanannya baik dan memiliki standar," pungkas Theodorus.