Mural natural Kampung Pelangi Semarang

Pintu masuk Kampoeng Pelangi yang semarak akan warna.
Pintu masuk Kampoeng Pelangi yang semarak akan warna.
© Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Kampung Pelangi yang unik, saat ini menarik banyak pelancong yang mendatangi kota Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu daya tariknya adalah warna warni mural yang menghiasi lorong-lorong gang perkampungan. Kampung Pelangi adalah tempat ideal untuk berfoto ria.

Kampung yang diresmikan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi sejak Mei 2017 tersebut ternyata memacu kreativitas warga untuk mewarnai rumah mereka.

Banyaknya karakter warga juga digambarkan dalam karakter gambar pada dinding rumah mereka, walau tak mahir menggambar, namun terlihat para warga cukup berani memadukan warna-warna kontras yang cukup terang pada dinding.

Jika menyusuri gang-gang sempit bak labirin, pasti Anda akan takjub melihat kreativitas warga yang mengecat rumahnya dengan beragam warna. Panorama gambar mural juga menghiasi dinding-dinding rumah yang menjadi batas antar gang-gang tersebut.

Pada dinding-dinding itu, keanekaragaman karakter dan tema pun tampak jelas, seperti gambar hewan, manusia, tumbuhan, bidadari, komik, dan seterusnya.

Cita rasa warga akan kreativitas tentunya tak berhenti sampai di sana, hingga kini masih banyak warga yang terus mempercantik rumahnya.

Bagi beberapa warga kurang mampu, sebagian mengaku kalau hingga saat ini untuk membuat corak warna-warni di rumah mereka masih mendapatkan bantuan cat dari pelbagai pihak.

Namun begitu, tak ada yang memaksa mereka untuk menumpahkan ide mewarnai rumah. Semua didasari atas keinginan serta dorongan pribadi.

"Saat ini masih dapat bantuan cat mas, entah dari perusahaan, pemerintah--melalui RT--, maupun dari warga yang berkecukupan," aku Pamudji (47) salah satu warga RT 3.

Selain mendapatkan cat secara gratis, Pamudji juga mendapatkan bantuan dana untuk membuka warung kecil di depan rumahnya.

Pamudji (kiri atas) dan lorong-lorong mural penghias Kampung Pelangi.
Pamudji (kiri atas) dan lorong-lorong mural penghias Kampung Pelangi.
© Mustafa Iman/Andreas Yemmy /Beritagar.id

Kreativitas warga, daya tarik wisata

Selain bertujuan mampu menarik wisatawan, warga kampung jelas merasakan dampak ketika kampung yang dulunya kumuh berubah menjadi pelangi. Tak lepas tangan, Pemda setempat juga menggenjot kreativitas warga guna mendukung destinasi pariwisata kota Semarang.

Saat Beritagar.id mengunjungi kampung tersebut pada Sabtu (7/10), warna-warni memenuhi setiap jembatan pintu masuk kampung. Pada saat yang bersamaan, Pemda pun tengah melakukan perbaikan saluran kali Semarang.

Terlihat sebagian besar warga berdagang minuman juga makanan dan cendera mata khas, berupa kaus, asbak, gantungan kunci, dan lain-lain.

Gambar mural pada dinding rumah warga Kampung Pelangi.
Gambar mural pada dinding rumah warga Kampung Pelangi.
© Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Seperti dituturkan Ning Bambang (45) salah satu warga, ia mengaku taraf hidupnya meningkat dengan datangnya para wisatawan di kampung tersebut.

"Alhamdulilah, perekonomian meningkat dengan banyaknya turis yang datang," akunya.

Walau keluarga Ning tak mahir menggunakan cat, namun dorongan pemerintah atas proyek ini memaksa mereka untuk berkarya lebih kreatif. Dengan modal nekat mereka pun berhasil membuat suasana rumah dan lingkungan lebih berwarna warni.

"Jumlah habisnya cat kurang tahu persis, tapi ada sekitar tujuh atau delapan warna yang kami gunakan," ungkap Ning.

Ning juga mengatakan, antusiasme warga atas makin banyaknya turis yang singgah ke kempung tersebut membuat mereka bahu membahu dalam mempercantik rumah warga satu dan lainnya. Rasa kebersamaan itulah yang semakin mempererat kehidupan bermasyarakat di kampung ini.

Semaraknya kampung, sambung Ning, membuatnya kerap ramai dikunjungi para wisatawan, terutama pada akhir pekan.

"Kalau ramainya ya seperti hari ini, Sabtu dan Minggu. Biasanya habis beli bunga di pasar depan, mampir ke dalam, lihat-lihat, berbincang dengan kami-kami," ujar ibu tiga anak ini.

Proyek wisata domestik

Ini merupakan buah upaya pemerintah setempat untuk meningkatkan perekonomian warga kampung yang dulu bernama Kampung Gunung Bintik. Dulu kampung ini masuk kategori kawasan kumuh permukiman penduduk.

Dengan proyek senilai Rp3 miliar, diharapkan kampung yang terletak di pesisir kali Semarang ini mampu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin di sekitarnya.

Ada sekitar 325 rumah yang bersolek dengan corak warna warni. Kawasan ini meliputi enam Rukun Tetangga (RT) di RW 03, Kelurahan Randusari, Kecamaatan Banjarbaru, Semarang Selatan.

Upaya untuk mengubah wajah kampung juga disokong oleh sumbangan warga, dan dana CSR perusahaan, salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Sabtu (7/10/2017).

Perubahan wajah Kampung Pelangi tak lepas dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari di jalan Dr. Sutomo yang digagas pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depan kampung tersebut itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan nilai renovasi sebesar Rp9,6 miliar.

Pemerintah ingin penampilan elok pasar bunga ditunjang oleh pemandangan kampung di belakangnya yang menyejukkan mata. Upaya itu tentunya untuk menarik wisatawan yang --mengunjungi kota Semarang.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.