Nasi sek Pariaman dulu Rp100 kini Rp10 ribu

Ilustrasi.
Ilustrasi. | Africa Studio /Shutterstock

Walau dikenal luas dengan ciri khas pedas, nikmat, berlemak dan bersantan, nyatanya tak semua Masakan Padang akrab di telinga. Salah satunya nasi sek, kuliner khas dari Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Awas, jangan salah sebut. Mengutip Detik Travel, nasi sek merupakan akronim dari nasi "saratuy kanyang", yang dalam bahasa Indonesia artinya seratus kenyang. Ditilik awal mulanya, nasi sek ini muncul setelah diperkenalkan oleh Bupati Anas Malik yang menjabat pada tahun 1980-an.

Sesuai namanya, harga nasi sek pada saat itu hanyalah seratus rupiah. Seiring waktu, harganya tentu berubah. Pun dengan kepanjangannya.

Berdasar keterangan Kompasiana, nasi sek saat ini juga punya kepanjangan nasi "Sepuluh Ribu Enak Kenyang ". Walau begitu, harganya bisa lebih murah. Nasi sepuluh ribu tergantung jenis lauk yang dipilih untuk melengkapi makanan. Sebungkus nasi sek harganya sangat murah, cuma Rp2 ribu.

Sekilas memang tak ada yang istimewa dari penampakan nasi sek. Selain dibalut daun pisang dengan bentuk segi tiga--kadang mengerucut serupa limas, nasi sek ini sebenarnya nasi putih porsi kecil yang dibuat seukuran kepalan tangan. Rupanya mengingatkan pada nasi angkringan atau nasi kucing di daerah Jawa Tengah atau Yogyakarta, karena ukuran yang sama-sama kecil.

Nasi sek tidak nikmat disantap sendirian. Yang jadi keunikan, ternyata terdapat pada nama, harga bersahabat, dan juga lauk pauk yang melengkapinya. Dulu, nasi sek terdiri dari nasi yang dibungkus daun pisang, gulai jengkol, sambal cabai, sayur singkong, sehingga harganya murah. Sekarang nasi sek berinovasi. Lauk pelengkapnya juga lebih beragam, tentunya tetap khas Pariaman.

Biasanya disajikan dengan aneka hidangan laut seperti sala lauk (ikan kecil goreng tepung) berbumbu khas--campuran tepung beras, kunyit, garam, dan jeruk nipis; goreng ikan teri balado; juga sala cumi yang rasanya tak kalah renyah. Pilihan pelengkap lainnya, Anda juga bisa mencicipi gulai kepala ikan atau gulai ikan karang khas Pariaman untuk menemani nasi sek.

Nasi Sek dihidangkan lesehan dan makannya dengan menggunakan tangan. Selain lauk pelengkap, minuman segar air kelapa muda, dengan tambahan susu dan perasan jeruk menambah kenikmatan tersendiri.

Menu ini biasa dinikmati untuk santap siang. Lantaran ukurannya hanya sekepal tangan, nasi sek kerap membuat penikmatnya lupa sudah makan berapa bungkus. "Pembeli bisa menghitung sendiri berapa biaya yang dikeluarkan untuk satu kali makan" kata Syafrida, seorang pengelola restoran nasi sek di Pantai Gondoriah.

Memang, selain wisata laut dan pantai, kuliner ini menjadi andalan pemerintah Kota Pariaman dalam mempromosikan pariwisata. Termasuk mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Untuk mencobanya, Anda hanya perlu menapakkan kaki di sepanjang tepi Pantai Gondoriah. Di sini ada banyak pondok lesehan penjual nasi sek yang menghadap ke laut. Letaknya tak jauh dari Pasar Pariaman dan stasiun kereta api, sekitar 53 kilometer dari Kota Padang, dengan melalui jalur darat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR