KULINER NUSANTARA

Pelengkap soto yang menggiurkan

Ilustrasi sate sebagai pelengkap menu soto
Ilustrasi sate sebagai pelengkap menu soto | Ariyani Tedjo /Shutterstock

Indonesia dikenal memiliki ragam jenis soto dengan ciri khas dan rasa yang otentik. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia mencatat, ada 72 jenis soto Nusantara.

Untuk menambah cita rasa soto, Anda bisa menambahkan pelengkap seperti sambal, jeruk nipis. Namun, Anda juga memberikan jenis pelengkap soto lainnya, seperti di bawah ini.

1. Koya

Biasanya soto Lamongan adalah soto dengan ciri khas taburan koya, seperti ditulis Kompas.com. Meski koya hanya berfungsi sebagai pelengkap, tapi menambahkan taburan koya di atas soto akan membuat lebih nikmat.

Koya berguna sebagai penyedap. Selain itu koya juga berfungsi sebagai pengental kuah. Proses membuat koya pun tidak sulit. Cukup menyiapkan bawang putih bubuk dan kerupuk.

2. Burasa

Hidangan berkuah dari Makassar, Sulawesi Selatan ini semakin nikmat disantap dengan burasa dan sambal tauco.

Burasa memiliki bentuk persegi panjang dan agak pipih. Mirip seperti kue nagasari.

Biasanya, burasa disajikan langsung dua buah yang diikat dengan tali rafia. Ketika bungkus daun pisangnya dibuka, lapisan luar buras berwarna putih kehijauan dan bagian dalamnya berwarna putih.

Penggunaan beras yang sudah dimasak setengah matang membuat burasa memiliki tekstur tidak terlalu padat. Juga terasa lebih lembut dari lontong.

Selain itu, penambahan santan juga membuat rasa burasa menjadi gurih. Cocok juga sebagai pelengkap santap sop konro dan pallubasa.

Sementara penggunaan tauco memperkuat dugaan perbauran cita rasa makanan Tiongkok yang sudah dikenal pada abad ke-16. Diduga juga kalau coto Makassar sudah ada sejak Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa, yang pernah berjaya pada tahun 1538.

3. Uritan

Uritan merupakan cikal bakal telur ayam atau telur muda yang masih ada dalam perut ayam. Bentuk uritan bulat kecil-kecil berwarna kekuningan, tapi tidak bercangkang.

Uritan memiliki tekstur kenyal dan rasa yang nikmat. Biasa dipotong-potong dan dijadikan isian soto. Bahan ini ada dalam penyajian soto Lamongan, sup ayam dan sate uritan untuk pelengkap menu bubur ayam.

4. Mendol

Mendol adalah salah satu makanan khas Jawa Timur. Makanan ini terbuat dari bahan dasar tempe kedelai juga. Tempe mendol ini banyak ditemukan di daerah Malang baik untuk lauk pelengkap pecel maupun dimakan sebagai jajanan.

Bentuk mendol sekilas seperti perkedel. Selain sebagai lauk pauk, mendol biasa dijadikan pelengkap hidangan berkuah seperti soto.

Tapi, mendol memiliki warna kehitam-hitaman karena dibuat dari bahan tempe kedelai yang sudah agak basi atau disebut tempe bosok.

Untuk membuat mendol, siapkan kedelai tempe yang dicampur dengan ragam bumbu seperti kencur, bawang, brambang, ketumbar, jeruk parut, gula putih hingga garam.

Semua bumbu digiling hingga halus. Kemudian kedelai tempe dilumat bersama dengan bumbu tersebut. Usai dikepal, adonan mendol dibiarkan selama satu sampai enam jam tergantung tingkat fermentasi yang diinginkan.

Kemudian adonan tadi digoreng hingga kecokelatan. Anda bisa sontek resepnya di sini. Saat menikmati soto ditambah mendol, ada cita rasa gurih dengan asam yang pas.

5. Kletuk

Pelengkap soto yang biasa dihidangkan di Blora adalah kletuk. Kletuk merupakan taburan terakhir ketika hidangan ini disajikan.

Berbentuk kotak mungil dengan ukurannya yang lebih kurang sama dengan ukuran kacang polong. Teksturnya keras, namun mudah untuk dikonsumsi.

Sensasi mengunyah dan mengeluarkan bunyi kletuk ini yang menyebabkan soto ini dijuluki soto kletuk. Dan ini yang menjadi ciri dari soto khas Blora.

Anda bisa menikmati soto dengan tambahan kletuk di kedai soto kletuk Pak Galo, seperti dinukil Liputan6.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR