Perayaan Kasada di tengah erupsi Bromo

Bromo menjadi lokasi upacara Kasada
Bromo menjadi lokasi upacara Kasada | pudyanto /shutterstock

Aktivitas Gunung Bromo meningkat lagi. Menurut Ahmad Subhan, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo, aktivitas gunung ini sudah meningkat sejak 11 Juni 2016. Meski berstatus waspada, masyarakat suku Tengger tetap menggelar Hari Raya Yadya Kasada di kawah Gunung Bromo.

Kasada adalah upacara persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur. Upacara ini dilakukan setiap hari ke-14 pada bulan Kasada dalam penanggalan Jawa. Tahun ini, upacara Kasada jatuh pada tanggal 20-21 Juli 2016.

"Kami tetap melakukan persembahan hasil bumi di kawah Gunung Bromo. Karena bagi kami adalah wajib dilakukan untuk keselamatan warga Tengger," kata Narto, warga Suku Tengger yang tinggal di Sukapura Probolinggo, dikutip Detik.

Ritual ini tetap dilakukan karena demi keselamatan warga Tengger. Menurut Umar Rosadi, Penanggung Jawab Gunungapi Sejawa Timur, ritual ini tak bisa dihalangi karena sudah jadi tradisi dan merupakan hari kebesaran warga Tengger.

Demi keamanan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan jarak aman 1 kilometer untuk pengunjung dari kawah Bromo. Selama Kasada berlangsung, pihak PVMBG pun akan melakukan pendampingan dan memantau aktivitas dapur magma hingga perayaan selesai.

John Kennedie, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pun sepakat dengan PVMBG, bahwa pengunjung hanya boleh mendekat maksimal satu kilometer dari kawah. Hanya masyarakat lokal saja yang diperbolehkan mendekati kawah untuk melaksanakan ritual.

Bila kondisi sedang normal, wisatawan bisa datang pada malam hari untuk melihat persiapan para dukun. Selain memberikan sesajen berupa hasil bumi, ada juga pengangkatan dukun atau tabib setiap Kasada berlangsung. Untuk dapat diangkat oleh para tetua adat, dukun-dukun harus bisa mengamalkan dan menghafal mantra.

Persiapan warga dimulai beberapa hari sebelum ritual ini berlangsung. Tepatnya pada malam ke-14 bulan Kasada, warga Tengger akan berbondong-bondong membawa sesajen berupa hewan ternak atau hasil pertanian ke pura.

Tengah malamnya, diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten (tempat ibadah suku Tengger) yang ada di lautan pasir Gunung Bromo. Peranana dukun bagi masyarakat Tengger sangatlah penting, karena mereka yang akan bertugas memimpin acara-acara ritual, perkawinan, dan sebagainya. Untuk lulus menjadi dukun, sebelumnya calon dukun harus sukses dalam ujian hafalan dan lancar saat membaca mantra.

Mobil melintas di lautan pasir di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo Jawa Timur, Selasa (12/7). Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer.
Mobil melintas di lautan pasir di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo Jawa Timur, Selasa (12/7). Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer. | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
BACA JUGA