TUJUAN WISATA

Perjalanan menuju puncak Gunung Prau

Ilustrasi panorama dari puncak Prau saat langit cerah.
Ilustrasi panorama dari puncak Prau saat langit cerah. | Nasrul Ma Arif /Shutterstock.com

Kawasan pendakian Gunung Prau di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah kembali dibuka, Rabu (4/4/2018). Sebelumnya ditutup selama tiga bulan.

Gunung setinggi 2.565 meter di atas permukaan laut ini cukup populer di kalangan pendaki, karena pemandangan dari puncak Prau yang elok, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.

Untuk mencapainya, Anda bisa menempuh perjalanan 11 jam dengan kereta api (Serayu malam) dari Stasiun Senen, Jakarta, menuju Purwokerto, Jawa Tengah. Ongkosnya Rp67 ribu per orang, bisa dipesan sebelumnya secara daring.

Tiba di Purwokerto, Anda bisa memilih jalur melalui Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Ini jalur pendakian yang cukup populer di kalangan pendaki.

Saat ini sudah ada delapan Jalur pendakian untuk menuju puncak Prau. Enam jalur dibuka untuk pendakian umum, yakni Patak Banteng, Kali Lembu, Dieng Wetan, Dieng Kulon, Campurejo, dan Wates.

Sedangkan dua jalur lainnya yakni Igirmranak dan Kenjuran masih dijadikan untuk rute konservasi, dan hanya diperuntukkan untuk kalangan pendaki perhutani dan Ranger.

Untuk mempersingkat waktu perjalanan menuju Desa Patak Banteng, Anda bisa menyewa minibus jenis Elf ongkos sewa sekitar Rp550 ribu. Biasanya pendaki patungan untuk menyewanya. Rp55 ribu per orang.

Jalur pendakian paling ramah

Jalur Patak Banteng, salah satu jalur favorit ke puncak Prau.
Jalur Patak Banteng, salah satu jalur favorit ke puncak Prau. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Jalur Patak Banteng boleh dikatakan paling ramah untuk semua kalangan pendaki. Waktu tempuhnya relatif cepat, yakni sekitar tiga sampai empat jam.

Akan tetapi jika mendaki malam akan lebih menantang. Terutama jika malam sebelumnya diguyur hujan, jalurnya relatif lebih licin.

Sebelum mulai pendakian, Anda harus melakukan pendaftaran di Basecamp Prau. Sediakan uang Rp20 ribu per orang.

Pastikan peralatan pendakian lengkap. Tenda, matras, kantung tidur (sleeping bag), pakaian dingin, jas hujan, sepatu, sandal, logistik, dan tentunya senter.

Jika bertolak dari basecamp sekitar pukul 20.00 WIB, Anda bisa sampai di puncak Prau jelang tengah malam. Bonusnya jika langit cerah, panorama bintang.

Dalam perjalanan, Anda akan melalui beberapa pos. Beristirahatlah jika sudah merasa lelah.

Lepas dari Pos 3, jalurnya cukup menantang dengan sudut kemiringan yang lebih terjal. Jika lelah, cukup menapak ke depan dengan hitungan pijakan antara 10-20, kemudian istirahat dengan tarikan napas panjang.

Puncak Prau dengan latar belakang Gunung Sindoro yang tertutup kabut.
Puncak Prau dengan latar belakang Gunung Sindoro yang tertutup kabut. | Mustafa Iman /Beritagar.id

Titik-titik panorama menawan

Jika langit cerah, Anda bisa menikmati bintang dari puncak Gunung Prau. Dalam suhu terendah di Prau, Anda akan mendapati kristal es menempel pada bebatuan, dari embun yang membeku karena hawa sangat dingin.

Pada pagi hari saat cuaca cerah, nikmati pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing di bagian selatan Prau. Sementara di bagian barat, tampak puncak Gunung Slamet, serta Gunung Merbabu dan Gunung Lawu di arah timur.

Dari puncak Prau, Anda dapat melihat pemandangan telaga warna dan dataran tinggi Dieng di sebelah utara. Tak terlepas pesona bukit teletubbies--mirip di Gunung Bromo--yang menyejukkan mata.

Pemandangan bukit teletubbies, mirip panorama yang ada di Gunung Bromo.
Pemandangan bukit teletubbies, mirip panorama yang ada di Gunung Bromo. | Mustafa Iman /Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR