TUJUAN WISATA

Pesona Cagar Alam Gunung Mutis, NTT

Ilustrasi pemandangan perbukitan bergelombanga di Nusa Tenggara Timur.
Ilustrasi pemandangan perbukitan bergelombanga di Nusa Tenggara Timur. | Sigit Prasetio /Shutterstock

Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan dan pesona alam yang tidak ada habisnya. Lain waktu Anda berniat mengunjunginya, jangan hanya mampir ke Kupang yang terkenal dengan wisata Pantai Kolbano, Pulau Kera, dan Gua Kristalnya.

Sempatkan waktu untuk menengok keindahan Cagar Alam Gunung Mutis.

Secara geografis, Cagar Alam Gunung Mutis terletak di desa Fatumnasi, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kawasan yang berjarak sekitar 140 km sebelah Timur Laut Kota Kupang ini memiliki luas bentangan sekitar 12.000 hektar.

Kawasan yang juga dikenal dengan nama Gunung Marmer ini dihuni oleh salah satu suku tertua di NTT, yaitu Suku Dawan.

Suku Dawan menganggap kawasan ini penting karena mereka menggantungkan hidupnya dari mata air yang berada di dalam gunung yang mereka sebut Oe Kanaf atau air dari batu.

Mata air tersebut menuju satu titik dan membentuk dua buah daerah aliran sungai (DAS), yakni Benain dan Noelmina. Keduanya, tak hanya merupakan sumber kehidupan masyarakat TTS, tapi juga hingga masyarakat Timor Tengah Barat (TTB).

Secara umum, kawasan Gunung Mutis dan sekitarnya merupakan daerah terbasah di Pulau Timor.

Hujan turun hampir setiap bulan dengan frekuensi tertinggi terjadi pada bulan November sampai Juli, dengan angin kencang berkecepatan tinggi yang berembus sepanjang November hingga Maret.

Tipe vegetasi yang berada di kawasan ini, seperti ditulis Ksmtour.com, merupakan perwakilan dari hutan homogen dataran tinggi.

Tak heran, Anda dapat menemukan beberapa flora yang hidup di dataran tinggi (200-1.500 mdpl) di sana, misalnya, Ampupu (Eucalyptus Urophylla) dan Cendana (Santalum Album).

Selain itu, pesona unik lainnya adalah hutan Bonsai yang didominasi pohon Kayu Putih (Eucalyptus Alba).

Suhu Cagar Alam Gunung Mutis boleh jadi cukup dingin, kisarannya mencapai 12-19 derajat celsius, dengan suhu terendah sembilan derajat celsius.

Kondisi ini cukup wajar karena lokasinya berada pada ketinggian 1500-2400 mdpl. Dataran tertingginya ahkan mencapai 2.427 mdpl.

Kesiniaja.com menggambarkan kawasan yang secara umum dikelola perhutani ini masih sangat asri terjaga, sepertinya tak ada tangan jahil yang mencoba mengusik lingkungan sekitarnya. Hanya sapi dan kuda saja yang dilepasliarkan untuk mencari makan setiap harinya.

Namun begitu, Anda harus tetap sigap dan waspada. Pasalnya, di kawasan ini juga ditemukan beragam fauna liar endemik Pulau Timor, seperti rusa (Cervus Timorensis), kuskus, biawak (Varanus Timorensis), ular sanca (Phyton Timorensis), punai (Treon Psittacea), betet (Apromictus Jonguilaceus), dan pergam (Ducula Cineracea).

Secara keseluruhan keadaan topografinya merupakan relief berbukit sampai bergunung dengan keadaan lereng miring sampai curam.

Bila ingin menikmati keindahan panorama yang cemerlang, naiklah ke puncak Gunung Mutis, Anda dapat menyaksikan matahari terbit atau matahari terbenam yang menawan.

Selain keindahan alam, flora, dan fauna, kawasan ini juga dikenal dengan eksplorasi penambangan Batu Marmer.

Namun, sejak 2010, Merdeka.com menuliskan bahwa Bupati Kupang saat itu, Ayub Titu Eki, tidak akan membuka keran investasi di bidang usaha pertambangan batu marmer, karena membawa dampak buruk terhadap kerusakan lingkungan alam sekitarnya.

Menurut dia, penambangan Marmer dengan cara memotong perbukitan seperti di beberapa tempat di Kabupaten TTS dan Timor Tengah Utara (TTU) akan menyebabkan kerusakan ekosistem alam yang ada sehingga merugikan masyarakat di wilayah tersebut.

Transportasi dan akomodasi

Untuk mencapai kawasan Cagar Alam Gunung Mutis, Anda dapat menempuh tiga jalur yakni dari arah selatan, timur, dan utara.

Jika Anda berada di Kota Kupang, dalam Pos Kupang dijelaskan, Anda harus terlebih dahulu menumpang bus ke jurusan Kupang-SoE. Jarak tempuh rutenya sejauh 110 km dengan kurun waktu perjalanan kurang lebih tiga jam. Ongkos yang dibutuhkan hanya Rp25 ribu per orang.

Kemudian, setibanya di kota SoE, Anda harus melanjutkan perjalanan Anda secara kolektif agar menghemat biaya.

Sebab, tak ada angkutan umum yang akan membawa Anda berangkat dari Kota SoE hingga lereng Gunung Mutis yang berjarak 30 km.

Jadi, Anda dapat menyewa mobil secara kolektif, seperti mobil pikap dengan atap tertutup. Biaya yang ditarik untuk ongkos pulang pergi mencapai Rp600 ribu dengan waktu tempuh dua jam sekali jalan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR