TUJUAN WISATA

Pesona Pulau Padar di Taman Nasional Komodo

Keindahan pantai dan bukit di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan pantai dan bukit di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. | Indra Wiguna Rosalia /Beritagar.id

Sebagai sebuah negara kepulauan, Indonesia tentu saja memiliki banyak pulau dengan suasana alam yang indah dan sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pulau ini merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo NTT, yang juga meliputi Pulau Komodo, Rinca, dan Gili Motang. Taman Nasional Komodo, mengutip Indonesia Kaya, telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco (Badan Pendidikan, Sains, dan Budaya PBB) sejak 1991.

Status tersebut membuat pulau-pulau di taman nasional tersebut relatif terjaga kemurnian dan keindahan alamnya.

Terbentang seluas 40.728 hektare, Padar merupakan pulau ketiga terluas di taman nasional tersebut, setelah Komodo dan Rinca. Ia memang belum sepopuler dua pulau tersebut, tetapi sebenarnya memiliki pemandangan alam yang tak kalah menakjubkan.

Pulau Padar, dituturkan Floresa, juga pernah dihuni oleh banyak komodo. Akan tetapi, seiring menurunnya populasi rusa--yang menjadi makanan utama komodo--jumlah hewan bernama latin Varanus komodoensis itu terus berkurang sejak era 1980-an.

Akan tetapi hewan langka tersebut mulai terlihat lagi pada awal tahun 2000 dan pada 2013 beberapa orang sempat melihatnya berjemur di pantai pulau tersebut.

Kemudian tahun lalu, Tribun Manado mengabarkan ada pengunjung yang tak sengaja menangkap gambar seekor komodo di Pulau Padar saat ia tengah memoto rekannya.

Fakta-fakta tersebut membuat Anda mesti berhati-hati jika bertualang ke Pulau Padar karena komodo, yang panjang tubuhnya bisa mencapai tiga meter, adalah karnivora dengan gigitan keras dan liur beracun yang bisa mematikan.

Panorama cantik dan pasir merah jambu

Salah satu pantai dengan pasir merah muda di Pulau Padar.
Salah satu pantai dengan pasir merah muda di Pulau Padar. | Indra Wiguna Rosalia /Beritagar.id

Pulau Padar dikelilingi beberapa pulau kecil lain yang memiliki panorama unik. Di beberapa bagian pulau, Anda bisa menjumpai hamparan pantai dengan pasir tampak berwarna merah muda (pink beach), yang cocok untuk bermain atau sekedar berenang permukaan (snorkeling).

Selain itu, agar bisa menikmati pemandangan pulau secara keseluruhan, Anda bisa menaiki beberapa bukit yang terdapat di sana. Hamparan lahan berbukit yang hijau, langit dan laut biru yang bersih, juga putih buih air saat menerpa pantai adalah hal yang bisa menyejukkan mata dan pikiran Anda.

Beberapa wisatawan tampak tengah menuruni salah satu bukit di Pulau Padar, NTT.
Beberapa wisatawan tampak tengah menuruni salah satu bukit di Pulau Padar, NTT. | Indra Wiguna Rosalia /Beritagar.id

Untuk mencapai puncak Pulau Padar, seperti ditulis Virustraveling, Anda harus mendaki bukit yang cukup terjal. Dibutuhkan sekitar 40 menit untuk sampai di puncaknya di tengah udara yang panas. Oleh karena itu, pastikan tubuh Anda dalam kondisi sehat jika tertantang untuk mendaki bukit-bukit tersebut.

Percayalah, upaya keras dan keletihan Anda mendaki bukit akan terlupakan dengan pemandangan indah yang bisa Anda saksikan.

Pemandangan dari salah satu puncak bukit di Pulau Padar, NTT.
Pemandangan dari salah satu puncak bukit di Pulau Padar, NTT. | Indra Wiguna Rosalia /Beritagar.id

Lokasi dan akomodasi

Jika Anda tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya, untuk menuju Pulau Padar, detikTravel menyarankan Anda untuk terbang ke Bandara Komodo di Labuan Bajo.

Beberapa maskapai--Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, Citilink--menyediakan penerbangan ke sana. Namun hanya Garuda Indonesia yang menyediakan layanan terbang langsung.

Harga tiket pesawat sekali jalan dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ke Bandara Komodo di Labuan Bajo untuk satu orang, mulai dari Rp1,3 juta.

Karena sebagian besar merupakan penerbangan transit, waktu tempuhnya beragam. Tetapi penerbangan langsung Garuda memakan waktu 2 jam 35 menit.

Sampai di Labuan Bajo ragam hotel dan motel sudah banyak menanti. Mulai dari motel/hotel melati dengan tarif paling murah sekitar Rp200 ribu per malam hingga hotel-hotel berbintang.

Lalu, Anda dapat menggunakan jasa perahu untuk menjelajah pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo.

Pada umumnya, pengunjung akan mendatangi Pulau Padar, Rinca, dan Komodo karena lokasinya saling berdekatan.

Perahu-perahu yang bisa disewa untuk menyusuri Pulau Padar dari lautan.
Perahu-perahu yang bisa disewa untuk menyusuri Pulau Padar dari lautan. | Indra Wiguna Rosalia /Beritagar.id

Harga sewa perahu pun beragam, tergantung tujuan yang Anda pilih. Jika menggunakan perahu kayu dengan kapasitas 5-15 orang untuk mengunjungi Pulau Komodo, Padar, dan pink beach, maka harga yang harus Anda keluarkan untuk biaya sewa adalah Rp1,5 juta sehari penuh.

Ada lagi kapal yang lebih nyaman dan dapat mencapai tiap pulau lebih cepat. Warga sekitar menyebutnya dengan kapal speed dengan tarif mulai Rp8 juta.

Jika menggunakan kapal yang lebih mewah lagi ala saudagar, maka Anda harus merogoh kocek lebih dalam, yakni mulai Rp10 juta.

Untuk tarif masuk ke Taman Nasional Komodo, saat ini tiketnya hanya Rp5.000 untuk turis lokal, dan Rp150.000 untuk turis asing. namun Kompas Tarvel mengabarkan bahwa tahun depan akan ada kenaikan tarif sekitar 50-100 persen.

Untuk biaya makan di Labuan Bajo pun tak terlalu mahal, hampir sama dengan tarif makan di beberapa kota besar lain, semisal Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

Untuk dapat menikmati pemandangan elok Pulau Padar dan sekitarnya, para wisatawan lokal rata-rata menghabiskan 2 hari 1 malam di Labuan Bajo atau paling tidak 3 hari 2 malam. Berbeda dengan turis asing yang biasanya tinggal lebih lama.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR