Pesona unik Danau Weekuri di Pulau Sumba

Danau Weekuri yang unik terletak di pesisir Pantai Mandorak, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Danau Weekuri yang unik terletak di pesisir Pantai Mandorak, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
© leolintang /Shutterstock.com

Banyak sekali danau alami nan indah di wilayah Nusa Tenggara Timur. Salah satunya Danau Weekuri, yang terletak di pesisir Pantai Mandorak, Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya.

Danau ini merupakan salah satu yang paling unik di Indonesia. Pasalnya, kandungan air yang memenuhi danau tersebut adalah air payau. Kadar garamnya termasuk tinggi sehingga mereka yang berenang tak sulit untuk mengapungkan badan.

Air asin bisa berada di danau ini karena pada dasarnya Weekuri adalah laguna yang hanya dipisahkan oleh batu karang dari tepi Pantai Mandorak. Saat pasang atau ombak besar, air laut masuk ke dalam danau.

Sementara di danau itu juga terdapat beberapa mata air. Campuran antara air tanah dan air laut itu membuat sifat air menjadi payau. Selain itu, gradasi warna air di danau ini juga menjadi bervariasi. Ada yang berwarna biru cerah, biru sedikit kehijau-hijauan, bahkan ada yang rasanya hangat dan ada yang dingin.

Warna air danau dihiasi oleh bayangan kecoklatan pada dasar danau yang merupakan karang landai.

Danau Weekuri hanya dipisahkan oleh tebing karang dari laut.
Danau Weekuri hanya dipisahkan oleh tebing karang dari laut.
© leolintang /Shutterstock

Seperti ditulis Kompas.com, Weekuri berasal dari bahasa Sumba, yang berarti air (wee) dan percikan (kuri). Hingga Weekuri diartikan sebagai air dari hasil percikan karang yang menerobos ke daratan, kemudian membentuk danau atau laguna.

Jika Anda melihatnya dari atas, danau Weekuri berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 150 meter ke arah daratan, dengan lebar terjauh 50 meter, serta kedalaman yang bervariasi sekitar 3-5 meter ketika laut pasang.

Saat air danau surut, dasar danau terendah hanya sekitar 30 cm dan hanya tampak pasir putih mengilap, sementara dasar terdalam sekitar 2,5 meter dengan air danau berwarna biru.

Keunikan dan keindahan alam di sekitarnya membuat Danau Weekuri, yang seperti terisolasi dari dunia luar, layak dijadikan salah satu tujuan yang sebaiknya dikunjungi jika Anda berwisata ke NTT.

Di sekitar danau, Anda akan mendapati penduduk asli Sumba yang menjual kerajinan tangan, mulai dari gelang kulit penyu, katopo--senjata tajam khas Sumba, hingga kain tenun khas Sumba yang diklaim merupakan selimut para dewa.

Akses relatif sulit, fasilitas minim

Namun memang agak sulit untuk melancong ke kawasan tersebut karena letaknya yang lumayan jauh. Jaraknya kurang lebih 100 km dari kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat, atau 60 km dari kota Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, mobil atau motor, Anda dapat melalui jalur Desa Kalenarogo dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Saat Beritagar.id mengunjungi danau ini beberapa waktu lalu, akses jalan menuju danau relatif masih sulit.

Pendek kata, lebih mudah menggunakan motor dibandingkan dengan mobil. Anda juga harus menapaki jalur berdebu tebal di Desa Kalenarogo.

Tak heran, jika tiba di danau, jeket dan celana Anda akan langsung kotor dengan kepenatan tak terkira. Namun tentunya, semua itu ditebus dengan kesejukan air danau.

Menurut situs Indonesia Kaya, wisatawan bisa menyewa motor atau mobil dari Waikabubak atau Tambolaka. Harga sewanya berkisar antara Rp500.000-Rp600.000 sudah beserta sopir untuk mobil. Sementara sewa sepeda motor antara Rp100.000-Rp150.000 rupiah per harinya.

Karena nyaris tak ada petunjuk jalan ke kawasan tersebut, akan lebih baik jika Anda menyewa jasa pemandu wisata lokal atau mengajak teman yang pernah berkunjung ke sana.

Untuk masuk ke Danau Weekuri, Anda akan melewati pos yang dijaga penduduk lokal setempat. Pengunjung akan diminta membayar tiket masuk dengan harga serela pengunjung. Pos jaga itu berjarak sekitar 20 meter dari tepi danau.

Fasilitas di danau ini masih sangat minim. Tidak ada warung makan atau hotel di sini. Oleh karena itu, ada baiknya menyiapkan bekal makanan dan minuman yang cukup.

Secara umum para pengunjung Danau Weekuri relatif lebih ramai saat bulan-bulan penyelenggaraan upacara adat Sumba, yakni pada Februari hingga Maret.

Pada bulan-bulan itu, masyarakat Sumba menyelenggarakan Pasola yang merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional Marapu--yang diyakini juga sebagai agama lokal masyarakat Sumba.

Pasola diselenggarakan di empat kampung adat di wilayah Sumba Barat, yakni Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura.

weekuri
© ifCalCan

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.