Piknik gratis ke museum sepanjang Bulan Kemerdekaan RI

Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017.
Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017.
© Andreas Fitri Atmoko /Antara Foto

Bagi Anda yang ingin berwisata ke museum, bulan Agustus ini adalah waktu yang tepat. Sebab, selama sebulan penuh, biaya masuk cagar budaya dan museum yang ada di Indonesia digratiskan. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk berkeliling museum yang ada di kota Anda.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membebaskan biaya tiket masuk dalam rangka menyambut 'Bulan Kemerdekaan' atau peringatan kemerdekaan Indonesia.

"Sepanjang Agustus 2017, dari tanggal 1 sampai 30 Agustus, seluruh cagar budaya dan museum di bawah Kemendikbud akan digratiskan untuk umum," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

Menurut Dr. Harry Widianto, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Indonesia saat tahun 2016 memiliki 428 museum, baik yang dikelola oleh pemerintah mau pun swasta. Jumlah tersebut tentunya akan bertambah seiring dengan pembangunan beberapa museum baru.

Museum baru

Salah satu museum baru adalah Museum Keris di Solo. Pada 9 Agustus, museum yang berada di kawasan Laweyan ini diresmikan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Museum ini dibangun untuk menjadi bukti bahwa Indonesia akan terus menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

"Dengan kehadiran museum ini, saya berharap kita bisa bersama-sama melihat perjalanan sejarah keris, tombak atau pedang dan lain-lain yang merupakan bagian seni budaya kita Indonesia," ujar Jokowi di Museum Keris, Solo, Jawa Tengah, Rabu (09/08/2017).

Menurut Bambang MBS, Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan, museum ini memiliki koleksi senjata tradisional sebanyak 400-an, dan kebanyakan berjenis keris serta tombak dari Jawa.

"Kira-kira perbandingannya 1:6. Tapi memang sudah bisa mewakili Nusantara, karena ada dari Bugis, NTT, Irian, Aceh, Jawa. Paling tidak kebinekaan itu ada," ungkap Bambang.

Museum tertua

Masih di Solo, rupanya museum tertua di Indonesia juga ada di kota ini, yaitu Museum Radya Pustaka yang didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV Oktober 1890.

Awalnya, bangunan ini merupakan kediaman seorang warga negara Belanda yang bernama Johannes Busselaar. Kemudian, hunian tersebut menjadi tempat penyimpanan surat-surat kerajaan dan berbagai benda penting yang berhubungan dengan kerajaan.

Saat koleksi benda kerajaan semakin banyak, tempat ini pun menjadi museum. Ada tujuh ruangan di museum ini yang terdiri dari ruangan wayang, benda yang terbuat dari logam, seperti senjata, arca, serta miniatur-miniatur rumah joglo, rumah asli Jawa Tengah. Ada juga ruang berisi keramik peninggalan masa penjajahan Belanda.

Ruang selanjutnya adalah perpustakaan, berisi koleksi buku mayoritas berbahasa Belanda dan Jawa. Juga ada ruang berisi koleksi yang dibuat dari bahan perunggu, seperti patung dan gamelan.

Museum ini juga memiliki beberapa buah patung, yaitu patung Rangga Warsita, seorang pujangga besar yang hidup di Surakarta pada abad 19 dan patung Johannes Albertus Wilkens ahli bahasa yang membuat kamus Jawa-Belanda. Pada ruang terpisah, ada patung Rojomolo raksasa penguasa laut karya Pakubuwono V.

Museum Wayang

Museum tertua lainnya selain Radya Pustaka adalah Museum Wayang. Mulanya, tahun 1640, bangunan ini didirikan oleh VOC sebagai gereja "de oude Hollandsche Kerk" sampai tahun 1732. Namun, setelah mengalami kerusakan akibat gempa dan diperbaiki, pada tahun 1975, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Wayang.

Ada lebih dari 4.000 wayang mulai dari wayang golek, kulit, kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan, yang dikoleksi di museum ini.

Selain wayang asli Indonesia, museum ini juga memamerkan boneka dari negara negara tetangga seperti seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, Prancis, India dan Kamboja.

Lokasi Museum Wayang ada di kawasan wisata kota tua, Jakarta. Bila berkunjung ke kawasan ini, Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke museum lain yang jaraknya berdekatan, seperti Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri.

Daftar lengkap museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia yang dikelola Kemendikbud bisa dilihat pada tautan ini.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.