Rabeg, semur kaya rempah dari Cilegon

Ilustrasi
Ilustrasi | margouillat photo /Shutterstock

Walau letaknya di tepi Selat Sunda, makanan khas Cilegon bukanlah sajian laut. Mari berkenalan dengan rabeg, semur khas Cilegon yang sedap karena rempah melimpah.

Rabeg adalah sajian berkuah pekat, mirip semur. Biasanya terbuat dari olahan daging kambing atau sapi, dicampur potongan jeroan yang dimasak dengan berbagai rempah.

Sajian khas Cilegon ini merupakan menu wajib pada hajatan kedaerahan masyarakat Banten. Pasalnya, hidangan ini dipercaya telah ada sejak masa pemerintahan Maulana Hasanuddin pada 1552 silam.

Masakan mirip semur ini berisi potongan usus dan daging kambing, direbus bersama jahe, serai, dan daun jeruk. Setelah itu, bumbu ditumis dengan bawang merah dan jahe.

Baru kemudian daging dan jeroan dimasukkan, lalu ditambahkan potongan tomat, lada putih bubuk, cengkeh, kayu manis, dan pala bubuk. Setelah itu tuang air dan masak di atas api kecil hingga bumbu meresap.

Terakhir, tambahkan kecap manis, daun bawang, serta cuka, lalu aduk rata. Jadilah semangkuk rabek yang hangat dan kaya cita rasa.

Jika diperhatikan saksama, masakan mengandung jeroan ini memang mengandung kolesterol tinggi. Meski lezat, Anda sebaiknya menjaga asupan sajian ini.

Rabeg biasanya dimakan bersama sepiring nasi uduk, emping, dan acar timun. Cita rasanya yang kaya rempah membuat masakan ini jadi menu favorit warga Cilegon hingga Serang, Banten, Jawa Barat.

Berbagai resto di Cilegon, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran banyak yang menjajakan rabeg. Bahkan tak sedikit yang menjadikannya menu andalan.

Uniknya, ada penjaja rabeg yang menggunakan bahan daging dan jeroan sapi, ada yang memilih bahan kambing, ada pula yang menggabungkan keduanya.

Kita mulai dari warung sederhana di Jalan Ahmad Yani. Persis di depan Polres Serang. Di deretan toko, Anda dapat menemukan penjaja nasi uduk dan nasi rabeg.

Jika memilih nasi uduk, Anda akan disuguhi sepiring nasi uduk, daging empal basah, sambal merah, dan telur goreng. Kalau Anda pesan nasi rabeg, sepiring nasi bertabur bawang goreng dan semangkuk kecil rabeg pun disuguhkan di atas meja.

Selain itu Anda bisa mampir ke warung Nasi Uduk Rabeg Khas Cilegon milik Hj. Hamsah Letaknya di Pionir Kampung Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan. Di sini ada rabeg dari daging sapi yang lezat rasanya.

"Rabeg itu kan sebenernya terbuat dari kambing, tapi karena banyak yang ngomong nanti kena darah tinggi, maka saya coba buat dengan daging sapi atau kerbau. Alhamdulillah semua orang pada suka," ujar Ibu Hj. Hamsah yang telah berdagang sejak 1993 tersebut.

Warung Hj. Hamsah ini baru buka pukul 17.00 WIB. Jam tutup warung tergantung habisnya sajian rabeg. Kadang pukul 22.00 WIB sudah habis, di waktu sepi warung ini buka hingga larut malam.

Lain cerita dari kedai Haji Naswi di Jalan Raya Serang-Cilegon. Lokasinya tepat di seberang Rumah Tahanan Serang, Banten.

Rabeg buatan Haji Naswi isinya campuran daging kambing yang mendominasi, dan daging sapi. Rabeg di sini menggunakan bumbu ulek yang bukan hasil blender.

Ini adalah salah satu faktor yang menurut Aulia Rahman, pengelola kedai, membuat rabeg sajian kedai mereka laris manis. Rabeg khas Serang Haji Naswi buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Berniat meracik rabeg di dapur sendiri? Resep dari detikfood berikut dapat Anda jadikan acuan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR