KULINER NUSANTARA

Rawon nguling, Warisan Budaya Tak Benda 2018

Rawon, masakan khas Jawa Timur.
Rawon, masakan khas Jawa Timur. | Ariyani Tedjo /Shutterstock

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Warisan Budaya Tak Benda tahun 2018, pada Minggu (5/8/2018). Rawon nguling dari Probolinggo, Jawa Timur, juga masuk dalam daftar tersebut.

Rawon adalah masakan khas Jawa Timur. Semacam sup berisi potongan daging berkuah hitam, dengan cita rasa gurih yang unik karena penggunaan keluak.

CNN memasukkan rawon sebagai salah satu dari 40 jenis masakan kesukaan orang Indonesia. Bahkan, bagi Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Sukarno, rawon adalah salah satu hidangan favoritnya.

Dari berbagai variasi olahan rawon, rawon nguling merupakan ragam rawon yang cukup terkenal. Pada tahun 1942, Mbah Karyodirejo dan Mbah Marni mendirikan warung rawon di pinggir jalan di kampung Nguling, desa Tongas yang terletak di antara Pasuruan dan Probolinggo.

Saat ini, warung makan tersebut dinamakan Rumah Makan Rawon Nguling, masih menggunakan resep asli yang telah diturunkan kepada tiga generasi Mbah Karyodirejo, dan sudah memiliki 11 waralaba yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Dalam makalahnya Pelestarian Rawon Nguling Sebagai Nilai Tambah pada Pengembangan Wisata Kuliner Tradisional Indonesia, Sri Fajar Ayuningsih menyebutkan bahwa Restoran Warung Nguling merupakan tujuan wisata kuliner favorit para wisatawan yang berkunjung di Jawa Timur.

Pada Minggu (5/8/2018) yang lalu, kuliner khas Kabupaten Probolinggo tersebut ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2018. “Kami memang mengusulkan kuliner ini karena sudah turun temurun beroperasi dan selalu ramai dikunjungi,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, M. Sidik Widjanarko, seperti dikutip dari Liputan 6. “Selain itu, mempunyai cita rasa yang khas.”

Rofiq Ali Pribadi, salah seorang cucu Mbah Karyodirejo yang sekarang mengelola restoran Rawon Nguling, kepada Kompas menjelaskan bahwa keunikan cita rasa rawon nguling terletak pada takaran bumbu dan cara mengolah bahan-bahannya, sehingga menghasilkan kuah rawon yang lebih kental tetapi tetap segar.

Rawon nguling adalah salah satu dari delapan karya budaya Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, bersama dengan 225 karya budaya tak benda lain dari seluruh Indonesia.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018 dilakukan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam sidang paripurna di Hotel Millennium, Jakarta.

Keputusan sidang yang dibacakan oleh Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda, Prudentia MPSS, menetapkan 225 karya budaya dari 264 karya budaya yang lolos administrasi. Sementara jumlah karya budaya yang diusulkan adalah sebanyak 416 karya.

Dilansir Kompas, penetapan ini bertujuan melindungi, memanfaatkan dan membina agar Warisan Budaya Tak Benda ini tetap lestari.

Dalam wawancara dengan Tempo, Nadjamuddin Ramly, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, mengatakan bahwa sejak 2013 hingga 2018, sebanyak 819 karya budaya ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Dalam keterangan yang terdapat dalam situs Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud disebutkan bahwa sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang perlindungan warisan budaya tak benda, Indonesia diwajibkan mengatur, mengidentifikasi dan menginventarisasi warisan budaya tak benda Indonesia, yang ada di wilayah Republik Indonesia dalam satu atau lebih inventaris yang diperbaharui secara berkala, sesuai dengan pasal 11 dan 12 Konvensi tersebut.

Warisan Budaya Tak Benda adalah keseluruhan peninggalan kebudayaan yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan/atau seni.

Sementara berdasarkan UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003 Warisan Budaya Tak Benda merupakan berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan, serta instrumen, obyek, artefak, dan ruang-ruang budaya, diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat, kelompok, dan dalam beberapa kasus, perorangan, adalah bagian dari warisan budaya tersebut.

Mengutip Bisnis, sebagai negara kepulauan yang luas, sudah pasti Indonesia memiliki banyak budaya. Akan tetapi, tidak semua dapat atau sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Menurut tim ahli warisan budaya tak benda, terdapat 15 kriteria sebagai acuan untuk menetapkan suatu karya budaya menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Kelimabelas kriteria tersebut di antaranya adalah karya budaya harus merupakan identitas budaya dari satu atau lebih komunitas budaya; memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran akan jati diri dan persatuan bangsa.

Kekhasan, keunikan atau kelangkaan karya budaya dari suatu suku bangsa yang dapat memperkuat jati diri bangsa, serta merupakan bagian dari komunitas, juga merupakan salah satu kriteria.

Ditambah dengan tradisi hidup yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan berguna bagi manusia dan kehidupan, dapat memberikan dampak sosial, ekonomi dan budaya.

Kriteria lain, mendesak untuk dilestarikan karena peristiwa alam, krisis sosial, krisis politik dan ekonomi, serta menjadi sarana untuk pembangunan yang berkelanjutan, terancam punah, rentan diklaim oleh negara lain, diwariskan lebih dari satu generasi, dimiliki komunitas tertentu, serta berada dalam perbatasan dengan wilayah negara lain.

Juga tidak bertentangan dengan hak asasi manusia, mendukung keberagaman budaya dan lingkungan alam, serta berkaitan dengan konteks.

Nadjamuddin menambahkan, pemerintah telah mencatat 7.893 buah warisan budaya tak benda. Sembilan di antaranya tercatat di UNESCO sebagai warisan budaya dunia, yaitu batik, cara pembuatan batik, wayang, keris, angklung, tari Saman, Noken, tiga genre tari Bali, dan seni pembuatan perahu tradisional Pinisi.

“Warisan budaya sekarang sudah menjadi sumber investasi dan meningkatkan kesejahteraan para pegiat, penggiat serta sebagai komunikasi budaya, dan bukan lagi sebagai pelengkap saja. Sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017,” pungkas Nadjamuddin.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR