Rendang itiak, gurih legit nan istimewa

Di Bukittinggi, rendang itik lebih populer dibandingkan rendang daging sapi.
Di Bukittinggi, rendang itik lebih populer dibandingkan rendang daging sapi. | Aris Setya/Shutterstock

Rendang itiak mungkin terdengar asing karena tak banyak restoran yang menyajikan makanan ini. Sebab diperlukan keahlian khusus untuk memasak rendang berbahan dasar itik ini.

Meski tak sepopuler rendang daging, rendang itiak juga salah satu penganan asal Sumatera Barat. Tepatnya di Ngarai Sianok Bukittinggi.

Proses memasak yang lama dan teknik pengolahan membuat tekstur daging itik empuk dan terasa legit. Rasanya pun lebih gurih dibandingkan rendang ayam. Ini berkat lemak itik yang membuat rendang lebih berminyak.

Melansir buku Rendang Traveler, karya Reno Andam Suri, proses memasak itik menjadi kunci dari kelezatan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan bau amis itik. Seperti dilansir dari Kompas, jika tidak tahu cara menyembelihnya, daging itik bisa berbau sangat amis.

Setelah itu, itik dibakar untuk menghilangkan lendir serta mengeluarkan minyak dan bulu yang masih menempel di kulit. Proses pembakaran cukup tiga menit dengan cara dibolak-balik. Dan jangan lupa mengambil bagian yang amis dari ekor itik.

Kemudian, itik di cuci bersih. Tak hanya menggunakan air tetapi daun tebu. Tujuannya untuk menghilangkan bau amis dan menambah rasa manis pada daging yang akan dimasak.

Setelah itu itik direbus selama lima jam. Tujuannya untuk mendapatkan tekstur daging itik yang empuk.

Jenis itik

Ada dua jenis itik yang bisa digunakan sebagai bahan utama rendang itiak, yaitu itik air yang berleher panjang dan itik serati dengan leher pendek dan warna merah pada wajahnya. Anda disarankan memilih itik muda.

Potong itik menjadi empat atau delapan bagian. Jangan terlalu kecil, sebab sulit untuk dimasak dan mudah hancur.

Bahan lain yang juga tak kalah penting adalah kelapa, daun jeruk, daun kunyit, kayu manis dan cengkih.

Teknik memasak dengan tungku kayu akan menghasilkan daging itik yang matang sempurna dan merata. Selain itu, bumbu akan meresep sampai ke tulang dan menciptakan aroma yang khas.

Reno memberikan kiat, saat memasak rendang itiak, sebaiknya memerhatikan kapan saat tepat memasukkan itik ke dalam adonan santan dan bumbu. Jangan terlalu cepat, sebab akan membuat itik hancur.

Setelah lebih dari kematangan kalio, baru itik bisa dimasukkan ke dalam kuah santan. Perhatikan juga saat mengaduknya. Jangan sampai hancur. Setelah berwarna gelap, barulah itik diangkat.

Perjalanan panjang memasak rendang itiak pun menjadikan hidangan rendang itiak istimewa. Adalah sensasi tak terlupakan ketika lidah merasakan bumbu bercampur meresap ke sela daging itik terdalam. Gurih, legit dan empuk saat dinikmati.

BACA JUGA